alexametrics
22.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Dagangan Tak Laku Imbas Terminal Sepi

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Keberadaan Terminal Tambak Osowilangon (TOW) Surabaya kini semakin sepi, hal tersebut dikeluhkan para pedagang dan pemilik stan. Mereka mengeluh karena nyaris tidak ada pemasukan dari hasil jualan di dalam terminal, karena tidak ada penumpang masuk ke terminal.

Tercatat ada 34 stan berada di terminal itu , terdiri atas warung makan dan kios makanan ringan. Ada pula beberapa stan konter pulsa. Namun, lebih dari separo sudah tutup. Ada pula sudah diambil alih dinas perhubungan (dishub) lantaran tidak sanggup membayar biaya retribusi.
Mulyono, Persatuan Warung dan Toko Kompleks Terminal Oso Wilangun, mengungkapkan, sepi penumpang di Terminal TOW berlangsung sejak 2012. Kondisi itu semakin parah setelah Terminal Purabaya diambil alih pemerintah pusat. Tidak ada bus dari Terminal Bungurasih singgah ke Terminal TOW.

Tijab, salah seorang pemilik warung di dalam Terminal TOW, mengatakan, pendapatannya setiap bulan justru minus. Dia mencontohkan, dengan modal Rp 800 ribu untuk jualan, uang didapat cuma Rp 300 ribu–Rp 500 ribu. ’

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Keberadaan Terminal Tambak Osowilangon (TOW) Surabaya kini semakin sepi, hal tersebut dikeluhkan para pedagang dan pemilik stan. Mereka mengeluh karena nyaris tidak ada pemasukan dari hasil jualan di dalam terminal, karena tidak ada penumpang masuk ke terminal.

Tercatat ada 34 stan berada di terminal itu , terdiri atas warung makan dan kios makanan ringan. Ada pula beberapa stan konter pulsa. Namun, lebih dari separo sudah tutup. Ada pula sudah diambil alih dinas perhubungan (dishub) lantaran tidak sanggup membayar biaya retribusi.
Mulyono, Persatuan Warung dan Toko Kompleks Terminal Oso Wilangun, mengungkapkan, sepi penumpang di Terminal TOW berlangsung sejak 2012. Kondisi itu semakin parah setelah Terminal Purabaya diambil alih pemerintah pusat. Tidak ada bus dari Terminal Bungurasih singgah ke Terminal TOW.

Tijab, salah seorang pemilik warung di dalam Terminal TOW, mengatakan, pendapatannya setiap bulan justru minus. Dia mencontohkan, dengan modal Rp 800 ribu untuk jualan, uang didapat cuma Rp 300 ribu–Rp 500 ribu. ’

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Keberadaan Terminal Tambak Osowilangon (TOW) Surabaya kini semakin sepi, hal tersebut dikeluhkan para pedagang dan pemilik stan. Mereka mengeluh karena nyaris tidak ada pemasukan dari hasil jualan di dalam terminal, karena tidak ada penumpang masuk ke terminal.

Tercatat ada 34 stan berada di terminal itu , terdiri atas warung makan dan kios makanan ringan. Ada pula beberapa stan konter pulsa. Namun, lebih dari separo sudah tutup. Ada pula sudah diambil alih dinas perhubungan (dishub) lantaran tidak sanggup membayar biaya retribusi.
Mulyono, Persatuan Warung dan Toko Kompleks Terminal Oso Wilangun, mengungkapkan, sepi penumpang di Terminal TOW berlangsung sejak 2012. Kondisi itu semakin parah setelah Terminal Purabaya diambil alih pemerintah pusat. Tidak ada bus dari Terminal Bungurasih singgah ke Terminal TOW.

Tijab, salah seorang pemilik warung di dalam Terminal TOW, mengatakan, pendapatannya setiap bulan justru minus. Dia mencontohkan, dengan modal Rp 800 ribu untuk jualan, uang didapat cuma Rp 300 ribu–Rp 500 ribu. ’

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/