alexametrics
23.7 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Masukan Publik Soal Kasus Brigadir J Mendapat Apresiasi Pemerintah

Mobile_AP_Rectangle 1

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Berbagai masukan dan dukungan dari publik terkait pengusutan kasus kematian Brigadir J oleh Kepolisian Indonesia beserta tim dan inspektorat khusus, mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Hal itu dinyatakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD dalam dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Kemenko Politik, Hukum, dan Keamanan, dari Jakarta. “Kepada masyarakat, pemerintah memberikan apresiasi atas berbagai masukan dan dukungan,” katanya.

BACA JUGA : APBD 2023 Terancam Molor, Dewan Surati Pemkab Jember

Mahfud menyampaikan bahwa pemerintah berharap dan mengajak masyarakat Indonesia dari berbagai elemen, terutama pihak-pihak di media massa, agar dapat terus memantau dan mengawasi kasus ini sampai tuntas.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Pemerintah berharap agar publik, baik itu akademisi, LSM, masyarakat sipil, tokoh masyarakat, purnawirawan, dan terutama media massa agar terus memantau dan mengawasi kasus ini hingga nanti pengadilan memutuskan perkara ini. Mari, bersama saya, kawal kasus ini agar negara ini berjalan menjadi lebih baik dan lebih baik,” katanya.

Apresiasi kepada Kepolisian Indonesia, sebelumnya dia sampaikan, khususnya Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Listyo S Prabowo yang serius mengusut kasus tewasnya Brigadir J.

Dengan keseriusan itu, lanjut dia, Kepolisian Indonesia saat ini telah menetapkan Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J karena ditembak.

Mahfud mengatakan kasus ini ibarat menangani ibu yang hendak melahirkan, namun mengalami kesulitan sehingga tim dokter terpaksa melakukan operasi sesar.

Melalui penggambaran itu, Mahfud menilai Prabowo beserta Tim Khusus dan Inspektorat Khusus telah berhasil mengeluarkan bayi, yang dalam hal ini adalah Sambo.

“Kasus ini memang agak khusus, seperti kasus orang menangani orang hamil yang mau melahirkan, tapi sulit melahirkan sehingga terpaksa dilakukan operasi sesar. Operasi sesarnya agak lama, kontraksinya terjadi terus. Malam ini, Kapolri berhasil mengeluarkan bayinya, dalam kasus ini, yaitu Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus penyusunan skenario dan memerintahkan pembunuhan, mungkin juga berencana,” jelasnya. (*)

 

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : ANTARA/Tri M Ameliya

Sumber Berita : Antara

- Advertisement -

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Berbagai masukan dan dukungan dari publik terkait pengusutan kasus kematian Brigadir J oleh Kepolisian Indonesia beserta tim dan inspektorat khusus, mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Hal itu dinyatakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD dalam dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Kemenko Politik, Hukum, dan Keamanan, dari Jakarta. “Kepada masyarakat, pemerintah memberikan apresiasi atas berbagai masukan dan dukungan,” katanya.

BACA JUGA : APBD 2023 Terancam Molor, Dewan Surati Pemkab Jember

Mahfud menyampaikan bahwa pemerintah berharap dan mengajak masyarakat Indonesia dari berbagai elemen, terutama pihak-pihak di media massa, agar dapat terus memantau dan mengawasi kasus ini sampai tuntas.

“Pemerintah berharap agar publik, baik itu akademisi, LSM, masyarakat sipil, tokoh masyarakat, purnawirawan, dan terutama media massa agar terus memantau dan mengawasi kasus ini hingga nanti pengadilan memutuskan perkara ini. Mari, bersama saya, kawal kasus ini agar negara ini berjalan menjadi lebih baik dan lebih baik,” katanya.

Apresiasi kepada Kepolisian Indonesia, sebelumnya dia sampaikan, khususnya Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Listyo S Prabowo yang serius mengusut kasus tewasnya Brigadir J.

Dengan keseriusan itu, lanjut dia, Kepolisian Indonesia saat ini telah menetapkan Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J karena ditembak.

Mahfud mengatakan kasus ini ibarat menangani ibu yang hendak melahirkan, namun mengalami kesulitan sehingga tim dokter terpaksa melakukan operasi sesar.

Melalui penggambaran itu, Mahfud menilai Prabowo beserta Tim Khusus dan Inspektorat Khusus telah berhasil mengeluarkan bayi, yang dalam hal ini adalah Sambo.

“Kasus ini memang agak khusus, seperti kasus orang menangani orang hamil yang mau melahirkan, tapi sulit melahirkan sehingga terpaksa dilakukan operasi sesar. Operasi sesarnya agak lama, kontraksinya terjadi terus. Malam ini, Kapolri berhasil mengeluarkan bayinya, dalam kasus ini, yaitu Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus penyusunan skenario dan memerintahkan pembunuhan, mungkin juga berencana,” jelasnya. (*)

 

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : ANTARA/Tri M Ameliya

Sumber Berita : Antara

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Berbagai masukan dan dukungan dari publik terkait pengusutan kasus kematian Brigadir J oleh Kepolisian Indonesia beserta tim dan inspektorat khusus, mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Hal itu dinyatakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD dalam dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Kemenko Politik, Hukum, dan Keamanan, dari Jakarta. “Kepada masyarakat, pemerintah memberikan apresiasi atas berbagai masukan dan dukungan,” katanya.

BACA JUGA : APBD 2023 Terancam Molor, Dewan Surati Pemkab Jember

Mahfud menyampaikan bahwa pemerintah berharap dan mengajak masyarakat Indonesia dari berbagai elemen, terutama pihak-pihak di media massa, agar dapat terus memantau dan mengawasi kasus ini sampai tuntas.

“Pemerintah berharap agar publik, baik itu akademisi, LSM, masyarakat sipil, tokoh masyarakat, purnawirawan, dan terutama media massa agar terus memantau dan mengawasi kasus ini hingga nanti pengadilan memutuskan perkara ini. Mari, bersama saya, kawal kasus ini agar negara ini berjalan menjadi lebih baik dan lebih baik,” katanya.

Apresiasi kepada Kepolisian Indonesia, sebelumnya dia sampaikan, khususnya Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Listyo S Prabowo yang serius mengusut kasus tewasnya Brigadir J.

Dengan keseriusan itu, lanjut dia, Kepolisian Indonesia saat ini telah menetapkan Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J karena ditembak.

Mahfud mengatakan kasus ini ibarat menangani ibu yang hendak melahirkan, namun mengalami kesulitan sehingga tim dokter terpaksa melakukan operasi sesar.

Melalui penggambaran itu, Mahfud menilai Prabowo beserta Tim Khusus dan Inspektorat Khusus telah berhasil mengeluarkan bayi, yang dalam hal ini adalah Sambo.

“Kasus ini memang agak khusus, seperti kasus orang menangani orang hamil yang mau melahirkan, tapi sulit melahirkan sehingga terpaksa dilakukan operasi sesar. Operasi sesarnya agak lama, kontraksinya terjadi terus. Malam ini, Kapolri berhasil mengeluarkan bayinya, dalam kasus ini, yaitu Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus penyusunan skenario dan memerintahkan pembunuhan, mungkin juga berencana,” jelasnya. (*)

 

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : ANTARA/Tri M Ameliya

Sumber Berita : Antara

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/