alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Uang Hasil Korupsi Digunakan Investasi Online

Mobile_AP_Rectangle 1

BLORA, RADARJEMBER.ID – Sungguh keterlaluan pasangan suami istri (pasutri) oknum anggota Polres Blora terlibat dugaan korupsi uang penerimaan negara bukan pajak (PNPB), besaran penyelewengan mencapai Rp 3 miliar. Uang itu disalahgunakan untuk investasi online. sehingga negara dirugikan akibat tindakan tidak terpuji tersebut.

Mereka adalah Bripka Etana Fani Jatmika dan Briptu Eka Mariyani. Kemarin (11/5) dua tersangka itu pun dilimpahkan ke jaksa penuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora. Setelah pemeriksaan, dua tersangka akhirnya dilakukan penahanan untuk mempertanggung jawabkan perbuatan tersebut.

Selanjutnya, tim jaksa penuntut akan menyusun rencana dakwaan sebelum berkas dilimpahkan ke meja hijau.Tersangka saat ini kami tahan selama 20 hari ke depan. Dan segera kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang untuk disidangkan, hal tersebut seperti diungkapkan oleh Jatmiko, Kasi Intelijen Kejari Blora

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, dugaan penyalahgunaan uang PNPB dilakukan dua anggota sejak Januari hingga Desember 2021. Eka Mariyani bertindak sebagai bendahara di Kantor Bersama (KB) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Blora. Awalnya, uang dipegang Eka, kemudian dititipkan suaminya yaitu Fani dan bekerja di instansi sama untuk disetorkan.

Menurut Jatmiko, penyalahgunaan uang negara itu terungkap setelah ada rekapan tutup buku akhir tahun. Dari pemerikasaan diketahui ada kekurangan uang yang disetorkan ke kas negara. Ternyata, menurut Jatmiko, uang yang diserahkan kepada Fani, tidak disetorkan semua ke kas negara.

- Advertisement -

BLORA, RADARJEMBER.ID – Sungguh keterlaluan pasangan suami istri (pasutri) oknum anggota Polres Blora terlibat dugaan korupsi uang penerimaan negara bukan pajak (PNPB), besaran penyelewengan mencapai Rp 3 miliar. Uang itu disalahgunakan untuk investasi online. sehingga negara dirugikan akibat tindakan tidak terpuji tersebut.

Mereka adalah Bripka Etana Fani Jatmika dan Briptu Eka Mariyani. Kemarin (11/5) dua tersangka itu pun dilimpahkan ke jaksa penuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora. Setelah pemeriksaan, dua tersangka akhirnya dilakukan penahanan untuk mempertanggung jawabkan perbuatan tersebut.

Selanjutnya, tim jaksa penuntut akan menyusun rencana dakwaan sebelum berkas dilimpahkan ke meja hijau.Tersangka saat ini kami tahan selama 20 hari ke depan. Dan segera kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang untuk disidangkan, hal tersebut seperti diungkapkan oleh Jatmiko, Kasi Intelijen Kejari Blora

Dia menjelaskan, dugaan penyalahgunaan uang PNPB dilakukan dua anggota sejak Januari hingga Desember 2021. Eka Mariyani bertindak sebagai bendahara di Kantor Bersama (KB) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Blora. Awalnya, uang dipegang Eka, kemudian dititipkan suaminya yaitu Fani dan bekerja di instansi sama untuk disetorkan.

Menurut Jatmiko, penyalahgunaan uang negara itu terungkap setelah ada rekapan tutup buku akhir tahun. Dari pemerikasaan diketahui ada kekurangan uang yang disetorkan ke kas negara. Ternyata, menurut Jatmiko, uang yang diserahkan kepada Fani, tidak disetorkan semua ke kas negara.

BLORA, RADARJEMBER.ID – Sungguh keterlaluan pasangan suami istri (pasutri) oknum anggota Polres Blora terlibat dugaan korupsi uang penerimaan negara bukan pajak (PNPB), besaran penyelewengan mencapai Rp 3 miliar. Uang itu disalahgunakan untuk investasi online. sehingga negara dirugikan akibat tindakan tidak terpuji tersebut.

Mereka adalah Bripka Etana Fani Jatmika dan Briptu Eka Mariyani. Kemarin (11/5) dua tersangka itu pun dilimpahkan ke jaksa penuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora. Setelah pemeriksaan, dua tersangka akhirnya dilakukan penahanan untuk mempertanggung jawabkan perbuatan tersebut.

Selanjutnya, tim jaksa penuntut akan menyusun rencana dakwaan sebelum berkas dilimpahkan ke meja hijau.Tersangka saat ini kami tahan selama 20 hari ke depan. Dan segera kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang untuk disidangkan, hal tersebut seperti diungkapkan oleh Jatmiko, Kasi Intelijen Kejari Blora

Dia menjelaskan, dugaan penyalahgunaan uang PNPB dilakukan dua anggota sejak Januari hingga Desember 2021. Eka Mariyani bertindak sebagai bendahara di Kantor Bersama (KB) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Blora. Awalnya, uang dipegang Eka, kemudian dititipkan suaminya yaitu Fani dan bekerja di instansi sama untuk disetorkan.

Menurut Jatmiko, penyalahgunaan uang negara itu terungkap setelah ada rekapan tutup buku akhir tahun. Dari pemerikasaan diketahui ada kekurangan uang yang disetorkan ke kas negara. Ternyata, menurut Jatmiko, uang yang diserahkan kepada Fani, tidak disetorkan semua ke kas negara.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/