29 C
Jember
Thursday, 30 March 2023

Rektor Udayana Kesandung Korupsi Terancam 20 Tahun Penjara

Mobile_AP_Rectangle 1

BALI, RADARJEMBER,ID – Kasus rektor melakukan tindaka pidana korupsi terjadi di Bal;I Nyoman Gse Antara ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana sumbangan pengembangan institusi (SPI) mahasiswa baru seleksi jalur mandiri, tahun akademik 2018/2019 sampai dengan 2022/2023.

BACA JUGA : Perkuat Ekonomi Perdesaan, Dukung Penuh Pembangunan Pasar Desa Glagahwero

“Berdasarkan alat bukti, penyidik menemukan keterlibatan tersangka baru tanggal 8 Maret 2023 penyidik pada Kejaksaan Tinggi Bali menetapkan kembali satu orang tersangka, yaitu Prof. Dr. INGA,” Jelas Agus Eka Sabana Putra, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Bali Agus Eka Sabana Putra di Denpasar, Bali, dikutip dari Antara Senin (13/3).

Mobile_AP_Rectangle 2

Eka Sabana mengatakan, penetapan tersangka terhadap orang nomor satu di Universitas Udayana tersebut berdasarkan hasil penyidikan penyidik Pidana Khusus Kejati Bali sejak 24 Oktober 2022. Nyoman ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan alat bukti  cukup berupa keterangan saksi-saksi, keterangan ahli dan surat, serta alat bukti petunjuk.

Berdasarkan beberapa hal tersebut di atas, kata dia, penyidik menyimpulkan Rektor Universitas Udayana ada dugaan ikut berperan dalam tindak pidana korupsi dana SPI mahasiswa baru Seleksi Jalur Mandiri Universitas Udayana Tahun Akademik 2018 sampai dengan 2022. Atas perbuatannya, rektor tersebut ada dugaan  Korupsi.

- Advertisement -

BALI, RADARJEMBER,ID – Kasus rektor melakukan tindaka pidana korupsi terjadi di Bal;I Nyoman Gse Antara ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana sumbangan pengembangan institusi (SPI) mahasiswa baru seleksi jalur mandiri, tahun akademik 2018/2019 sampai dengan 2022/2023.

BACA JUGA : Perkuat Ekonomi Perdesaan, Dukung Penuh Pembangunan Pasar Desa Glagahwero

“Berdasarkan alat bukti, penyidik menemukan keterlibatan tersangka baru tanggal 8 Maret 2023 penyidik pada Kejaksaan Tinggi Bali menetapkan kembali satu orang tersangka, yaitu Prof. Dr. INGA,” Jelas Agus Eka Sabana Putra, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Bali Agus Eka Sabana Putra di Denpasar, Bali, dikutip dari Antara Senin (13/3).

Eka Sabana mengatakan, penetapan tersangka terhadap orang nomor satu di Universitas Udayana tersebut berdasarkan hasil penyidikan penyidik Pidana Khusus Kejati Bali sejak 24 Oktober 2022. Nyoman ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan alat bukti  cukup berupa keterangan saksi-saksi, keterangan ahli dan surat, serta alat bukti petunjuk.

Berdasarkan beberapa hal tersebut di atas, kata dia, penyidik menyimpulkan Rektor Universitas Udayana ada dugaan ikut berperan dalam tindak pidana korupsi dana SPI mahasiswa baru Seleksi Jalur Mandiri Universitas Udayana Tahun Akademik 2018 sampai dengan 2022. Atas perbuatannya, rektor tersebut ada dugaan  Korupsi.

BALI, RADARJEMBER,ID – Kasus rektor melakukan tindaka pidana korupsi terjadi di Bal;I Nyoman Gse Antara ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana sumbangan pengembangan institusi (SPI) mahasiswa baru seleksi jalur mandiri, tahun akademik 2018/2019 sampai dengan 2022/2023.

BACA JUGA : Perkuat Ekonomi Perdesaan, Dukung Penuh Pembangunan Pasar Desa Glagahwero

“Berdasarkan alat bukti, penyidik menemukan keterlibatan tersangka baru tanggal 8 Maret 2023 penyidik pada Kejaksaan Tinggi Bali menetapkan kembali satu orang tersangka, yaitu Prof. Dr. INGA,” Jelas Agus Eka Sabana Putra, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Bali Agus Eka Sabana Putra di Denpasar, Bali, dikutip dari Antara Senin (13/3).

Eka Sabana mengatakan, penetapan tersangka terhadap orang nomor satu di Universitas Udayana tersebut berdasarkan hasil penyidikan penyidik Pidana Khusus Kejati Bali sejak 24 Oktober 2022. Nyoman ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan alat bukti  cukup berupa keterangan saksi-saksi, keterangan ahli dan surat, serta alat bukti petunjuk.

Berdasarkan beberapa hal tersebut di atas, kata dia, penyidik menyimpulkan Rektor Universitas Udayana ada dugaan ikut berperan dalam tindak pidana korupsi dana SPI mahasiswa baru Seleksi Jalur Mandiri Universitas Udayana Tahun Akademik 2018 sampai dengan 2022. Atas perbuatannya, rektor tersebut ada dugaan  Korupsi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca