alexametrics
23.7 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Tantri-Hasan Tetap Ditahan Tunggu Putusan Banding

Mobile_AP_Rectangle 1

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.ID- Penahanan Puput Tantriana Sari Bupati Probolinggo nonaktif dan sang suami, Hasan Aminuddin, diperpanjang. Sebab, putusan banding kasus dugaan korupsi jual beli Jabatan Pj Kades di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, belum turun.

Arief Suhermanto, salah satu tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK saat dikonfirmasi  oleh para wartaewan mengatakan, untuk proses hukum dugaan korupsi jual beli jabatan Pj Kades 2021 di Kabupaten Probolinggo, masih belum tuntas dan belum inkracht. Saat ini masih menunggu putusan proses banding.

”Untuk perkara terdakwa Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin, masih menunggu putusan banding. Kami sudah ajukan banding,  masih menunggu putusan banding itu turun,” kata Arief.Diketahui sebelumnya, vonis hukuman pidana terhadap Terdakwa Puput Tantriana Sari, Bupati Probolinggo Nonaktif dan suaminya, Hasan Aminuddin, separo dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Mobile_AP_Rectangle 2

Majelis hakim pengadilan Tipikor Surabaya, menjatuhi hukuman pidana masing-masing terdakwa hanya 4 tahun penjara. Sedangkan tuntutan JPU, terdakwa Tantri – Hasan dituntut dengan hukuman selama 8 tahun penjara.Terdakwa Tantri dan Hasan, sama-sama dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.

Sebagaimana dakwaan pertama, pasal 12 huruf a undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1)ke-1 KUHP Jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.Terdakwa Tantri dan Hasan juga dipidana membayar denda masingp-masing Rp 200 juta, dengan subsider hukuman selama 2 bulan kurungan.

Selain itu, terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 20 juta.Ditanya soal penahanan Tantri-Hasan? Arief menerangkan, untuk status penahanan sejak perkara diajukan banding, menjadi kewenangan majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jatim. Hanya saja, pelaksanaan atau eksekusinya tetap masih melekat di jaksa.(*)

 

Editor:Winardyasto HariKIrono

Foto:Dokumen Jawa Pos Radar Bromo

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Bromo

 

- Advertisement -

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.ID- Penahanan Puput Tantriana Sari Bupati Probolinggo nonaktif dan sang suami, Hasan Aminuddin, diperpanjang. Sebab, putusan banding kasus dugaan korupsi jual beli Jabatan Pj Kades di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, belum turun.

Arief Suhermanto, salah satu tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK saat dikonfirmasi  oleh para wartaewan mengatakan, untuk proses hukum dugaan korupsi jual beli jabatan Pj Kades 2021 di Kabupaten Probolinggo, masih belum tuntas dan belum inkracht. Saat ini masih menunggu putusan proses banding.

”Untuk perkara terdakwa Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin, masih menunggu putusan banding. Kami sudah ajukan banding,  masih menunggu putusan banding itu turun,” kata Arief.Diketahui sebelumnya, vonis hukuman pidana terhadap Terdakwa Puput Tantriana Sari, Bupati Probolinggo Nonaktif dan suaminya, Hasan Aminuddin, separo dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Majelis hakim pengadilan Tipikor Surabaya, menjatuhi hukuman pidana masing-masing terdakwa hanya 4 tahun penjara. Sedangkan tuntutan JPU, terdakwa Tantri – Hasan dituntut dengan hukuman selama 8 tahun penjara.Terdakwa Tantri dan Hasan, sama-sama dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.

Sebagaimana dakwaan pertama, pasal 12 huruf a undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1)ke-1 KUHP Jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.Terdakwa Tantri dan Hasan juga dipidana membayar denda masingp-masing Rp 200 juta, dengan subsider hukuman selama 2 bulan kurungan.

Selain itu, terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 20 juta.Ditanya soal penahanan Tantri-Hasan? Arief menerangkan, untuk status penahanan sejak perkara diajukan banding, menjadi kewenangan majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jatim. Hanya saja, pelaksanaan atau eksekusinya tetap masih melekat di jaksa.(*)

 

Editor:Winardyasto HariKIrono

Foto:Dokumen Jawa Pos Radar Bromo

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Bromo

 

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.ID- Penahanan Puput Tantriana Sari Bupati Probolinggo nonaktif dan sang suami, Hasan Aminuddin, diperpanjang. Sebab, putusan banding kasus dugaan korupsi jual beli Jabatan Pj Kades di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, belum turun.

Arief Suhermanto, salah satu tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK saat dikonfirmasi  oleh para wartaewan mengatakan, untuk proses hukum dugaan korupsi jual beli jabatan Pj Kades 2021 di Kabupaten Probolinggo, masih belum tuntas dan belum inkracht. Saat ini masih menunggu putusan proses banding.

”Untuk perkara terdakwa Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin, masih menunggu putusan banding. Kami sudah ajukan banding,  masih menunggu putusan banding itu turun,” kata Arief.Diketahui sebelumnya, vonis hukuman pidana terhadap Terdakwa Puput Tantriana Sari, Bupati Probolinggo Nonaktif dan suaminya, Hasan Aminuddin, separo dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Majelis hakim pengadilan Tipikor Surabaya, menjatuhi hukuman pidana masing-masing terdakwa hanya 4 tahun penjara. Sedangkan tuntutan JPU, terdakwa Tantri – Hasan dituntut dengan hukuman selama 8 tahun penjara.Terdakwa Tantri dan Hasan, sama-sama dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.

Sebagaimana dakwaan pertama, pasal 12 huruf a undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1)ke-1 KUHP Jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.Terdakwa Tantri dan Hasan juga dipidana membayar denda masingp-masing Rp 200 juta, dengan subsider hukuman selama 2 bulan kurungan.

Selain itu, terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 20 juta.Ditanya soal penahanan Tantri-Hasan? Arief menerangkan, untuk status penahanan sejak perkara diajukan banding, menjadi kewenangan majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jatim. Hanya saja, pelaksanaan atau eksekusinya tetap masih melekat di jaksa.(*)

 

Editor:Winardyasto HariKIrono

Foto:Dokumen Jawa Pos Radar Bromo

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Bromo

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/