alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Lapor Polisi Gara-Gara Perusahaan Dirugikan Rp 1 Miliar

Mobile_AP_Rectangle 1

PROBOLINGGO-RADARJEMBER.ID- Selama dua tahun, EBR, 35, warga Kota Probolinggo, menggelapkan hasil produksi perusahaan di tempat dia bekerja. Tak tanggung-tanggung, perusahaan pengolahan ikan CV Karya Samudra, tempatnya bekerja, mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar.

BACA JUGA : Polres Jember Ciduk Dua Debt Collector Mobil, Terancam 12 Tahun Penjara

Dessy Sukmawati, 42, pemilik perusahaan pun tidak terima. Dia melaporkan pelaku EBR ke Polres Probolinggo Kota. EBR dilaporkan bersama dua rekannya yang sama-sama berstatus karyawan di CV Karya Samudra. Yaitu, AH, 39, warga Kabupaten Probolinggo dan AAH, 21, warga Kota Probolinggo.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebab, mereka selama ini selalu membantu EBR melakukan penggelapan.Ya, selama dua tahun EBR yang merupakan pengawas menjual hasil ikan milik perusahaan tanpa sepengetahuan perusahaan. Mulai 2020 hingga pertengahan 2022. Uang hasil penjualan pun masuk ke kantong pribadinya.

S.W. Djando, penasihat hukum perusahaan menyebut, penggelapan itu diketahui pertama kali pada 2 Agustus. Saat itu, AAH diminta mengantar ikan oleh EBR ke sebuah tempat. Karena curiga, AAH menanyakan hal ini pada Dessy. Ternyata, aksi EBR ini dilakukan tanpa sepengetahuan perusahaan.

Usai diusut, AAH mengaku sering diminta oleh EBR mengantar ikan ke seseorang di timur TWSL Kota Probolinggo. Namun, uang hasil penjualan ini tidak pernah disetorkan ke perusahaan. Dan perbuatannya sudah dilakukan selama dua tahun terakhir dan tderpaksa dilaporkan .

“EBR ini sudah bekerja selama dua tahun. Namun, ia malah menyalahgunakan kewenangan yang diberikan. Beberapa hasil ikan yang didapatkan dijual lagi tanpa seizin dari perusahaan,” ungkapnya.AAH saat ditemui di Mapolres Probolinggo Kota mengaku, sudah 14-20 kali EBR memintanya untuk menjual ikan ke seseorang di Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.(*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Ilustrasi:Istimewa

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Bromo

 

 

- Advertisement -

PROBOLINGGO-RADARJEMBER.ID- Selama dua tahun, EBR, 35, warga Kota Probolinggo, menggelapkan hasil produksi perusahaan di tempat dia bekerja. Tak tanggung-tanggung, perusahaan pengolahan ikan CV Karya Samudra, tempatnya bekerja, mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar.

BACA JUGA : Polres Jember Ciduk Dua Debt Collector Mobil, Terancam 12 Tahun Penjara

Dessy Sukmawati, 42, pemilik perusahaan pun tidak terima. Dia melaporkan pelaku EBR ke Polres Probolinggo Kota. EBR dilaporkan bersama dua rekannya yang sama-sama berstatus karyawan di CV Karya Samudra. Yaitu, AH, 39, warga Kabupaten Probolinggo dan AAH, 21, warga Kota Probolinggo.

Sebab, mereka selama ini selalu membantu EBR melakukan penggelapan.Ya, selama dua tahun EBR yang merupakan pengawas menjual hasil ikan milik perusahaan tanpa sepengetahuan perusahaan. Mulai 2020 hingga pertengahan 2022. Uang hasil penjualan pun masuk ke kantong pribadinya.

S.W. Djando, penasihat hukum perusahaan menyebut, penggelapan itu diketahui pertama kali pada 2 Agustus. Saat itu, AAH diminta mengantar ikan oleh EBR ke sebuah tempat. Karena curiga, AAH menanyakan hal ini pada Dessy. Ternyata, aksi EBR ini dilakukan tanpa sepengetahuan perusahaan.

Usai diusut, AAH mengaku sering diminta oleh EBR mengantar ikan ke seseorang di timur TWSL Kota Probolinggo. Namun, uang hasil penjualan ini tidak pernah disetorkan ke perusahaan. Dan perbuatannya sudah dilakukan selama dua tahun terakhir dan tderpaksa dilaporkan .

“EBR ini sudah bekerja selama dua tahun. Namun, ia malah menyalahgunakan kewenangan yang diberikan. Beberapa hasil ikan yang didapatkan dijual lagi tanpa seizin dari perusahaan,” ungkapnya.AAH saat ditemui di Mapolres Probolinggo Kota mengaku, sudah 14-20 kali EBR memintanya untuk menjual ikan ke seseorang di Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.(*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Ilustrasi:Istimewa

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Bromo

 

 

PROBOLINGGO-RADARJEMBER.ID- Selama dua tahun, EBR, 35, warga Kota Probolinggo, menggelapkan hasil produksi perusahaan di tempat dia bekerja. Tak tanggung-tanggung, perusahaan pengolahan ikan CV Karya Samudra, tempatnya bekerja, mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar.

BACA JUGA : Polres Jember Ciduk Dua Debt Collector Mobil, Terancam 12 Tahun Penjara

Dessy Sukmawati, 42, pemilik perusahaan pun tidak terima. Dia melaporkan pelaku EBR ke Polres Probolinggo Kota. EBR dilaporkan bersama dua rekannya yang sama-sama berstatus karyawan di CV Karya Samudra. Yaitu, AH, 39, warga Kabupaten Probolinggo dan AAH, 21, warga Kota Probolinggo.

Sebab, mereka selama ini selalu membantu EBR melakukan penggelapan.Ya, selama dua tahun EBR yang merupakan pengawas menjual hasil ikan milik perusahaan tanpa sepengetahuan perusahaan. Mulai 2020 hingga pertengahan 2022. Uang hasil penjualan pun masuk ke kantong pribadinya.

S.W. Djando, penasihat hukum perusahaan menyebut, penggelapan itu diketahui pertama kali pada 2 Agustus. Saat itu, AAH diminta mengantar ikan oleh EBR ke sebuah tempat. Karena curiga, AAH menanyakan hal ini pada Dessy. Ternyata, aksi EBR ini dilakukan tanpa sepengetahuan perusahaan.

Usai diusut, AAH mengaku sering diminta oleh EBR mengantar ikan ke seseorang di timur TWSL Kota Probolinggo. Namun, uang hasil penjualan ini tidak pernah disetorkan ke perusahaan. Dan perbuatannya sudah dilakukan selama dua tahun terakhir dan tderpaksa dilaporkan .

“EBR ini sudah bekerja selama dua tahun. Namun, ia malah menyalahgunakan kewenangan yang diberikan. Beberapa hasil ikan yang didapatkan dijual lagi tanpa seizin dari perusahaan,” ungkapnya.AAH saat ditemui di Mapolres Probolinggo Kota mengaku, sudah 14-20 kali EBR memintanya untuk menjual ikan ke seseorang di Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.(*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Ilustrasi:Istimewa

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Bromo

 

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/