alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Sempat Muntah Darah dan Alami Pendarahan Kepala

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Saat terjadi aksi demo di depan Gedung DPR RI Senin (11/4) kemarin Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) memakan korban, Ade Armando Dosen Universitas Indonesia (UI) Jakarta menjadi korban pengeroyokan orang-orang tidak dikenal sehingga pria tersebut harus dilarikan ke RS Siloam untuk mendapatkan perawatan akibat pendarahan.

Nong Darol Mahmada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS) menegaskan, pasca pengeroyokan tersebut Ade mengalami luka di bagian wajah, kepala dan badan akibat dipukuli massa. Bahkan saat ini Dosen UI itu masih terus dalam pantauan dokter, bahkan Ade juga mengalami pendarahan di kepala.

“Hasil pemeriksaan dokter di RS. Siloam Jakarta menunjukan ada pendarahan di bagian kepala Ade Armando, ia sempat pula muntah-muntah dan mengeluarkan darah.Ade saat itu berada di lokasi unjuk rasa untuk peliputan sekaligus membuat konten Youtube dan media sosial PIS,” ungkap Nong, kepada wartawan Selasa (12/4).

Mobile_AP_Rectangle 2

Nong lanjut menerangkan, Ade Armando mendatangi Gedung DPR itu tidaklah sendirian. Saat itu, sang dosen didampingi oleh dua juru kamera yakni Indra Jaya Putra dan Bambang T.Tidak ketidaktunggalan pula, dua orang penulis bernama Belmondo Scorpio dan Rama juga ikut serta turun ke tempat unjuk rasa berlangsung.

Ketika Ade hendak meninggalkan lokasi unjuk rasa karena dirasa situasi tidak kondusif, tiba-tiba ia datangi oleh seorang ibu-ibu tidak kenal sambil memaki-maki. Sontak makian itu memicu masaa untuk bertindak beringas. Mereka lantas mengepung Ade Armando dan tim, kemudian melakukan penyerangan dan Ade terus diserang meski tim PIS berusaha melindungi.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Saat terjadi aksi demo di depan Gedung DPR RI Senin (11/4) kemarin Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) memakan korban, Ade Armando Dosen Universitas Indonesia (UI) Jakarta menjadi korban pengeroyokan orang-orang tidak dikenal sehingga pria tersebut harus dilarikan ke RS Siloam untuk mendapatkan perawatan akibat pendarahan.

Nong Darol Mahmada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS) menegaskan, pasca pengeroyokan tersebut Ade mengalami luka di bagian wajah, kepala dan badan akibat dipukuli massa. Bahkan saat ini Dosen UI itu masih terus dalam pantauan dokter, bahkan Ade juga mengalami pendarahan di kepala.

“Hasil pemeriksaan dokter di RS. Siloam Jakarta menunjukan ada pendarahan di bagian kepala Ade Armando, ia sempat pula muntah-muntah dan mengeluarkan darah.Ade saat itu berada di lokasi unjuk rasa untuk peliputan sekaligus membuat konten Youtube dan media sosial PIS,” ungkap Nong, kepada wartawan Selasa (12/4).

Nong lanjut menerangkan, Ade Armando mendatangi Gedung DPR itu tidaklah sendirian. Saat itu, sang dosen didampingi oleh dua juru kamera yakni Indra Jaya Putra dan Bambang T.Tidak ketidaktunggalan pula, dua orang penulis bernama Belmondo Scorpio dan Rama juga ikut serta turun ke tempat unjuk rasa berlangsung.

Ketika Ade hendak meninggalkan lokasi unjuk rasa karena dirasa situasi tidak kondusif, tiba-tiba ia datangi oleh seorang ibu-ibu tidak kenal sambil memaki-maki. Sontak makian itu memicu masaa untuk bertindak beringas. Mereka lantas mengepung Ade Armando dan tim, kemudian melakukan penyerangan dan Ade terus diserang meski tim PIS berusaha melindungi.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Saat terjadi aksi demo di depan Gedung DPR RI Senin (11/4) kemarin Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) memakan korban, Ade Armando Dosen Universitas Indonesia (UI) Jakarta menjadi korban pengeroyokan orang-orang tidak dikenal sehingga pria tersebut harus dilarikan ke RS Siloam untuk mendapatkan perawatan akibat pendarahan.

Nong Darol Mahmada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS) menegaskan, pasca pengeroyokan tersebut Ade mengalami luka di bagian wajah, kepala dan badan akibat dipukuli massa. Bahkan saat ini Dosen UI itu masih terus dalam pantauan dokter, bahkan Ade juga mengalami pendarahan di kepala.

“Hasil pemeriksaan dokter di RS. Siloam Jakarta menunjukan ada pendarahan di bagian kepala Ade Armando, ia sempat pula muntah-muntah dan mengeluarkan darah.Ade saat itu berada di lokasi unjuk rasa untuk peliputan sekaligus membuat konten Youtube dan media sosial PIS,” ungkap Nong, kepada wartawan Selasa (12/4).

Nong lanjut menerangkan, Ade Armando mendatangi Gedung DPR itu tidaklah sendirian. Saat itu, sang dosen didampingi oleh dua juru kamera yakni Indra Jaya Putra dan Bambang T.Tidak ketidaktunggalan pula, dua orang penulis bernama Belmondo Scorpio dan Rama juga ikut serta turun ke tempat unjuk rasa berlangsung.

Ketika Ade hendak meninggalkan lokasi unjuk rasa karena dirasa situasi tidak kondusif, tiba-tiba ia datangi oleh seorang ibu-ibu tidak kenal sambil memaki-maki. Sontak makian itu memicu masaa untuk bertindak beringas. Mereka lantas mengepung Ade Armando dan tim, kemudian melakukan penyerangan dan Ade terus diserang meski tim PIS berusaha melindungi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/