alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Lina Jadi Sopir Bus Tempuh Jarak 704 Km Bukan Cari sensasi

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Lina Supriyanti, begitu nama panjang perempuan tersebut, keahlian mengemudi berawal saat ia membantu tetangga.Ketika itu perempuan panjang tersebut mengemudikan truk mengangkut damen atau jerami, ia merasa tertantang untuk membawa kendaraan besar saat masih remaja.

BACA JUGA: Jalani Pemeriksaan Lebih 12 Jam Terkait Dana Boeing

Berbekal kelincahan mengemudi itu, Lina mencoba peruntungan melamar kerja di perusahaan otobus (PO) dan itu bagi kaum perempuan dianggap tidak umum.Nasib baik berpihak kepada Lina, setelah melalui proses panjang dia diterima sebagai sopir bus jalur Wonogiri-Jakarta.

Mobile_AP_Rectangle 2

SIANG itu, empat bulan lalu, seperti biasa Lina bertugas membawa bus Scania K410 Tronton. Penumpang sedang full, 36 kursi terisi. Masuk tol Cipali, Lina memacu bus dmenggunakan kecepatan tinggi.

Dari kejauhan, dia melihat rombongan tiga truk kontainer berjalan lambat di lajur kiri.Perempuan 35 tahun itu bersiap mendahului tiga truk tersebut dari lajur kanan. Namun, ketika makin dekat, tiba-tiba truk paling belakang pindah lajur ke kanan tanpa menyalakan lampu sein.

”Nyendok ke kanan gitu aja,” ucap Lina saat ditemui Jawa Pos di kantor PO Agra Mas perwakilan Wonogiri.Seketika itu Lina melepas pedal gas dan menginjak rem. Ban belakang sampai berbunyi ”Ciiit.. ciiitt.. ciiit”.

Penumpang di kursi ekstra di samping Lina menutupi wajah menggunakan kedua tangan. Co-driver Lina, Wahyu Tri Nugroho, juga tegang. Pasrah.Untung, Lina masih tenang. Pegangan tangan dia ke kemudi tetap stabil.

Pijakan kaki ke pedal rem juga konstan. Tombol rem tangan sudah dia aktifkan. Dia bisa menghindarkan bus dari benturan truk itu.Kontainer lantas kembali ke lajur kiri. Lina sengaja mensejajarkan busn itu dengan kontainer tersebut.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Lina Supriyanti, begitu nama panjang perempuan tersebut, keahlian mengemudi berawal saat ia membantu tetangga.Ketika itu perempuan panjang tersebut mengemudikan truk mengangkut damen atau jerami, ia merasa tertantang untuk membawa kendaraan besar saat masih remaja.

BACA JUGA: Jalani Pemeriksaan Lebih 12 Jam Terkait Dana Boeing

Berbekal kelincahan mengemudi itu, Lina mencoba peruntungan melamar kerja di perusahaan otobus (PO) dan itu bagi kaum perempuan dianggap tidak umum.Nasib baik berpihak kepada Lina, setelah melalui proses panjang dia diterima sebagai sopir bus jalur Wonogiri-Jakarta.

SIANG itu, empat bulan lalu, seperti biasa Lina bertugas membawa bus Scania K410 Tronton. Penumpang sedang full, 36 kursi terisi. Masuk tol Cipali, Lina memacu bus dmenggunakan kecepatan tinggi.

Dari kejauhan, dia melihat rombongan tiga truk kontainer berjalan lambat di lajur kiri.Perempuan 35 tahun itu bersiap mendahului tiga truk tersebut dari lajur kanan. Namun, ketika makin dekat, tiba-tiba truk paling belakang pindah lajur ke kanan tanpa menyalakan lampu sein.

”Nyendok ke kanan gitu aja,” ucap Lina saat ditemui Jawa Pos di kantor PO Agra Mas perwakilan Wonogiri.Seketika itu Lina melepas pedal gas dan menginjak rem. Ban belakang sampai berbunyi ”Ciiit.. ciiitt.. ciiit”.

Penumpang di kursi ekstra di samping Lina menutupi wajah menggunakan kedua tangan. Co-driver Lina, Wahyu Tri Nugroho, juga tegang. Pasrah.Untung, Lina masih tenang. Pegangan tangan dia ke kemudi tetap stabil.

Pijakan kaki ke pedal rem juga konstan. Tombol rem tangan sudah dia aktifkan. Dia bisa menghindarkan bus dari benturan truk itu.Kontainer lantas kembali ke lajur kiri. Lina sengaja mensejajarkan busn itu dengan kontainer tersebut.

RADARJEMBER.ID – Lina Supriyanti, begitu nama panjang perempuan tersebut, keahlian mengemudi berawal saat ia membantu tetangga.Ketika itu perempuan panjang tersebut mengemudikan truk mengangkut damen atau jerami, ia merasa tertantang untuk membawa kendaraan besar saat masih remaja.

BACA JUGA: Jalani Pemeriksaan Lebih 12 Jam Terkait Dana Boeing

Berbekal kelincahan mengemudi itu, Lina mencoba peruntungan melamar kerja di perusahaan otobus (PO) dan itu bagi kaum perempuan dianggap tidak umum.Nasib baik berpihak kepada Lina, setelah melalui proses panjang dia diterima sebagai sopir bus jalur Wonogiri-Jakarta.

SIANG itu, empat bulan lalu, seperti biasa Lina bertugas membawa bus Scania K410 Tronton. Penumpang sedang full, 36 kursi terisi. Masuk tol Cipali, Lina memacu bus dmenggunakan kecepatan tinggi.

Dari kejauhan, dia melihat rombongan tiga truk kontainer berjalan lambat di lajur kiri.Perempuan 35 tahun itu bersiap mendahului tiga truk tersebut dari lajur kanan. Namun, ketika makin dekat, tiba-tiba truk paling belakang pindah lajur ke kanan tanpa menyalakan lampu sein.

”Nyendok ke kanan gitu aja,” ucap Lina saat ditemui Jawa Pos di kantor PO Agra Mas perwakilan Wonogiri.Seketika itu Lina melepas pedal gas dan menginjak rem. Ban belakang sampai berbunyi ”Ciiit.. ciiitt.. ciiit”.

Penumpang di kursi ekstra di samping Lina menutupi wajah menggunakan kedua tangan. Co-driver Lina, Wahyu Tri Nugroho, juga tegang. Pasrah.Untung, Lina masih tenang. Pegangan tangan dia ke kemudi tetap stabil.

Pijakan kaki ke pedal rem juga konstan. Tombol rem tangan sudah dia aktifkan. Dia bisa menghindarkan bus dari benturan truk itu.Kontainer lantas kembali ke lajur kiri. Lina sengaja mensejajarkan busn itu dengan kontainer tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/