alexametrics
22.6 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Mardian Bela Adik Malah Masuk Penjara

Mobile_AP_Rectangle 1

MEDAN, RADARJEMBER – Terdakwa Mardani Jaya Purba alias Jayak (36) warga Jalan Pintu Air, Medan Petisah, dituntut 3 tahun 6 bulan penjara. Dia dinilai bersalah mengampak Samsul Bahri Sitepu, karena melecehkan adik terdakwa, akibat dari perbuatan tersebut Mardani kemudian di meja hijaukan.

BACA JUGA : JFC Akan Tampil Berbeda

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nalom Hutajulu dalam nota tuntutan, perbuatan Terdakwa dinilai terbukti melanggar Pasal 170 Ayat (1) KUHP. “Meminta agar majelis hakim menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Mardani Jaya Purba alias Jayak selama 3 tahun 6 bulan,” ujar Nalom di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan, Senin (11/7) kemarin..

Mobile_AP_Rectangle 2

Mengutip surat dakwaan, berawal pada 3 Juni 2021 lalu, saat terdakwa bersama kawan-kawan mendatangi rumah saksi korban Samsul Bahri Sitepu di Jalan Pintu Air Medan Johor, Dimana terdakwa menjumpai saksi korban untuk membahas permasalahan perbuatan yang dituduhkan saksi korban yang telah melecehkan adik perempuan terdakwa.

Kemudian saksi korban tidak keluar dari dalam rumah membuat terdakwa melempari rumahnya dengan batuSambil memegang pisau kecil terus memanggil saksi korban untuk keluar dari dalam rumah dan saksi korban mengetahui, perbuatan terdakwa tersebut lalu melarikan diri dari pintu belakang rumah saksi korban.

Keesokan harinya, terdakwa datang kembali ke rumah saksi korban bersama dengan teman-temannya yakni Gani, Cemok dan Roni untuk menjumpai saksi korban.Kemudian teman terdakwa yang bernama Roni, masuk ke dalam rumah saksi korban untuk menjumpai saksi korban membahas masalah pelecehan adek perempuan terdakwa tersebut secara baik-baik.

Kemudian, Roni dan saksi korban berbicara baik-baik di teras rumah saksi korban dan kembali saksi korban menggembok pagar rumah.Terdakwa bersama Cemot dan Gani, menunggu diluar dan karena terdakwa terkadung sudah emosi lalu mendobrak pintu pagar hingga akhir terdakwa dapat masuk.

- Advertisement -

MEDAN, RADARJEMBER – Terdakwa Mardani Jaya Purba alias Jayak (36) warga Jalan Pintu Air, Medan Petisah, dituntut 3 tahun 6 bulan penjara. Dia dinilai bersalah mengampak Samsul Bahri Sitepu, karena melecehkan adik terdakwa, akibat dari perbuatan tersebut Mardani kemudian di meja hijaukan.

BACA JUGA : JFC Akan Tampil Berbeda

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nalom Hutajulu dalam nota tuntutan, perbuatan Terdakwa dinilai terbukti melanggar Pasal 170 Ayat (1) KUHP. “Meminta agar majelis hakim menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Mardani Jaya Purba alias Jayak selama 3 tahun 6 bulan,” ujar Nalom di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan, Senin (11/7) kemarin..

Mengutip surat dakwaan, berawal pada 3 Juni 2021 lalu, saat terdakwa bersama kawan-kawan mendatangi rumah saksi korban Samsul Bahri Sitepu di Jalan Pintu Air Medan Johor, Dimana terdakwa menjumpai saksi korban untuk membahas permasalahan perbuatan yang dituduhkan saksi korban yang telah melecehkan adik perempuan terdakwa.

Kemudian saksi korban tidak keluar dari dalam rumah membuat terdakwa melempari rumahnya dengan batuSambil memegang pisau kecil terus memanggil saksi korban untuk keluar dari dalam rumah dan saksi korban mengetahui, perbuatan terdakwa tersebut lalu melarikan diri dari pintu belakang rumah saksi korban.

Keesokan harinya, terdakwa datang kembali ke rumah saksi korban bersama dengan teman-temannya yakni Gani, Cemok dan Roni untuk menjumpai saksi korban.Kemudian teman terdakwa yang bernama Roni, masuk ke dalam rumah saksi korban untuk menjumpai saksi korban membahas masalah pelecehan adek perempuan terdakwa tersebut secara baik-baik.

Kemudian, Roni dan saksi korban berbicara baik-baik di teras rumah saksi korban dan kembali saksi korban menggembok pagar rumah.Terdakwa bersama Cemot dan Gani, menunggu diluar dan karena terdakwa terkadung sudah emosi lalu mendobrak pintu pagar hingga akhir terdakwa dapat masuk.

MEDAN, RADARJEMBER – Terdakwa Mardani Jaya Purba alias Jayak (36) warga Jalan Pintu Air, Medan Petisah, dituntut 3 tahun 6 bulan penjara. Dia dinilai bersalah mengampak Samsul Bahri Sitepu, karena melecehkan adik terdakwa, akibat dari perbuatan tersebut Mardani kemudian di meja hijaukan.

BACA JUGA : JFC Akan Tampil Berbeda

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nalom Hutajulu dalam nota tuntutan, perbuatan Terdakwa dinilai terbukti melanggar Pasal 170 Ayat (1) KUHP. “Meminta agar majelis hakim menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Mardani Jaya Purba alias Jayak selama 3 tahun 6 bulan,” ujar Nalom di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan, Senin (11/7) kemarin..

Mengutip surat dakwaan, berawal pada 3 Juni 2021 lalu, saat terdakwa bersama kawan-kawan mendatangi rumah saksi korban Samsul Bahri Sitepu di Jalan Pintu Air Medan Johor, Dimana terdakwa menjumpai saksi korban untuk membahas permasalahan perbuatan yang dituduhkan saksi korban yang telah melecehkan adik perempuan terdakwa.

Kemudian saksi korban tidak keluar dari dalam rumah membuat terdakwa melempari rumahnya dengan batuSambil memegang pisau kecil terus memanggil saksi korban untuk keluar dari dalam rumah dan saksi korban mengetahui, perbuatan terdakwa tersebut lalu melarikan diri dari pintu belakang rumah saksi korban.

Keesokan harinya, terdakwa datang kembali ke rumah saksi korban bersama dengan teman-temannya yakni Gani, Cemok dan Roni untuk menjumpai saksi korban.Kemudian teman terdakwa yang bernama Roni, masuk ke dalam rumah saksi korban untuk menjumpai saksi korban membahas masalah pelecehan adek perempuan terdakwa tersebut secara baik-baik.

Kemudian, Roni dan saksi korban berbicara baik-baik di teras rumah saksi korban dan kembali saksi korban menggembok pagar rumah.Terdakwa bersama Cemot dan Gani, menunggu diluar dan karena terdakwa terkadung sudah emosi lalu mendobrak pintu pagar hingga akhir terdakwa dapat masuk.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/