alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Gempa M 5,1 Guncang Lampung

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Gempa bermagnitudo 5,1 mengguncang Lampung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan  gempa tersebut diakibatkan aktivitas subduksi lempeng.

BACA JUGA : Penggunaan Bungkus Daging Selain Plastik, Hanya Imbauan Bukan Larangan

Disebutkan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, gempa yang terjadi pukul 09.52 WIB itu memiliki episenter terletak pada koordinat 6,04° LS ; 104,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 77 Km arah Barat Daya Tanggamus, Lampung pada kedalaman 46 km.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,” kata Kepala Pusat Gempa Bmi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno.

Bambang mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Gempa tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Tanggamus, Limau, Piabung, Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Liwa, Kecamatan Ngaras, Kecamatan Semaka, Kecamatan Wonosobo, dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

“Hingga pukul 10.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” katanya. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Gempa bermagnitudo 5,1 mengguncang Lampung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan  gempa tersebut diakibatkan aktivitas subduksi lempeng.

BACA JUGA : Penggunaan Bungkus Daging Selain Plastik, Hanya Imbauan Bukan Larangan

Disebutkan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, gempa yang terjadi pukul 09.52 WIB itu memiliki episenter terletak pada koordinat 6,04° LS ; 104,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 77 Km arah Barat Daya Tanggamus, Lampung pada kedalaman 46 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,” kata Kepala Pusat Gempa Bmi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno.

Bambang mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Gempa tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Tanggamus, Limau, Piabung, Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Liwa, Kecamatan Ngaras, Kecamatan Semaka, Kecamatan Wonosobo, dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

“Hingga pukul 10.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” katanya. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Gempa bermagnitudo 5,1 mengguncang Lampung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan  gempa tersebut diakibatkan aktivitas subduksi lempeng.

BACA JUGA : Penggunaan Bungkus Daging Selain Plastik, Hanya Imbauan Bukan Larangan

Disebutkan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, gempa yang terjadi pukul 09.52 WIB itu memiliki episenter terletak pada koordinat 6,04° LS ; 104,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 77 Km arah Barat Daya Tanggamus, Lampung pada kedalaman 46 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,” kata Kepala Pusat Gempa Bmi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno.

Bambang mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Gempa tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Tanggamus, Limau, Piabung, Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Liwa, Kecamatan Ngaras, Kecamatan Semaka, Kecamatan Wonosobo, dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

“Hingga pukul 10.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” katanya. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/