23.7 C
Jember
Friday, 3 February 2023

Bea Cukai Malang Temukan Rokok Ilegal Hendak Dikirim Lewat Pos

Mobile_AP_Rectangle 1

MALANG KOTA, RADARJEMBER.ID – Kantor Bea Cukai Tipe Madya Malang kembali menggagalkan pengiriman rokok ilegal pada awal Agustus ini. Selama dua hari, mereka menyita 8.660 bungkus rokok ilegal yang akan dikirim ke Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten. Seluruhnya disita dari gudang perusahaan jasa pengiriman atau ekspedisi.

BACA JUGA : Sharp Indonesia Dukung Timnas Berlaga di Piala Dunia 2022

Razia rokok bodong atau tanpa dilengkapi pita cukai itu dimulai pada 8 Agustus 2022 pukul 17.15 dan berakhir pada pukul 00.15 hari berikutnya. Sasaran pertama adalah di Kantor Pos Besar Kota Malang. ”Kami jalan dua tim dan berpencar ke tiga lokasi,” kata Kepala Bea Cukai Malang Gunawan Tri Wibowo.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di gudang milik jasa ekspedisi milik negara itu, tim mendapati rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) merek RQ Pro Rizquna. Total ada 500 bungkus diambil dan dibawa petugas. Semuanya dalam kondisi siap kirim. Setelah dari pusat Kota Malang, tim yang sama beranjak ke gudang land haul milik ekspedisi Sicepat di Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Di sana, petugas mendapati rokok ilegal dalam jumlah yang lebih banyak. Total ada 6.050 bungkus rokok SKM dengan berbagai merek. Masih berkaitan dengan perusahaan ekspedisi Sicepat, tim kedua berjalan ke gudang pengiriman yang berada di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Hasilnya, 2.110 bungkus rokok jenis SKM tanpa pita cukai disita petugas. Dalam operasi yang terhitung berjalan selama dua hari itu, 8.660 bungkus rokok ilegal disita petugas. Gunawan menjelaskan, semua barang yang disita telah mendekati waktu pengiriman ke tujuan masing-masing.

“Dari tiga tempat itu kami mendapati tujuan pengirimannya ke daerah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten. Khusus di Jawa Tengah, sasarannya satu kota, yakni Semarang,” ungkap Gunawan.. Dari operasi tersebut, total nilai barang ketika dijual mencapai Rp 60,3 juta (60.354.000).

Karena seperti diketahui, rokok ilegal yang memiliki isi 20 batang itu rata-rata biasa dibanderol dengan harga Rp 10 ribu harga tersebut sangatlah murah.Sedangkan untuk potensi kerugian negara, diperkirakan mencapai Rp 103,4 Juta (103.464.000). Operasi seperti ini masih akan terus dilaksanakan oleh Bea Cukai. (*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Bea Cukai Malang for Jawa Pos Radar Malang

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Malang

 

- Advertisement -

MALANG KOTA, RADARJEMBER.ID – Kantor Bea Cukai Tipe Madya Malang kembali menggagalkan pengiriman rokok ilegal pada awal Agustus ini. Selama dua hari, mereka menyita 8.660 bungkus rokok ilegal yang akan dikirim ke Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten. Seluruhnya disita dari gudang perusahaan jasa pengiriman atau ekspedisi.

BACA JUGA : Sharp Indonesia Dukung Timnas Berlaga di Piala Dunia 2022

Razia rokok bodong atau tanpa dilengkapi pita cukai itu dimulai pada 8 Agustus 2022 pukul 17.15 dan berakhir pada pukul 00.15 hari berikutnya. Sasaran pertama adalah di Kantor Pos Besar Kota Malang. ”Kami jalan dua tim dan berpencar ke tiga lokasi,” kata Kepala Bea Cukai Malang Gunawan Tri Wibowo.

Di gudang milik jasa ekspedisi milik negara itu, tim mendapati rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) merek RQ Pro Rizquna. Total ada 500 bungkus diambil dan dibawa petugas. Semuanya dalam kondisi siap kirim. Setelah dari pusat Kota Malang, tim yang sama beranjak ke gudang land haul milik ekspedisi Sicepat di Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Di sana, petugas mendapati rokok ilegal dalam jumlah yang lebih banyak. Total ada 6.050 bungkus rokok SKM dengan berbagai merek. Masih berkaitan dengan perusahaan ekspedisi Sicepat, tim kedua berjalan ke gudang pengiriman yang berada di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Hasilnya, 2.110 bungkus rokok jenis SKM tanpa pita cukai disita petugas. Dalam operasi yang terhitung berjalan selama dua hari itu, 8.660 bungkus rokok ilegal disita petugas. Gunawan menjelaskan, semua barang yang disita telah mendekati waktu pengiriman ke tujuan masing-masing.

“Dari tiga tempat itu kami mendapati tujuan pengirimannya ke daerah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten. Khusus di Jawa Tengah, sasarannya satu kota, yakni Semarang,” ungkap Gunawan.. Dari operasi tersebut, total nilai barang ketika dijual mencapai Rp 60,3 juta (60.354.000).

Karena seperti diketahui, rokok ilegal yang memiliki isi 20 batang itu rata-rata biasa dibanderol dengan harga Rp 10 ribu harga tersebut sangatlah murah.Sedangkan untuk potensi kerugian negara, diperkirakan mencapai Rp 103,4 Juta (103.464.000). Operasi seperti ini masih akan terus dilaksanakan oleh Bea Cukai. (*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Bea Cukai Malang for Jawa Pos Radar Malang

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Malang

 

MALANG KOTA, RADARJEMBER.ID – Kantor Bea Cukai Tipe Madya Malang kembali menggagalkan pengiriman rokok ilegal pada awal Agustus ini. Selama dua hari, mereka menyita 8.660 bungkus rokok ilegal yang akan dikirim ke Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten. Seluruhnya disita dari gudang perusahaan jasa pengiriman atau ekspedisi.

BACA JUGA : Sharp Indonesia Dukung Timnas Berlaga di Piala Dunia 2022

Razia rokok bodong atau tanpa dilengkapi pita cukai itu dimulai pada 8 Agustus 2022 pukul 17.15 dan berakhir pada pukul 00.15 hari berikutnya. Sasaran pertama adalah di Kantor Pos Besar Kota Malang. ”Kami jalan dua tim dan berpencar ke tiga lokasi,” kata Kepala Bea Cukai Malang Gunawan Tri Wibowo.

Di gudang milik jasa ekspedisi milik negara itu, tim mendapati rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) merek RQ Pro Rizquna. Total ada 500 bungkus diambil dan dibawa petugas. Semuanya dalam kondisi siap kirim. Setelah dari pusat Kota Malang, tim yang sama beranjak ke gudang land haul milik ekspedisi Sicepat di Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Di sana, petugas mendapati rokok ilegal dalam jumlah yang lebih banyak. Total ada 6.050 bungkus rokok SKM dengan berbagai merek. Masih berkaitan dengan perusahaan ekspedisi Sicepat, tim kedua berjalan ke gudang pengiriman yang berada di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Hasilnya, 2.110 bungkus rokok jenis SKM tanpa pita cukai disita petugas. Dalam operasi yang terhitung berjalan selama dua hari itu, 8.660 bungkus rokok ilegal disita petugas. Gunawan menjelaskan, semua barang yang disita telah mendekati waktu pengiriman ke tujuan masing-masing.

“Dari tiga tempat itu kami mendapati tujuan pengirimannya ke daerah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten. Khusus di Jawa Tengah, sasarannya satu kota, yakni Semarang,” ungkap Gunawan.. Dari operasi tersebut, total nilai barang ketika dijual mencapai Rp 60,3 juta (60.354.000).

Karena seperti diketahui, rokok ilegal yang memiliki isi 20 batang itu rata-rata biasa dibanderol dengan harga Rp 10 ribu harga tersebut sangatlah murah.Sedangkan untuk potensi kerugian negara, diperkirakan mencapai Rp 103,4 Juta (103.464.000). Operasi seperti ini masih akan terus dilaksanakan oleh Bea Cukai. (*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Bea Cukai Malang for Jawa Pos Radar Malang

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Malang

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca