21.6 C
Jember
Wednesday, 31 May 2023

Gelar Pasar Murah Unik Dekat Gunung

Mobile_AP_Rectangle 1

MAGELANG, RADARJEMBER.ID- Pemuda di Dusun Gogik. Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang di bulan Ramadan 1443 H ini memiliki ide kreatif, wadah pemuda setempat bernama Karang Taruna Kompag Sigra Jumangkah melontarkan gagasan brilian mengadakan Pasar Ramadan. Namun perhelatan tersebut terkesan beda, karena sengaja dilangsungkan di dekat gunung dan ramai dikunjungi orang.

Kendati baru digelar namun pasar murah itu cukup artistik, karena stand dagangan terbuat dari bambu beratap jerami. Selain itu keunikan lain pasar murah ini adalah terdapat ornamen ketupat, sehingga tampilan stand terkesan lebih menarik. Dalam kegiatan itu, karang taruna desa tersebut membangun stand tidak lebih dari 20 untuk kepentingan pasar murah.

Nida Mubarok, Ketua Panitia Pasar Ramadan menegaskan, pasar murah dibuka di hari pertama puasa Ramadan dan berakhir hingga Ramadan memasuki hari ke-20. Pasar murah itu memadukan nuansa tradisional dan Ramadan, mulai dari gapura pintu masuk hingga stand itu sendiri dan berlangsung dari pukul 14.00-20.00.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Pemuda karang taruna melibatkan warga desa untuk berjualan berbagai jajanan tradisional, sayuran hingga sembako, meski lokasi ini sangat dingin karena dekat gunung namun setiap hari dibanjiri pengunjung. Mereka tidak saja dari kawasan Magelang saja, namun ada pula pengunjung dari kota lain,” tegas Nida.

Ditambahkan oleh Nida, pasar murah ini kerap dijuluki sebagai Pasar Ramadan Magelang Lantai Dua, ini lantaran berada di dekat Gunung Andong dan oleh warga seringkali disebut lantai dua Magelang. Meski acara itu berada di pegunungan, namun para penghobi sepeda saat ngabuburit seringkali menjadikan pasar murah itu sebagai tempat untuk berbuka puasa.(*)

 

Penulis Berita: Winardyasto
Foto: Istimewa
Sumber Berita: Radar Jogja

 

- Advertisement -

MAGELANG, RADARJEMBER.ID- Pemuda di Dusun Gogik. Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang di bulan Ramadan 1443 H ini memiliki ide kreatif, wadah pemuda setempat bernama Karang Taruna Kompag Sigra Jumangkah melontarkan gagasan brilian mengadakan Pasar Ramadan. Namun perhelatan tersebut terkesan beda, karena sengaja dilangsungkan di dekat gunung dan ramai dikunjungi orang.

Kendati baru digelar namun pasar murah itu cukup artistik, karena stand dagangan terbuat dari bambu beratap jerami. Selain itu keunikan lain pasar murah ini adalah terdapat ornamen ketupat, sehingga tampilan stand terkesan lebih menarik. Dalam kegiatan itu, karang taruna desa tersebut membangun stand tidak lebih dari 20 untuk kepentingan pasar murah.

Nida Mubarok, Ketua Panitia Pasar Ramadan menegaskan, pasar murah dibuka di hari pertama puasa Ramadan dan berakhir hingga Ramadan memasuki hari ke-20. Pasar murah itu memadukan nuansa tradisional dan Ramadan, mulai dari gapura pintu masuk hingga stand itu sendiri dan berlangsung dari pukul 14.00-20.00.

“Pemuda karang taruna melibatkan warga desa untuk berjualan berbagai jajanan tradisional, sayuran hingga sembako, meski lokasi ini sangat dingin karena dekat gunung namun setiap hari dibanjiri pengunjung. Mereka tidak saja dari kawasan Magelang saja, namun ada pula pengunjung dari kota lain,” tegas Nida.

Ditambahkan oleh Nida, pasar murah ini kerap dijuluki sebagai Pasar Ramadan Magelang Lantai Dua, ini lantaran berada di dekat Gunung Andong dan oleh warga seringkali disebut lantai dua Magelang. Meski acara itu berada di pegunungan, namun para penghobi sepeda saat ngabuburit seringkali menjadikan pasar murah itu sebagai tempat untuk berbuka puasa.(*)

 

Penulis Berita: Winardyasto
Foto: Istimewa
Sumber Berita: Radar Jogja

 

MAGELANG, RADARJEMBER.ID- Pemuda di Dusun Gogik. Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang di bulan Ramadan 1443 H ini memiliki ide kreatif, wadah pemuda setempat bernama Karang Taruna Kompag Sigra Jumangkah melontarkan gagasan brilian mengadakan Pasar Ramadan. Namun perhelatan tersebut terkesan beda, karena sengaja dilangsungkan di dekat gunung dan ramai dikunjungi orang.

Kendati baru digelar namun pasar murah itu cukup artistik, karena stand dagangan terbuat dari bambu beratap jerami. Selain itu keunikan lain pasar murah ini adalah terdapat ornamen ketupat, sehingga tampilan stand terkesan lebih menarik. Dalam kegiatan itu, karang taruna desa tersebut membangun stand tidak lebih dari 20 untuk kepentingan pasar murah.

Nida Mubarok, Ketua Panitia Pasar Ramadan menegaskan, pasar murah dibuka di hari pertama puasa Ramadan dan berakhir hingga Ramadan memasuki hari ke-20. Pasar murah itu memadukan nuansa tradisional dan Ramadan, mulai dari gapura pintu masuk hingga stand itu sendiri dan berlangsung dari pukul 14.00-20.00.

“Pemuda karang taruna melibatkan warga desa untuk berjualan berbagai jajanan tradisional, sayuran hingga sembako, meski lokasi ini sangat dingin karena dekat gunung namun setiap hari dibanjiri pengunjung. Mereka tidak saja dari kawasan Magelang saja, namun ada pula pengunjung dari kota lain,” tegas Nida.

Ditambahkan oleh Nida, pasar murah ini kerap dijuluki sebagai Pasar Ramadan Magelang Lantai Dua, ini lantaran berada di dekat Gunung Andong dan oleh warga seringkali disebut lantai dua Magelang. Meski acara itu berada di pegunungan, namun para penghobi sepeda saat ngabuburit seringkali menjadikan pasar murah itu sebagai tempat untuk berbuka puasa.(*)

 

Penulis Berita: Winardyasto
Foto: Istimewa
Sumber Berita: Radar Jogja

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca