alexametrics
23.7 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Tak Tutup Bekas Galian Tambang, Pencari Rumput Tewas Tertimbun

Mobile_AP_Rectangle 1

MAGETAN,RADARJEMBER.ID-Insiden tebing longsor di bekas galian C Desa Temboro, Kecamatan Karas, menimbulkan tanda tanya besar. Si empunya tambang diduga tak mematuhi kewajiban menutup atau mengamankan bekas galiannya.

BACA JUGA : Motif Penembakan Brigadir J Belum Terungkap? Apakah Ada Skenario Lagi

Hingga akhirnya, Prayitno, 48, petani asal Temboro, tewas tertimbun longsoran tebing di tambang tersebut pada Minggu (7/8) lalu. ‘’Kami akan periksa lebih lanjut,’’ kata Kasatreskrim Polres Magetan AKP Rudy Hidajanto, Selasa (9/8).

Mobile_AP_Rectangle 2

Diketahui, Prayitno ditemukan tewas tertimbun longsoran tebing tambang di Temboro pada Minggu malam. Sore harinya, dia bersama rekannya mencari rumput di sekitar tambang. Saat hendak pulang, rekannya hanya mendapati karung berisi rerumputan.

Ternyata, tak jauh dari lokasi, Prayitno ditemukan tertimbun longsoran.Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan Saif Muchlissun menyampaikan, setiap pelaku usaha pertambangan di Magetan harus mematuhi seluruh kewajiban yang diatur pemerintah.

Satu di antaranya menutup bekas galian tambang yang tak lagi digunakan.Kewajiban tersebut juga termasuk dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKP-UPL).

‘’Pelaku usaha harus memenuhi komitmen yang sudah dibuat sendiri,’’ tegas Saif menyinggung insiden longsor di bekas galian C di Temboro.Catatan Jawa Pos Radar Magetan, tambang pasir dan batu (sirtu) yang menewaskan Prayitno sudah disegel polisi sejak September tahun lalu.

Pasalnya, izin yang dikantongi MR, si empunya tambang, habis sejak Juli 2021. Dua bulan kemudian, tepatnya pada November, MR ditetapkan sebagai tersangka penambangan ilegal dan lupa menutup bekas galian tambang tersebut. (*)

 

Editor:Winardyasto HarIkirono

Foto:Humas Polres Magetan for Jawa Pos Radar Magetan

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Madiun

 

- Advertisement -

MAGETAN,RADARJEMBER.ID-Insiden tebing longsor di bekas galian C Desa Temboro, Kecamatan Karas, menimbulkan tanda tanya besar. Si empunya tambang diduga tak mematuhi kewajiban menutup atau mengamankan bekas galiannya.

BACA JUGA : Motif Penembakan Brigadir J Belum Terungkap? Apakah Ada Skenario Lagi

Hingga akhirnya, Prayitno, 48, petani asal Temboro, tewas tertimbun longsoran tebing di tambang tersebut pada Minggu (7/8) lalu. ‘’Kami akan periksa lebih lanjut,’’ kata Kasatreskrim Polres Magetan AKP Rudy Hidajanto, Selasa (9/8).

Diketahui, Prayitno ditemukan tewas tertimbun longsoran tebing tambang di Temboro pada Minggu malam. Sore harinya, dia bersama rekannya mencari rumput di sekitar tambang. Saat hendak pulang, rekannya hanya mendapati karung berisi rerumputan.

Ternyata, tak jauh dari lokasi, Prayitno ditemukan tertimbun longsoran.Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan Saif Muchlissun menyampaikan, setiap pelaku usaha pertambangan di Magetan harus mematuhi seluruh kewajiban yang diatur pemerintah.

Satu di antaranya menutup bekas galian tambang yang tak lagi digunakan.Kewajiban tersebut juga termasuk dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKP-UPL).

‘’Pelaku usaha harus memenuhi komitmen yang sudah dibuat sendiri,’’ tegas Saif menyinggung insiden longsor di bekas galian C di Temboro.Catatan Jawa Pos Radar Magetan, tambang pasir dan batu (sirtu) yang menewaskan Prayitno sudah disegel polisi sejak September tahun lalu.

Pasalnya, izin yang dikantongi MR, si empunya tambang, habis sejak Juli 2021. Dua bulan kemudian, tepatnya pada November, MR ditetapkan sebagai tersangka penambangan ilegal dan lupa menutup bekas galian tambang tersebut. (*)

 

Editor:Winardyasto HarIkirono

Foto:Humas Polres Magetan for Jawa Pos Radar Magetan

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Madiun

 

MAGETAN,RADARJEMBER.ID-Insiden tebing longsor di bekas galian C Desa Temboro, Kecamatan Karas, menimbulkan tanda tanya besar. Si empunya tambang diduga tak mematuhi kewajiban menutup atau mengamankan bekas galiannya.

BACA JUGA : Motif Penembakan Brigadir J Belum Terungkap? Apakah Ada Skenario Lagi

Hingga akhirnya, Prayitno, 48, petani asal Temboro, tewas tertimbun longsoran tebing di tambang tersebut pada Minggu (7/8) lalu. ‘’Kami akan periksa lebih lanjut,’’ kata Kasatreskrim Polres Magetan AKP Rudy Hidajanto, Selasa (9/8).

Diketahui, Prayitno ditemukan tewas tertimbun longsoran tebing tambang di Temboro pada Minggu malam. Sore harinya, dia bersama rekannya mencari rumput di sekitar tambang. Saat hendak pulang, rekannya hanya mendapati karung berisi rerumputan.

Ternyata, tak jauh dari lokasi, Prayitno ditemukan tertimbun longsoran.Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan Saif Muchlissun menyampaikan, setiap pelaku usaha pertambangan di Magetan harus mematuhi seluruh kewajiban yang diatur pemerintah.

Satu di antaranya menutup bekas galian tambang yang tak lagi digunakan.Kewajiban tersebut juga termasuk dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKP-UPL).

‘’Pelaku usaha harus memenuhi komitmen yang sudah dibuat sendiri,’’ tegas Saif menyinggung insiden longsor di bekas galian C di Temboro.Catatan Jawa Pos Radar Magetan, tambang pasir dan batu (sirtu) yang menewaskan Prayitno sudah disegel polisi sejak September tahun lalu.

Pasalnya, izin yang dikantongi MR, si empunya tambang, habis sejak Juli 2021. Dua bulan kemudian, tepatnya pada November, MR ditetapkan sebagai tersangka penambangan ilegal dan lupa menutup bekas galian tambang tersebut. (*)

 

Editor:Winardyasto HarIkirono

Foto:Humas Polres Magetan for Jawa Pos Radar Magetan

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Madiun

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/