alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Ngeri, Anak Presiden Gibran dan Kaesang Dilaporkan ke KPK

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Dosen universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga seorang aktivis 98 Ubedillah Badrun melaporkan dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep dilaporkan terkait dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Hal ini karena hubungan relasi bisnis dua anak Jokowi dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan.

“Laporan ini terkait dengan dugaan Tipikor dan TPPU berkaitan dengan dugaan KKN relasi bisnis anak presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan,” ujar Ubedillah di Gedung Merah Putih KPK, melansir dari JawaPos.com Senin (10/1).

Laporan Ubedillah bermula dari 2015 lalu saat perusahaan berinisial PT SM menjadi tersangka pembakaran hutan. Selain itu kementerian lingkungan hidup dan Kehutanan (KLHK) menuntut Rp 7,9 triliun.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Tetapi kemudian oleh MA dikabulkan hanya Rp 78 miliar. Itu terjadi pada Februari 2019, setelah anak presiden membuat perusahaan gabungan dengan anak petinggi perusahaan PT SM,” jelas Ubedillah.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Dosen universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga seorang aktivis 98 Ubedillah Badrun melaporkan dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep dilaporkan terkait dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Hal ini karena hubungan relasi bisnis dua anak Jokowi dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan.

“Laporan ini terkait dengan dugaan Tipikor dan TPPU berkaitan dengan dugaan KKN relasi bisnis anak presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan,” ujar Ubedillah di Gedung Merah Putih KPK, melansir dari JawaPos.com Senin (10/1).

Laporan Ubedillah bermula dari 2015 lalu saat perusahaan berinisial PT SM menjadi tersangka pembakaran hutan. Selain itu kementerian lingkungan hidup dan Kehutanan (KLHK) menuntut Rp 7,9 triliun.

“Tetapi kemudian oleh MA dikabulkan hanya Rp 78 miliar. Itu terjadi pada Februari 2019, setelah anak presiden membuat perusahaan gabungan dengan anak petinggi perusahaan PT SM,” jelas Ubedillah.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Dosen universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga seorang aktivis 98 Ubedillah Badrun melaporkan dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep dilaporkan terkait dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Hal ini karena hubungan relasi bisnis dua anak Jokowi dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan.

“Laporan ini terkait dengan dugaan Tipikor dan TPPU berkaitan dengan dugaan KKN relasi bisnis anak presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan,” ujar Ubedillah di Gedung Merah Putih KPK, melansir dari JawaPos.com Senin (10/1).

Laporan Ubedillah bermula dari 2015 lalu saat perusahaan berinisial PT SM menjadi tersangka pembakaran hutan. Selain itu kementerian lingkungan hidup dan Kehutanan (KLHK) menuntut Rp 7,9 triliun.

“Tetapi kemudian oleh MA dikabulkan hanya Rp 78 miliar. Itu terjadi pada Februari 2019, setelah anak presiden membuat perusahaan gabungan dengan anak petinggi perusahaan PT SM,” jelas Ubedillah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/