alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

DPRD Pasuruan Usulkan Parkir Elektronik

Mobile_AP_Rectangle 1

PASURUAN, RADARJEMBER.ID– Parkir pasar di Kota Pasuruan dinilai bisa potensi sumber pendapatan asli daerah (PAD) dan sangatlah menjanjikan. Asalkan, pengelolaannya tepat. DPRD Kota Pasuruan mendorong agar pemerintah kota mulai melakukan alih teknologi dalam mengelola parkir tersebut.

Selama ini pemerintah memberlakukan retribusi terhadap parkir pasar. Mulai dari Pasar Kebonagung, Pasar Karangketug, Pasal Mebel, Pasar Gadingrejo dan Pasar Poncol. Namun penarikan retribusi masih dilakukan manual.”Tahun ini kami minta sudah bisa dilakukan perencanaan matang terkait pendapatan parkir pasar,” kata anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan Moch. Arief.

Menurutnya, penarikan retribusi parkir secara manual merupakan cara yang sudah usang. Pemerintah perlu memperhitungkan penerapan teknologi dalam pengelolaan parkir tersebut. Yakni e-parkir. Apalagi hal itu sebenarnya bukan hal baru. Setidaknya, pemerintah sudah menerapkann di RSUD dr. R. Soedarsono.

Mobile_AP_Rectangle 2

”Kami melihat antara potensi dengan hasil pendapatan retribusi yang masuk ini sangat njomplang,” jelas Arif.Padahal ia menganggap pasar punya potensi besar. Karena tempat itu menjadi pusat perputaran ekonomi yang hampir setiap hari tak pernah mati. Sehingga potensi retribusi parkirnya juga bisa lebih besar.

Politikus PDIP tersebut berujar, dengan penerapan e-parkir, potensi pendapatan yang bakal diterima daerah lebih mudah terpenuhi. Dengan demikian, sektor parkir bisa menjadi salah satu pemicu kenaikan pendapatan asli daerah.”PAD Kota Pasuruan bisa naik dan yang terpenting lagi tidak ada kebocoran,” ujar dia.(*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:M.Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Bromo

 

- Advertisement -

PASURUAN, RADARJEMBER.ID– Parkir pasar di Kota Pasuruan dinilai bisa potensi sumber pendapatan asli daerah (PAD) dan sangatlah menjanjikan. Asalkan, pengelolaannya tepat. DPRD Kota Pasuruan mendorong agar pemerintah kota mulai melakukan alih teknologi dalam mengelola parkir tersebut.

Selama ini pemerintah memberlakukan retribusi terhadap parkir pasar. Mulai dari Pasar Kebonagung, Pasar Karangketug, Pasal Mebel, Pasar Gadingrejo dan Pasar Poncol. Namun penarikan retribusi masih dilakukan manual.”Tahun ini kami minta sudah bisa dilakukan perencanaan matang terkait pendapatan parkir pasar,” kata anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan Moch. Arief.

Menurutnya, penarikan retribusi parkir secara manual merupakan cara yang sudah usang. Pemerintah perlu memperhitungkan penerapan teknologi dalam pengelolaan parkir tersebut. Yakni e-parkir. Apalagi hal itu sebenarnya bukan hal baru. Setidaknya, pemerintah sudah menerapkann di RSUD dr. R. Soedarsono.

”Kami melihat antara potensi dengan hasil pendapatan retribusi yang masuk ini sangat njomplang,” jelas Arif.Padahal ia menganggap pasar punya potensi besar. Karena tempat itu menjadi pusat perputaran ekonomi yang hampir setiap hari tak pernah mati. Sehingga potensi retribusi parkirnya juga bisa lebih besar.

Politikus PDIP tersebut berujar, dengan penerapan e-parkir, potensi pendapatan yang bakal diterima daerah lebih mudah terpenuhi. Dengan demikian, sektor parkir bisa menjadi salah satu pemicu kenaikan pendapatan asli daerah.”PAD Kota Pasuruan bisa naik dan yang terpenting lagi tidak ada kebocoran,” ujar dia.(*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:M.Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Bromo

 

PASURUAN, RADARJEMBER.ID– Parkir pasar di Kota Pasuruan dinilai bisa potensi sumber pendapatan asli daerah (PAD) dan sangatlah menjanjikan. Asalkan, pengelolaannya tepat. DPRD Kota Pasuruan mendorong agar pemerintah kota mulai melakukan alih teknologi dalam mengelola parkir tersebut.

Selama ini pemerintah memberlakukan retribusi terhadap parkir pasar. Mulai dari Pasar Kebonagung, Pasar Karangketug, Pasal Mebel, Pasar Gadingrejo dan Pasar Poncol. Namun penarikan retribusi masih dilakukan manual.”Tahun ini kami minta sudah bisa dilakukan perencanaan matang terkait pendapatan parkir pasar,” kata anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan Moch. Arief.

Menurutnya, penarikan retribusi parkir secara manual merupakan cara yang sudah usang. Pemerintah perlu memperhitungkan penerapan teknologi dalam pengelolaan parkir tersebut. Yakni e-parkir. Apalagi hal itu sebenarnya bukan hal baru. Setidaknya, pemerintah sudah menerapkann di RSUD dr. R. Soedarsono.

”Kami melihat antara potensi dengan hasil pendapatan retribusi yang masuk ini sangat njomplang,” jelas Arif.Padahal ia menganggap pasar punya potensi besar. Karena tempat itu menjadi pusat perputaran ekonomi yang hampir setiap hari tak pernah mati. Sehingga potensi retribusi parkirnya juga bisa lebih besar.

Politikus PDIP tersebut berujar, dengan penerapan e-parkir, potensi pendapatan yang bakal diterima daerah lebih mudah terpenuhi. Dengan demikian, sektor parkir bisa menjadi salah satu pemicu kenaikan pendapatan asli daerah.”PAD Kota Pasuruan bisa naik dan yang terpenting lagi tidak ada kebocoran,” ujar dia.(*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:M.Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Bromo

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/