alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Keterlaluan Perkosa Anak Tiri Selama 19 Tahun

Mobile_AP_Rectangle 1

SOLO, RADARJEMBER.ID- Nasib malang dialami dua saudara kandung karena menjadi korban pemerkosaan ayah tiri, bahkan aksi asusila dilakukan selama 19 tahun terhadap MS (29) dan NF (25). Seharusnya pelaku sebagai ayah tiri, memberikan perlindungan dan kasih sayang terhadap kedua perempuan tersebut.Malah justru sebaliknya, mereka berdua kemudian diperkosa selama 19 tahun.

Mengetahui hal ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Grobogan dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Grobogan langsung mengambil langkah, kedua korban pemerkosaan itu mendapatkan program rehabilitasi karena mereka diperkosa dalam kurun waktu lama sekali yakni 19 tahun.

Edy Santoso, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Grobogan, mengungkapkan, upaya membawa korban ke balai rehabilitasi sosial atas rekomendasi Kementerian Sosial.Selama disana, kedua korban pemerkosaan itu akan menjalani pemulihan mental seperti dilansir oleh Murianews.Edy menambahkan, bila perlu kedua korban akan disekolahkan di sekitar lokasi rehabilitasi.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Itu kalau keduanya mau untuk disekolahkan di sana, kalau  mereka itu tidak mau jangan dipaksakan. Pemerintah menanggung biayanya, jenjang dan kelasnya akan disesuaikan.Masa pemulihan tidak bisa ditentukan, semua itu tergantung dari perkembangan korban dan jika tidak menghendaki disana maka tidak bisa pula dipaksakan.

- Advertisement -

SOLO, RADARJEMBER.ID- Nasib malang dialami dua saudara kandung karena menjadi korban pemerkosaan ayah tiri, bahkan aksi asusila dilakukan selama 19 tahun terhadap MS (29) dan NF (25). Seharusnya pelaku sebagai ayah tiri, memberikan perlindungan dan kasih sayang terhadap kedua perempuan tersebut.Malah justru sebaliknya, mereka berdua kemudian diperkosa selama 19 tahun.

Mengetahui hal ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Grobogan dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Grobogan langsung mengambil langkah, kedua korban pemerkosaan itu mendapatkan program rehabilitasi karena mereka diperkosa dalam kurun waktu lama sekali yakni 19 tahun.

Edy Santoso, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Grobogan, mengungkapkan, upaya membawa korban ke balai rehabilitasi sosial atas rekomendasi Kementerian Sosial.Selama disana, kedua korban pemerkosaan itu akan menjalani pemulihan mental seperti dilansir oleh Murianews.Edy menambahkan, bila perlu kedua korban akan disekolahkan di sekitar lokasi rehabilitasi.

“Itu kalau keduanya mau untuk disekolahkan di sana, kalau  mereka itu tidak mau jangan dipaksakan. Pemerintah menanggung biayanya, jenjang dan kelasnya akan disesuaikan.Masa pemulihan tidak bisa ditentukan, semua itu tergantung dari perkembangan korban dan jika tidak menghendaki disana maka tidak bisa pula dipaksakan.

SOLO, RADARJEMBER.ID- Nasib malang dialami dua saudara kandung karena menjadi korban pemerkosaan ayah tiri, bahkan aksi asusila dilakukan selama 19 tahun terhadap MS (29) dan NF (25). Seharusnya pelaku sebagai ayah tiri, memberikan perlindungan dan kasih sayang terhadap kedua perempuan tersebut.Malah justru sebaliknya, mereka berdua kemudian diperkosa selama 19 tahun.

Mengetahui hal ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Grobogan dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Grobogan langsung mengambil langkah, kedua korban pemerkosaan itu mendapatkan program rehabilitasi karena mereka diperkosa dalam kurun waktu lama sekali yakni 19 tahun.

Edy Santoso, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Grobogan, mengungkapkan, upaya membawa korban ke balai rehabilitasi sosial atas rekomendasi Kementerian Sosial.Selama disana, kedua korban pemerkosaan itu akan menjalani pemulihan mental seperti dilansir oleh Murianews.Edy menambahkan, bila perlu kedua korban akan disekolahkan di sekitar lokasi rehabilitasi.

“Itu kalau keduanya mau untuk disekolahkan di sana, kalau  mereka itu tidak mau jangan dipaksakan. Pemerintah menanggung biayanya, jenjang dan kelasnya akan disesuaikan.Masa pemulihan tidak bisa ditentukan, semua itu tergantung dari perkembangan korban dan jika tidak menghendaki disana maka tidak bisa pula dipaksakan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/