alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Berbuntut Laporan Polisi Setelah Tabrak Pensiunan TNI Hingga Tewas

Mobile_AP_Rectangle 1

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.ID – Insiden kecelakaan  terjadi antara pensiunan TNI dan seorang guru, Senin (8/8) lalu, berbuntut panjang. Ini lantaran pihak keluarga salah satu korban, menilai ada kejanggalan.

BACA JUGA : Penumpang Pelni Naik 155 Persen hingga Paro Pertama 2022

Ada dugaan terjadi penganiayaan dialami korban. Alhasil, insiden ini berujung terhadap laporan polisi.Laporan itu dilayangkan pihak keluarga Kusman, 62, warga Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

Mobile_AP_Rectangle 2

Keluarga menilai, Kusman meninggal akibat adanya tendangan yang dilakukan salah satu korban saat kecelakaan di Jalan K.H. Hasan Genggong, di depan Bulog Sub Divre Probolinggo.Pihak keluarga Kusman melaporkan peristiwa ini ke Polres Probolinggo Kota.

Dengan dugaan penganiayaan. Putri pertama Kusman, Dewi Kusmawati mengungkapkan pihaknya melaporkan kecelakaan itu karena Kusman sempat ditendang pada bagian organ vitalnya. Akibat tendangan ini, ayahnya sampai mengeluarkan air seni.

Dewi mengaku, dia mendapat versi lain dari informasi yang diterimanya. Kusman sebelumnya mengendarai motor dari arah selatan ke utara. Setibanya di depan SDN Sukoharjo 3, ternyata ada motor Honda PCX  dikendarai oleh Kasiama yang memotong dari arah timur.

Diduga karena kaget dengan adanya motor yang datang tiba-tiba itu, setang kemudi motor milik Kusman menyerempet setang kemudi milik Kasiama. Keduanya pun sama-sama terjatuh. Namun, Kusman tidak mengalami luka.Ia bangkit dan berupaya meminta maaf pada Kasiama.(*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Dokumen Jawa Pos Radar Bromo

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Bromo

 

- Advertisement -

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.ID – Insiden kecelakaan  terjadi antara pensiunan TNI dan seorang guru, Senin (8/8) lalu, berbuntut panjang. Ini lantaran pihak keluarga salah satu korban, menilai ada kejanggalan.

BACA JUGA : Penumpang Pelni Naik 155 Persen hingga Paro Pertama 2022

Ada dugaan terjadi penganiayaan dialami korban. Alhasil, insiden ini berujung terhadap laporan polisi.Laporan itu dilayangkan pihak keluarga Kusman, 62, warga Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

Keluarga menilai, Kusman meninggal akibat adanya tendangan yang dilakukan salah satu korban saat kecelakaan di Jalan K.H. Hasan Genggong, di depan Bulog Sub Divre Probolinggo.Pihak keluarga Kusman melaporkan peristiwa ini ke Polres Probolinggo Kota.

Dengan dugaan penganiayaan. Putri pertama Kusman, Dewi Kusmawati mengungkapkan pihaknya melaporkan kecelakaan itu karena Kusman sempat ditendang pada bagian organ vitalnya. Akibat tendangan ini, ayahnya sampai mengeluarkan air seni.

Dewi mengaku, dia mendapat versi lain dari informasi yang diterimanya. Kusman sebelumnya mengendarai motor dari arah selatan ke utara. Setibanya di depan SDN Sukoharjo 3, ternyata ada motor Honda PCX  dikendarai oleh Kasiama yang memotong dari arah timur.

Diduga karena kaget dengan adanya motor yang datang tiba-tiba itu, setang kemudi motor milik Kusman menyerempet setang kemudi milik Kasiama. Keduanya pun sama-sama terjatuh. Namun, Kusman tidak mengalami luka.Ia bangkit dan berupaya meminta maaf pada Kasiama.(*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Dokumen Jawa Pos Radar Bromo

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Bromo

 

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.ID – Insiden kecelakaan  terjadi antara pensiunan TNI dan seorang guru, Senin (8/8) lalu, berbuntut panjang. Ini lantaran pihak keluarga salah satu korban, menilai ada kejanggalan.

BACA JUGA : Penumpang Pelni Naik 155 Persen hingga Paro Pertama 2022

Ada dugaan terjadi penganiayaan dialami korban. Alhasil, insiden ini berujung terhadap laporan polisi.Laporan itu dilayangkan pihak keluarga Kusman, 62, warga Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

Keluarga menilai, Kusman meninggal akibat adanya tendangan yang dilakukan salah satu korban saat kecelakaan di Jalan K.H. Hasan Genggong, di depan Bulog Sub Divre Probolinggo.Pihak keluarga Kusman melaporkan peristiwa ini ke Polres Probolinggo Kota.

Dengan dugaan penganiayaan. Putri pertama Kusman, Dewi Kusmawati mengungkapkan pihaknya melaporkan kecelakaan itu karena Kusman sempat ditendang pada bagian organ vitalnya. Akibat tendangan ini, ayahnya sampai mengeluarkan air seni.

Dewi mengaku, dia mendapat versi lain dari informasi yang diterimanya. Kusman sebelumnya mengendarai motor dari arah selatan ke utara. Setibanya di depan SDN Sukoharjo 3, ternyata ada motor Honda PCX  dikendarai oleh Kasiama yang memotong dari arah timur.

Diduga karena kaget dengan adanya motor yang datang tiba-tiba itu, setang kemudi motor milik Kusman menyerempet setang kemudi milik Kasiama. Keduanya pun sama-sama terjatuh. Namun, Kusman tidak mengalami luka.Ia bangkit dan berupaya meminta maaf pada Kasiama.(*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Dokumen Jawa Pos Radar Bromo

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Bromo

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/