alexametrics
22.3 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Thailand Legalkan Ganja Dikomsumsi

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGKOK, RADARJEMBER.ID – Thailand melegalkan penanaman ganja dan mengonsumsi barang tersebut dalam minuman dan makanan, tetapi masih tetap melarang orang mengisap ganja. Thailand menjadi negara pertama di Asia karena menerapkan kebijakan itu, berujuan untuk meningkatkan sektor pertanian dan pariwisata.Seperti dikutip Jawapos.com dari Antara, calon pembeli terlihat antre di gerai-gerai penjualan minuman infus daun ganja, permen dan produk lainnya.

 

Para pendukung tanaman itu menyambut baik reformasi di Thailand dan selama ini dikenal memiliki reputasi sebagai negara memberlakukan undang-undang anti narkoba secara tegas. “Setelah COVID, ekonomi anjlok, kami betul-betul memerlukan hal ini,” kata Chokwan Kitty Chopaka, pemilik toko permen karet ganja.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Thailand, memiliki tradisi memakai ganja untuk meredakan nyeri dan pegal-pegal, melegalkan ganja untuk pengobatan pada 2018.Pemerintah,mengandalkan ganja sebagai tanaman komersial, berencana memberikan satu juta bibit tanaman ganja agar petani terdorong untuk menanam.

 

Pihak berwenang akan berusaha mencegah ledakan penggunaan ganja bersifat rekreatif dengan membatasi kadar dalam produk-produk legal. Kepemilikan dan penjualan ekstrak ganja mengandung lebih dari 0,2 persen tetrahidrokanabinol, bahan psikoaktif dalam ganja, tidak diperbolehkan.

- Advertisement -

BANGKOK, RADARJEMBER.ID – Thailand melegalkan penanaman ganja dan mengonsumsi barang tersebut dalam minuman dan makanan, tetapi masih tetap melarang orang mengisap ganja. Thailand menjadi negara pertama di Asia karena menerapkan kebijakan itu, berujuan untuk meningkatkan sektor pertanian dan pariwisata.Seperti dikutip Jawapos.com dari Antara, calon pembeli terlihat antre di gerai-gerai penjualan minuman infus daun ganja, permen dan produk lainnya.

 

Para pendukung tanaman itu menyambut baik reformasi di Thailand dan selama ini dikenal memiliki reputasi sebagai negara memberlakukan undang-undang anti narkoba secara tegas. “Setelah COVID, ekonomi anjlok, kami betul-betul memerlukan hal ini,” kata Chokwan Kitty Chopaka, pemilik toko permen karet ganja.

 

Thailand, memiliki tradisi memakai ganja untuk meredakan nyeri dan pegal-pegal, melegalkan ganja untuk pengobatan pada 2018.Pemerintah,mengandalkan ganja sebagai tanaman komersial, berencana memberikan satu juta bibit tanaman ganja agar petani terdorong untuk menanam.

 

Pihak berwenang akan berusaha mencegah ledakan penggunaan ganja bersifat rekreatif dengan membatasi kadar dalam produk-produk legal. Kepemilikan dan penjualan ekstrak ganja mengandung lebih dari 0,2 persen tetrahidrokanabinol, bahan psikoaktif dalam ganja, tidak diperbolehkan.

BANGKOK, RADARJEMBER.ID – Thailand melegalkan penanaman ganja dan mengonsumsi barang tersebut dalam minuman dan makanan, tetapi masih tetap melarang orang mengisap ganja. Thailand menjadi negara pertama di Asia karena menerapkan kebijakan itu, berujuan untuk meningkatkan sektor pertanian dan pariwisata.Seperti dikutip Jawapos.com dari Antara, calon pembeli terlihat antre di gerai-gerai penjualan minuman infus daun ganja, permen dan produk lainnya.

 

Para pendukung tanaman itu menyambut baik reformasi di Thailand dan selama ini dikenal memiliki reputasi sebagai negara memberlakukan undang-undang anti narkoba secara tegas. “Setelah COVID, ekonomi anjlok, kami betul-betul memerlukan hal ini,” kata Chokwan Kitty Chopaka, pemilik toko permen karet ganja.

 

Thailand, memiliki tradisi memakai ganja untuk meredakan nyeri dan pegal-pegal, melegalkan ganja untuk pengobatan pada 2018.Pemerintah,mengandalkan ganja sebagai tanaman komersial, berencana memberikan satu juta bibit tanaman ganja agar petani terdorong untuk menanam.

 

Pihak berwenang akan berusaha mencegah ledakan penggunaan ganja bersifat rekreatif dengan membatasi kadar dalam produk-produk legal. Kepemilikan dan penjualan ekstrak ganja mengandung lebih dari 0,2 persen tetrahidrokanabinol, bahan psikoaktif dalam ganja, tidak diperbolehkan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/