alexametrics
23.7 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Ferdy Sambo Jadi Tersangka, Institusi Polri Tercoreng

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID-Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol. Agung Budi Maryoto mengungkapkan ada tiga perwira tinggi (pati) Polri telah ditahan dan ditempatkan khusus di Markas Komando (Mako) Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok.

BACA JUGA : Tak Tutup Bekas Galian Tambang, Pencari Rumput Tewas Tertimbun

Salah satunya adalah Irjen Pol Ferdy Sambo dan telah dicopot dari jabatan sebagai Kadiv Propam Polri dan ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Yosua alias Brigadir J sehingga nama institusi Polri tercoreng.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Tiga perwira tinggi ditempatkan di Mako Brimob,” kata Agung Budi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa malam (9/8). Selain Ferdy Sambo, dua orang lainnya adalah perwira tinggi berpangkat jenderal bintang satu (Brigadir Jenderal) karena diduga melanggar kode etik dan perilaku Polri.

Tiga orang itu merupakan bagian dari 31 personel Polri yang sedang dilalukan pemeriksaan mendalam oleh tim khusus Polri. “Sebelas personel yang dilakukan penempatan khusus dari empat personel sebelumnya,” kata Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan pers di Mabes Polri.

Mereka terdiri atas satu orang jenderal bintang dua, dua orang jenderal bintang satu, dua orang komisaris besar (kombes), tiga orang AKBP, dua orang komisaris polisi (kompol), dan satu orang AKP. “Kemungkinan masih bisa bertambah,” kata Listyo Sigit.

Irwasum Komjen Pol Agung Budi Maryoto menambahkan bahwa telah ditemukan bukti yang cukup bahwa Irjen Pol Ferdy Sambo telah melakukan tindak pidana. Salah satunya berdasarkan keterangan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E,

Ia telah memberikan keterangan tertulis tentang apa yang dilihat dan dialaminya di TKP saat penembakan Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam saat masih dijabat Irjen Pol Ferdy Sambo.Bharada E menulis dari awal bahwa  melakukan penembakan kepada Brigadir J atas perintah atasan.

Surat kesaksian itu dilengkapi dengan cap jempol dan materai. “Karena sudah ada unsur pidananya maka kami limpahkan kepada Bareskrim Polri untuk melakukan tindakan penyidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkap Irjen Pol. Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan, yang memerintahkan Bharada E untuk menembak.

“Tim khusus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J (Yosua) yang menyebabkan saudara J meninggal dunia yang dilakukan oleh saudara E (Bharada) atas perintah saudara FS (Ferdy Sambo),” kata Sigit.

Dalam peristiwa ini Timsus telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni Irjen Pol. Ferdy Sambo, Bharada E, Bribka RR dan KM. Keempat disangkakan dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. (*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Istimewa

Sumber Berit:jawapos.com

 

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID-Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol. Agung Budi Maryoto mengungkapkan ada tiga perwira tinggi (pati) Polri telah ditahan dan ditempatkan khusus di Markas Komando (Mako) Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok.

BACA JUGA : Tak Tutup Bekas Galian Tambang, Pencari Rumput Tewas Tertimbun

Salah satunya adalah Irjen Pol Ferdy Sambo dan telah dicopot dari jabatan sebagai Kadiv Propam Polri dan ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Yosua alias Brigadir J sehingga nama institusi Polri tercoreng.

“Tiga perwira tinggi ditempatkan di Mako Brimob,” kata Agung Budi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa malam (9/8). Selain Ferdy Sambo, dua orang lainnya adalah perwira tinggi berpangkat jenderal bintang satu (Brigadir Jenderal) karena diduga melanggar kode etik dan perilaku Polri.

Tiga orang itu merupakan bagian dari 31 personel Polri yang sedang dilalukan pemeriksaan mendalam oleh tim khusus Polri. “Sebelas personel yang dilakukan penempatan khusus dari empat personel sebelumnya,” kata Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan pers di Mabes Polri.

Mereka terdiri atas satu orang jenderal bintang dua, dua orang jenderal bintang satu, dua orang komisaris besar (kombes), tiga orang AKBP, dua orang komisaris polisi (kompol), dan satu orang AKP. “Kemungkinan masih bisa bertambah,” kata Listyo Sigit.

Irwasum Komjen Pol Agung Budi Maryoto menambahkan bahwa telah ditemukan bukti yang cukup bahwa Irjen Pol Ferdy Sambo telah melakukan tindak pidana. Salah satunya berdasarkan keterangan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E,

Ia telah memberikan keterangan tertulis tentang apa yang dilihat dan dialaminya di TKP saat penembakan Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam saat masih dijabat Irjen Pol Ferdy Sambo.Bharada E menulis dari awal bahwa  melakukan penembakan kepada Brigadir J atas perintah atasan.

Surat kesaksian itu dilengkapi dengan cap jempol dan materai. “Karena sudah ada unsur pidananya maka kami limpahkan kepada Bareskrim Polri untuk melakukan tindakan penyidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkap Irjen Pol. Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan, yang memerintahkan Bharada E untuk menembak.

“Tim khusus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J (Yosua) yang menyebabkan saudara J meninggal dunia yang dilakukan oleh saudara E (Bharada) atas perintah saudara FS (Ferdy Sambo),” kata Sigit.

Dalam peristiwa ini Timsus telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni Irjen Pol. Ferdy Sambo, Bharada E, Bribka RR dan KM. Keempat disangkakan dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. (*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Istimewa

Sumber Berit:jawapos.com

 

JAKARTA, RADARJEMBER.ID-Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol. Agung Budi Maryoto mengungkapkan ada tiga perwira tinggi (pati) Polri telah ditahan dan ditempatkan khusus di Markas Komando (Mako) Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok.

BACA JUGA : Tak Tutup Bekas Galian Tambang, Pencari Rumput Tewas Tertimbun

Salah satunya adalah Irjen Pol Ferdy Sambo dan telah dicopot dari jabatan sebagai Kadiv Propam Polri dan ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Yosua alias Brigadir J sehingga nama institusi Polri tercoreng.

“Tiga perwira tinggi ditempatkan di Mako Brimob,” kata Agung Budi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa malam (9/8). Selain Ferdy Sambo, dua orang lainnya adalah perwira tinggi berpangkat jenderal bintang satu (Brigadir Jenderal) karena diduga melanggar kode etik dan perilaku Polri.

Tiga orang itu merupakan bagian dari 31 personel Polri yang sedang dilalukan pemeriksaan mendalam oleh tim khusus Polri. “Sebelas personel yang dilakukan penempatan khusus dari empat personel sebelumnya,” kata Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan pers di Mabes Polri.

Mereka terdiri atas satu orang jenderal bintang dua, dua orang jenderal bintang satu, dua orang komisaris besar (kombes), tiga orang AKBP, dua orang komisaris polisi (kompol), dan satu orang AKP. “Kemungkinan masih bisa bertambah,” kata Listyo Sigit.

Irwasum Komjen Pol Agung Budi Maryoto menambahkan bahwa telah ditemukan bukti yang cukup bahwa Irjen Pol Ferdy Sambo telah melakukan tindak pidana. Salah satunya berdasarkan keterangan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E,

Ia telah memberikan keterangan tertulis tentang apa yang dilihat dan dialaminya di TKP saat penembakan Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam saat masih dijabat Irjen Pol Ferdy Sambo.Bharada E menulis dari awal bahwa  melakukan penembakan kepada Brigadir J atas perintah atasan.

Surat kesaksian itu dilengkapi dengan cap jempol dan materai. “Karena sudah ada unsur pidananya maka kami limpahkan kepada Bareskrim Polri untuk melakukan tindakan penyidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkap Irjen Pol. Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan, yang memerintahkan Bharada E untuk menembak.

“Tim khusus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J (Yosua) yang menyebabkan saudara J meninggal dunia yang dilakukan oleh saudara E (Bharada) atas perintah saudara FS (Ferdy Sambo),” kata Sigit.

Dalam peristiwa ini Timsus telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni Irjen Pol. Ferdy Sambo, Bharada E, Bribka RR dan KM. Keempat disangkakan dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. (*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Istimewa

Sumber Berit:jawapos.com

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/