alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Ferdy Sambo Mengakui Penyebab Pembunuhan Brigadir J, Perkuat Bukti Baru

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo telah membuat pengakuan terkait penyebab pembunuhan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Keputusan Ferdy Sambo ini pun disambut baik oleh Tim Khusus (Timsus).

BACA JUGA : Saksi Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Kereta di Jember yang Tewaskan Ibu-Anak

“Pengakuan tersangka kan kita tahu semua, ya syukur ini tersangka bunyi, ngomong. Kalau enggak ngomong sekalipun tidak ada masalah,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian kepada wartawan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Andi menjelaskan, penyidik telah memiliki alat bukti untuk menjerat Sambo dengan pasal pembunuhan berencana. Sehingga, pengakuan Sambo dianggap tidak terlalu signifikan terhadap berjalannya penyidikan.

“Kita sudah punya alat bukti untuk memberikan sangkaan terhadap yang bersangkutan dan siap untuk kita bawa ke pengadilan,” imbuh Andi. Diketahui, 4 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS) dan KM. Kini Ferdy Sambo telah dijebloskan di tahanan Mako Brimob.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E. “RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembakan. Terakhir Ferdy Sambo memerintahkan penembakan. “FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. (*)

 

Editor:Winardyasto HariKIrono

Foto:Dery Ridwansah/Jawa Pos.Com

Sumber Berita:jawapos.com

 

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo telah membuat pengakuan terkait penyebab pembunuhan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Keputusan Ferdy Sambo ini pun disambut baik oleh Tim Khusus (Timsus).

BACA JUGA : Saksi Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Kereta di Jember yang Tewaskan Ibu-Anak

“Pengakuan tersangka kan kita tahu semua, ya syukur ini tersangka bunyi, ngomong. Kalau enggak ngomong sekalipun tidak ada masalah,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian kepada wartawan.

Andi menjelaskan, penyidik telah memiliki alat bukti untuk menjerat Sambo dengan pasal pembunuhan berencana. Sehingga, pengakuan Sambo dianggap tidak terlalu signifikan terhadap berjalannya penyidikan.

“Kita sudah punya alat bukti untuk memberikan sangkaan terhadap yang bersangkutan dan siap untuk kita bawa ke pengadilan,” imbuh Andi. Diketahui, 4 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS) dan KM. Kini Ferdy Sambo telah dijebloskan di tahanan Mako Brimob.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E. “RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembakan. Terakhir Ferdy Sambo memerintahkan penembakan. “FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. (*)

 

Editor:Winardyasto HariKIrono

Foto:Dery Ridwansah/Jawa Pos.Com

Sumber Berita:jawapos.com

 

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo telah membuat pengakuan terkait penyebab pembunuhan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Keputusan Ferdy Sambo ini pun disambut baik oleh Tim Khusus (Timsus).

BACA JUGA : Saksi Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Kereta di Jember yang Tewaskan Ibu-Anak

“Pengakuan tersangka kan kita tahu semua, ya syukur ini tersangka bunyi, ngomong. Kalau enggak ngomong sekalipun tidak ada masalah,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian kepada wartawan.

Andi menjelaskan, penyidik telah memiliki alat bukti untuk menjerat Sambo dengan pasal pembunuhan berencana. Sehingga, pengakuan Sambo dianggap tidak terlalu signifikan terhadap berjalannya penyidikan.

“Kita sudah punya alat bukti untuk memberikan sangkaan terhadap yang bersangkutan dan siap untuk kita bawa ke pengadilan,” imbuh Andi. Diketahui, 4 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS) dan KM. Kini Ferdy Sambo telah dijebloskan di tahanan Mako Brimob.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E. “RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembakan. Terakhir Ferdy Sambo memerintahkan penembakan. “FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. (*)

 

Editor:Winardyasto HariKIrono

Foto:Dery Ridwansah/Jawa Pos.Com

Sumber Berita:jawapos.com

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/