alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

PKL Jadi Korban Salah Sasaran Bantuan 

Mobile_AP_Rectangle 1

LAMPUNG, RADARJEMBER.ID- Pendistribusian Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPN KLW) di Lampung  memunculkan masalah, justru orang-orang berduit di provinsi tersebut malah menerima bantuan itu. Bantuan tersebut diduga berbau KKN, serta ada indikasi oknum di Kampung Panca Negeri, Kecamatan Umpu Semengkuk, Way Kanan, sengaja memanfaatkan bantuan tersebut.

Hal itu kemudian menjadikan Pedagang Kaki Lima (PKL) terp  aksa gigit jari memendam rasa kecewa berat, karena orang- orang berduit di Kampung Panca Negeri menerima bantuan itu.Lebih ironis lagi, aroma KKN menguat karena penerima bantuan adalah kerabat kepala kampung dan kepala dusun setempat.

Hal itu seperti dikeluhkan oleh Abu (27) warga Kampung Panca Negeri, Kecamatan Umpu Semangkuk, pria tersebut mengatakan bila penerima bantuan tersebut 262 orang dan setiap orang berhak mendapatkan bantuan sebesar Rp600 ribu. Abu mengaku sama sekali tidak merasa iri terhadap bantuan salah sasaran tersebut, walau ia merupakan penduduk kampung tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ditambahkan oleh Abu, meski ia tergolong orang tidak mampu dan pantas untuk mendapatkan bantuan itu, justru terlewatkan begitu saja tidak menerima bantuan BTPKLW. Lelaki itu tidak habis pikir, ia tidak didata untuk diusulkan ke pemerintah pusat agar bisa memperoleh bantuan itu. 

“Lucu juga bantuan itu diterima oleh anak, adik, ponakan dan keluarga kepala kampung itu serta keluarga kepala dusun, termasuk orang paling berduit di kampung ini ikut menerima bantuan ini. Justru kami orang susah dan telah memiliki keluarga sama sekali sepeser pun tidak kecipratan bantuan, ini kan aneh sekali dan tentu tidak beres,” ungkap Abu. 

- Advertisement -

LAMPUNG, RADARJEMBER.ID- Pendistribusian Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPN KLW) di Lampung  memunculkan masalah, justru orang-orang berduit di provinsi tersebut malah menerima bantuan itu. Bantuan tersebut diduga berbau KKN, serta ada indikasi oknum di Kampung Panca Negeri, Kecamatan Umpu Semengkuk, Way Kanan, sengaja memanfaatkan bantuan tersebut.

Hal itu kemudian menjadikan Pedagang Kaki Lima (PKL) terp  aksa gigit jari memendam rasa kecewa berat, karena orang- orang berduit di Kampung Panca Negeri menerima bantuan itu.Lebih ironis lagi, aroma KKN menguat karena penerima bantuan adalah kerabat kepala kampung dan kepala dusun setempat.

Hal itu seperti dikeluhkan oleh Abu (27) warga Kampung Panca Negeri, Kecamatan Umpu Semangkuk, pria tersebut mengatakan bila penerima bantuan tersebut 262 orang dan setiap orang berhak mendapatkan bantuan sebesar Rp600 ribu. Abu mengaku sama sekali tidak merasa iri terhadap bantuan salah sasaran tersebut, walau ia merupakan penduduk kampung tersebut.

Ditambahkan oleh Abu, meski ia tergolong orang tidak mampu dan pantas untuk mendapatkan bantuan itu, justru terlewatkan begitu saja tidak menerima bantuan BTPKLW. Lelaki itu tidak habis pikir, ia tidak didata untuk diusulkan ke pemerintah pusat agar bisa memperoleh bantuan itu. 

“Lucu juga bantuan itu diterima oleh anak, adik, ponakan dan keluarga kepala kampung itu serta keluarga kepala dusun, termasuk orang paling berduit di kampung ini ikut menerima bantuan ini. Justru kami orang susah dan telah memiliki keluarga sama sekali sepeser pun tidak kecipratan bantuan, ini kan aneh sekali dan tentu tidak beres,” ungkap Abu. 

LAMPUNG, RADARJEMBER.ID- Pendistribusian Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPN KLW) di Lampung  memunculkan masalah, justru orang-orang berduit di provinsi tersebut malah menerima bantuan itu. Bantuan tersebut diduga berbau KKN, serta ada indikasi oknum di Kampung Panca Negeri, Kecamatan Umpu Semengkuk, Way Kanan, sengaja memanfaatkan bantuan tersebut.

Hal itu kemudian menjadikan Pedagang Kaki Lima (PKL) terp  aksa gigit jari memendam rasa kecewa berat, karena orang- orang berduit di Kampung Panca Negeri menerima bantuan itu.Lebih ironis lagi, aroma KKN menguat karena penerima bantuan adalah kerabat kepala kampung dan kepala dusun setempat.

Hal itu seperti dikeluhkan oleh Abu (27) warga Kampung Panca Negeri, Kecamatan Umpu Semangkuk, pria tersebut mengatakan bila penerima bantuan tersebut 262 orang dan setiap orang berhak mendapatkan bantuan sebesar Rp600 ribu. Abu mengaku sama sekali tidak merasa iri terhadap bantuan salah sasaran tersebut, walau ia merupakan penduduk kampung tersebut.

Ditambahkan oleh Abu, meski ia tergolong orang tidak mampu dan pantas untuk mendapatkan bantuan itu, justru terlewatkan begitu saja tidak menerima bantuan BTPKLW. Lelaki itu tidak habis pikir, ia tidak didata untuk diusulkan ke pemerintah pusat agar bisa memperoleh bantuan itu. 

“Lucu juga bantuan itu diterima oleh anak, adik, ponakan dan keluarga kepala kampung itu serta keluarga kepala dusun, termasuk orang paling berduit di kampung ini ikut menerima bantuan ini. Justru kami orang susah dan telah memiliki keluarga sama sekali sepeser pun tidak kecipratan bantuan, ini kan aneh sekali dan tentu tidak beres,” ungkap Abu. 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/