alexametrics
22.9 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Fase Mabit Petugas Haji Diminta Siaga

Mobile_AP_Rectangle 1

MAKKAH, RADARJEMBER.ID – Selama fase menginap (mabit) petugas haji siaga di Mina karena merupakan fase yang padat dan banyak yang kelelahan. Hal itu dikatakan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief.

“Fase ini akan berlangsung hingga 13 Dzulhijah. Sehingga petugas harus tetap konsentrasi dan siaga membantu jamaah,” katanya.

Jamaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, berada di Mina hingga 12 Dzulhijah untuk nafar awal dan 13 Dzulhijah untuk nafar tsani. Selain menginap, jamaah melaksanakan lontar jumrah, ula, wustha, dan aqabah.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Mina termasuk fase padat dalam proses penyelenggaraan ibadah haji. Saya minta seluruh petugas untuk siaga di pos masing-masing demi melayani jamaah,” katanya.

Hilman mengatakan kesiagaan petugas sangat penting. Sebab, tidak jarang jamaah pada fase ini kelelahan saat perjalanan ke jamarat. Selain itu, ada saja jamaah yang membutuhkan bimbingan saat lontar jumrah.

“Jadi kesiagaan mengawal yang sakit dan kelelahan di jalan perlu diperkuat,” katanya seraya menambahkan kursi roda juga harus disiagakan di pertengahan jalur jalan kaki, jalur ke arah jamarat, khususnya sebelum dan sesudah terowongan.

- Advertisement -

MAKKAH, RADARJEMBER.ID – Selama fase menginap (mabit) petugas haji siaga di Mina karena merupakan fase yang padat dan banyak yang kelelahan. Hal itu dikatakan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief.

“Fase ini akan berlangsung hingga 13 Dzulhijah. Sehingga petugas harus tetap konsentrasi dan siaga membantu jamaah,” katanya.

Jamaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, berada di Mina hingga 12 Dzulhijah untuk nafar awal dan 13 Dzulhijah untuk nafar tsani. Selain menginap, jamaah melaksanakan lontar jumrah, ula, wustha, dan aqabah.

“Mina termasuk fase padat dalam proses penyelenggaraan ibadah haji. Saya minta seluruh petugas untuk siaga di pos masing-masing demi melayani jamaah,” katanya.

Hilman mengatakan kesiagaan petugas sangat penting. Sebab, tidak jarang jamaah pada fase ini kelelahan saat perjalanan ke jamarat. Selain itu, ada saja jamaah yang membutuhkan bimbingan saat lontar jumrah.

“Jadi kesiagaan mengawal yang sakit dan kelelahan di jalan perlu diperkuat,” katanya seraya menambahkan kursi roda juga harus disiagakan di pertengahan jalur jalan kaki, jalur ke arah jamarat, khususnya sebelum dan sesudah terowongan.

MAKKAH, RADARJEMBER.ID – Selama fase menginap (mabit) petugas haji siaga di Mina karena merupakan fase yang padat dan banyak yang kelelahan. Hal itu dikatakan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief.

“Fase ini akan berlangsung hingga 13 Dzulhijah. Sehingga petugas harus tetap konsentrasi dan siaga membantu jamaah,” katanya.

Jamaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, berada di Mina hingga 12 Dzulhijah untuk nafar awal dan 13 Dzulhijah untuk nafar tsani. Selain menginap, jamaah melaksanakan lontar jumrah, ula, wustha, dan aqabah.

“Mina termasuk fase padat dalam proses penyelenggaraan ibadah haji. Saya minta seluruh petugas untuk siaga di pos masing-masing demi melayani jamaah,” katanya.

Hilman mengatakan kesiagaan petugas sangat penting. Sebab, tidak jarang jamaah pada fase ini kelelahan saat perjalanan ke jamarat. Selain itu, ada saja jamaah yang membutuhkan bimbingan saat lontar jumrah.

“Jadi kesiagaan mengawal yang sakit dan kelelahan di jalan perlu diperkuat,” katanya seraya menambahkan kursi roda juga harus disiagakan di pertengahan jalur jalan kaki, jalur ke arah jamarat, khususnya sebelum dan sesudah terowongan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/