alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Sukses Bikin Truk Listrik, ITTS Kembangkan Generasi Kedua

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID –  Sukses membuat truk listrik generasi pertama, Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) mulai mengembangkan teknologi truk listrik generasi kedua. Proyek yang dilakukan secara gotong-royong oleh mahasiswa hingga dosen ITTS itu, bisa dibilang merupakan versi yang lebih baik daripada inovasi truk listrik pertama. Pada versi pertama 2021, selain kapasitas baterai hanya 10 kw, gear box truk hanya memiliki satu gigi. Juga, belum dilengkapi bak pengangkut.

BACA JUGA : Indonesia Raih Satu Emas Lagi di Cabang Dayung

Rektor ITTS Tri Arief Sardjono yang turut menginisiasi inovasi truk listrik mengatakan, kapasitas baterai dan kendali yang belum maksimal pada truk listrik versi pertama, membuat performa kurang optimal. Sebab, truk itu hanya bisa melaju dalam lima putaran atau hanya sanggup menempuh jarak 1–2 kilometer. ’’Saat itu kami memang belum berpengalaman. Optimalisasi kontrol truk pun masih kesulitan,’’ ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Evaluasi pun dilakukan demi penyempurnaan. Bagian persneling atau gear box dikembalikan seperti setting-an asli. Kapasitas baterai ditingkatkan menjadi 20 kw. Dengan begitu, jarak tempuh yang mampu dicapai truk listrik bisa dua kali lipat dari kemampuan semula. Jarak itu merupakan kemampuan truk saat melaju dengan bak yang disertai beban. ’’Kalau baknya dipasang dengan diisi beban, akan makan energi baterai sampai sepertiga dibanding tanpa boks dan beban. Total beban yang bisa diangkut bak truk mencapai 8 ton. Kalau di luar negeri, kapasitas baterai kendaraan listrik bisa sampai 200 kw karena memang daya baterai memegang peran sangat vital,’’ paparnya.

Doktor dalam bidang biomedical engineering technic dari University of Groningen, Belanda itu mengatakan, waktu yang dibutuhkan tim untuk pengerjaan truk listrik versi kedua tersebut kurang lebih enam bulan. Mereka memanfaatkan truk lawas keluaran era ’90-an yang sudah lama mangkrak. Truk jadul bertenaga diesel itu lantas dikonversi menjadi truk bertenaga listrik. Tangki solarnya diganti baterai. Mesinnya diganti motor, sementara elemen lain tinggal menyesuaikan kebutuhan.

Tri menuturkan, sebetulnya banyak truk diesel kecil hingga besar yang sudah tidak dipakai dan bisa dikonversi menjadi kendaraan hemat energi. Perusahaan angkutan yang punya truk bermasalah cenderung tidak membenahinya hingga tuntas karena alasan biaya. ”Tinggal niat dan gerak saja. Terutama dari generasi yang terjun di dunia teknologi. Memang harus ada yang mengawali,’’ imbuhnya.

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID –  Sukses membuat truk listrik generasi pertama, Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) mulai mengembangkan teknologi truk listrik generasi kedua. Proyek yang dilakukan secara gotong-royong oleh mahasiswa hingga dosen ITTS itu, bisa dibilang merupakan versi yang lebih baik daripada inovasi truk listrik pertama. Pada versi pertama 2021, selain kapasitas baterai hanya 10 kw, gear box truk hanya memiliki satu gigi. Juga, belum dilengkapi bak pengangkut.

BACA JUGA : Indonesia Raih Satu Emas Lagi di Cabang Dayung

Rektor ITTS Tri Arief Sardjono yang turut menginisiasi inovasi truk listrik mengatakan, kapasitas baterai dan kendali yang belum maksimal pada truk listrik versi pertama, membuat performa kurang optimal. Sebab, truk itu hanya bisa melaju dalam lima putaran atau hanya sanggup menempuh jarak 1–2 kilometer. ’’Saat itu kami memang belum berpengalaman. Optimalisasi kontrol truk pun masih kesulitan,’’ ujarnya.

Evaluasi pun dilakukan demi penyempurnaan. Bagian persneling atau gear box dikembalikan seperti setting-an asli. Kapasitas baterai ditingkatkan menjadi 20 kw. Dengan begitu, jarak tempuh yang mampu dicapai truk listrik bisa dua kali lipat dari kemampuan semula. Jarak itu merupakan kemampuan truk saat melaju dengan bak yang disertai beban. ’’Kalau baknya dipasang dengan diisi beban, akan makan energi baterai sampai sepertiga dibanding tanpa boks dan beban. Total beban yang bisa diangkut bak truk mencapai 8 ton. Kalau di luar negeri, kapasitas baterai kendaraan listrik bisa sampai 200 kw karena memang daya baterai memegang peran sangat vital,’’ paparnya.

Doktor dalam bidang biomedical engineering technic dari University of Groningen, Belanda itu mengatakan, waktu yang dibutuhkan tim untuk pengerjaan truk listrik versi kedua tersebut kurang lebih enam bulan. Mereka memanfaatkan truk lawas keluaran era ’90-an yang sudah lama mangkrak. Truk jadul bertenaga diesel itu lantas dikonversi menjadi truk bertenaga listrik. Tangki solarnya diganti baterai. Mesinnya diganti motor, sementara elemen lain tinggal menyesuaikan kebutuhan.

Tri menuturkan, sebetulnya banyak truk diesel kecil hingga besar yang sudah tidak dipakai dan bisa dikonversi menjadi kendaraan hemat energi. Perusahaan angkutan yang punya truk bermasalah cenderung tidak membenahinya hingga tuntas karena alasan biaya. ”Tinggal niat dan gerak saja. Terutama dari generasi yang terjun di dunia teknologi. Memang harus ada yang mengawali,’’ imbuhnya.

SURABAYA, RADARJEMBER.ID –  Sukses membuat truk listrik generasi pertama, Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) mulai mengembangkan teknologi truk listrik generasi kedua. Proyek yang dilakukan secara gotong-royong oleh mahasiswa hingga dosen ITTS itu, bisa dibilang merupakan versi yang lebih baik daripada inovasi truk listrik pertama. Pada versi pertama 2021, selain kapasitas baterai hanya 10 kw, gear box truk hanya memiliki satu gigi. Juga, belum dilengkapi bak pengangkut.

BACA JUGA : Indonesia Raih Satu Emas Lagi di Cabang Dayung

Rektor ITTS Tri Arief Sardjono yang turut menginisiasi inovasi truk listrik mengatakan, kapasitas baterai dan kendali yang belum maksimal pada truk listrik versi pertama, membuat performa kurang optimal. Sebab, truk itu hanya bisa melaju dalam lima putaran atau hanya sanggup menempuh jarak 1–2 kilometer. ’’Saat itu kami memang belum berpengalaman. Optimalisasi kontrol truk pun masih kesulitan,’’ ujarnya.

Evaluasi pun dilakukan demi penyempurnaan. Bagian persneling atau gear box dikembalikan seperti setting-an asli. Kapasitas baterai ditingkatkan menjadi 20 kw. Dengan begitu, jarak tempuh yang mampu dicapai truk listrik bisa dua kali lipat dari kemampuan semula. Jarak itu merupakan kemampuan truk saat melaju dengan bak yang disertai beban. ’’Kalau baknya dipasang dengan diisi beban, akan makan energi baterai sampai sepertiga dibanding tanpa boks dan beban. Total beban yang bisa diangkut bak truk mencapai 8 ton. Kalau di luar negeri, kapasitas baterai kendaraan listrik bisa sampai 200 kw karena memang daya baterai memegang peran sangat vital,’’ paparnya.

Doktor dalam bidang biomedical engineering technic dari University of Groningen, Belanda itu mengatakan, waktu yang dibutuhkan tim untuk pengerjaan truk listrik versi kedua tersebut kurang lebih enam bulan. Mereka memanfaatkan truk lawas keluaran era ’90-an yang sudah lama mangkrak. Truk jadul bertenaga diesel itu lantas dikonversi menjadi truk bertenaga listrik. Tangki solarnya diganti baterai. Mesinnya diganti motor, sementara elemen lain tinggal menyesuaikan kebutuhan.

Tri menuturkan, sebetulnya banyak truk diesel kecil hingga besar yang sudah tidak dipakai dan bisa dikonversi menjadi kendaraan hemat energi. Perusahaan angkutan yang punya truk bermasalah cenderung tidak membenahinya hingga tuntas karena alasan biaya. ”Tinggal niat dan gerak saja. Terutama dari generasi yang terjun di dunia teknologi. Memang harus ada yang mengawali,’’ imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/