alexametrics
26.5 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Puluhan Pelajar Hendak Tawuran Dibekuk Polisi

Mobile_AP_Rectangle 1

SEMARANG, RADARJEMBER.ID – Puluhan remaja diamankan aparat Polsek Gringsing, Selasa (9/8) sore. Mereka diketahui hendak tawuran. Awalnya mereka berkumpul di dekat makam Desa Gringsing sekitar pukul 17.00 WIB. Warga merasa curiga segera melapor ke polsek karena beberapa di antara remaja itu membawa pentungan dan senjata tajam.

BACA JUGA : Sharp Indonesia Dukung Timnas Berlaga di Piala Dunia 2022

Anggota polsek langsung meluncur ke lokasi dan mengepung dari dua arah. Sehingga para remaja tersebut tidak dapat melarikan diri. Setelah diinterogasi mereka mengaku berasal dari gabungan beberapa SMP. Para remaja itu akan tawuran melawan pelajar dari luar daerah di jembatan Kali Kuto. Rabu (10/8) kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Para remaja itu dikumpulkan kembali bersama orang tua masing-masing. Mereka mendapat arahan langsung dari kapolsek. Jika ke depan mereka melakukan aksi serupa, pihaknya tidak segan-segan memprosesnya secara hukum. Kapolsek Gringsing AKP Andi Fajar prihatin dengan aksi pelajar itu. Dia tida bisa membayangkan apabila tidak ketahuan dan sampai terjadi tawuran.

“Mereka masih taraf mencari jati diri dan tidak memikirkan risiko yang terjadi. Jika sampai ada korban jiwa atau cacat mereka juga yang rugi,” tegas kapolsek. Di depan para pelajar dan orang tua, kapolsek memberi nasihat untuk fokus pada sekolah dan masa depan. “Jika sampai ada yang kehilangan nyawa kalian yang menanggung risiko,” lanjut AKP Andi Fajar.

Beberapa pelajar yang mendapat arahan terlihat menangis dan merasa bersalah. Apalagi setelah diterangkan juga usaha orang tua yang banting tulang demi bisa menyekolahkan mereka. Dengan adanya kejadian ini kapolsek akan lebih intensif menerjunkan personel ke sekolah-sekolah, untuk memberikan arahan sehingga aksi serupa tidak terulang lagi. (*)

 

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Riyan Fadli/Jawa Pos Radar Semarang

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Semarang

- Advertisement -

SEMARANG, RADARJEMBER.ID – Puluhan remaja diamankan aparat Polsek Gringsing, Selasa (9/8) sore. Mereka diketahui hendak tawuran. Awalnya mereka berkumpul di dekat makam Desa Gringsing sekitar pukul 17.00 WIB. Warga merasa curiga segera melapor ke polsek karena beberapa di antara remaja itu membawa pentungan dan senjata tajam.

BACA JUGA : Sharp Indonesia Dukung Timnas Berlaga di Piala Dunia 2022

Anggota polsek langsung meluncur ke lokasi dan mengepung dari dua arah. Sehingga para remaja tersebut tidak dapat melarikan diri. Setelah diinterogasi mereka mengaku berasal dari gabungan beberapa SMP. Para remaja itu akan tawuran melawan pelajar dari luar daerah di jembatan Kali Kuto. Rabu (10/8) kemarin.

Para remaja itu dikumpulkan kembali bersama orang tua masing-masing. Mereka mendapat arahan langsung dari kapolsek. Jika ke depan mereka melakukan aksi serupa, pihaknya tidak segan-segan memprosesnya secara hukum. Kapolsek Gringsing AKP Andi Fajar prihatin dengan aksi pelajar itu. Dia tida bisa membayangkan apabila tidak ketahuan dan sampai terjadi tawuran.

“Mereka masih taraf mencari jati diri dan tidak memikirkan risiko yang terjadi. Jika sampai ada korban jiwa atau cacat mereka juga yang rugi,” tegas kapolsek. Di depan para pelajar dan orang tua, kapolsek memberi nasihat untuk fokus pada sekolah dan masa depan. “Jika sampai ada yang kehilangan nyawa kalian yang menanggung risiko,” lanjut AKP Andi Fajar.

Beberapa pelajar yang mendapat arahan terlihat menangis dan merasa bersalah. Apalagi setelah diterangkan juga usaha orang tua yang banting tulang demi bisa menyekolahkan mereka. Dengan adanya kejadian ini kapolsek akan lebih intensif menerjunkan personel ke sekolah-sekolah, untuk memberikan arahan sehingga aksi serupa tidak terulang lagi. (*)

 

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Riyan Fadli/Jawa Pos Radar Semarang

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Semarang

SEMARANG, RADARJEMBER.ID – Puluhan remaja diamankan aparat Polsek Gringsing, Selasa (9/8) sore. Mereka diketahui hendak tawuran. Awalnya mereka berkumpul di dekat makam Desa Gringsing sekitar pukul 17.00 WIB. Warga merasa curiga segera melapor ke polsek karena beberapa di antara remaja itu membawa pentungan dan senjata tajam.

BACA JUGA : Sharp Indonesia Dukung Timnas Berlaga di Piala Dunia 2022

Anggota polsek langsung meluncur ke lokasi dan mengepung dari dua arah. Sehingga para remaja tersebut tidak dapat melarikan diri. Setelah diinterogasi mereka mengaku berasal dari gabungan beberapa SMP. Para remaja itu akan tawuran melawan pelajar dari luar daerah di jembatan Kali Kuto. Rabu (10/8) kemarin.

Para remaja itu dikumpulkan kembali bersama orang tua masing-masing. Mereka mendapat arahan langsung dari kapolsek. Jika ke depan mereka melakukan aksi serupa, pihaknya tidak segan-segan memprosesnya secara hukum. Kapolsek Gringsing AKP Andi Fajar prihatin dengan aksi pelajar itu. Dia tida bisa membayangkan apabila tidak ketahuan dan sampai terjadi tawuran.

“Mereka masih taraf mencari jati diri dan tidak memikirkan risiko yang terjadi. Jika sampai ada korban jiwa atau cacat mereka juga yang rugi,” tegas kapolsek. Di depan para pelajar dan orang tua, kapolsek memberi nasihat untuk fokus pada sekolah dan masa depan. “Jika sampai ada yang kehilangan nyawa kalian yang menanggung risiko,” lanjut AKP Andi Fajar.

Beberapa pelajar yang mendapat arahan terlihat menangis dan merasa bersalah. Apalagi setelah diterangkan juga usaha orang tua yang banting tulang demi bisa menyekolahkan mereka. Dengan adanya kejadian ini kapolsek akan lebih intensif menerjunkan personel ke sekolah-sekolah, untuk memberikan arahan sehingga aksi serupa tidak terulang lagi. (*)

 

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Riyan Fadli/Jawa Pos Radar Semarang

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Semarang

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/