alexametrics
21.6 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Uang Hasil Korupsi Digunakan Investasi Online

Mobile_AP_Rectangle 1

Sebaliknya, tersangka menyalahgunakan untuk ikut investasi online. Seharusnya uang negara itu disetorkan Rp 17 miliar. Ternyata hingga akhir tahun, hanya tercatat penyetoran Rp 14 miliar, pelaku melakukan hal tersebut karena tergiur untuk mendapatkan keuntungan dari investasi online tersebut.

Jatmiko mengatakan, Fani telah mendapatkan hasil dari penyelewengan uang PNBP untuk diinvestasikan, sebesar Rp 150 juta. Uang itu digunakan membeli mobil pribadi. Namun, saat hendak melakukan pengambilan dana modal yang disetorkan, tersangka tidak bisa melakukannya.

Pelimpahan tahap kedua, juga disertai penyerahan barang bukti. Meliputi buku rekening, dokumen, dan motor. Dua tersangka mencoreng korp Bhayangkara ini akan dijerat pasal 2 subsider pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).(*)

Mobile_AP_Rectangle 2

Penulis:Winardyasto
Fotografi:Ainur Ochiem Radar Bojonegoro
Sumber Berita: Radar Bojonegoro

- Advertisement -

Sebaliknya, tersangka menyalahgunakan untuk ikut investasi online. Seharusnya uang negara itu disetorkan Rp 17 miliar. Ternyata hingga akhir tahun, hanya tercatat penyetoran Rp 14 miliar, pelaku melakukan hal tersebut karena tergiur untuk mendapatkan keuntungan dari investasi online tersebut.

Jatmiko mengatakan, Fani telah mendapatkan hasil dari penyelewengan uang PNBP untuk diinvestasikan, sebesar Rp 150 juta. Uang itu digunakan membeli mobil pribadi. Namun, saat hendak melakukan pengambilan dana modal yang disetorkan, tersangka tidak bisa melakukannya.

Pelimpahan tahap kedua, juga disertai penyerahan barang bukti. Meliputi buku rekening, dokumen, dan motor. Dua tersangka mencoreng korp Bhayangkara ini akan dijerat pasal 2 subsider pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).(*)

Penulis:Winardyasto
Fotografi:Ainur Ochiem Radar Bojonegoro
Sumber Berita: Radar Bojonegoro

Sebaliknya, tersangka menyalahgunakan untuk ikut investasi online. Seharusnya uang negara itu disetorkan Rp 17 miliar. Ternyata hingga akhir tahun, hanya tercatat penyetoran Rp 14 miliar, pelaku melakukan hal tersebut karena tergiur untuk mendapatkan keuntungan dari investasi online tersebut.

Jatmiko mengatakan, Fani telah mendapatkan hasil dari penyelewengan uang PNBP untuk diinvestasikan, sebesar Rp 150 juta. Uang itu digunakan membeli mobil pribadi. Namun, saat hendak melakukan pengambilan dana modal yang disetorkan, tersangka tidak bisa melakukannya.

Pelimpahan tahap kedua, juga disertai penyerahan barang bukti. Meliputi buku rekening, dokumen, dan motor. Dua tersangka mencoreng korp Bhayangkara ini akan dijerat pasal 2 subsider pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).(*)

Penulis:Winardyasto
Fotografi:Ainur Ochiem Radar Bojonegoro
Sumber Berita: Radar Bojonegoro

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/