alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Terkesan Terisolir Karena Belum Disentuh Aliran Listrik

Mobile_AP_Rectangle 1

PACITAN, RADARJEMBER.ID- Warga di Dusuin Sono, Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan seolah ’’terisolasi’’ lantaran aksesnya hanya berupa jalan setapak. Jalan masuk ke kampung itu dikepung hutan sepanjang kurang lebih satu setengah kilometer dari jalan terakhir yang dapat dilalui kendaraan roda dua. Betapa jauh dan sukarnya akses menuju pusat perekonomian dan pemerintahan setempat.

Meseran, 65, dan Sani, 60, tinggal di kampung itu sejak 12 tahun terakhir. Pasangan suami istri (pasutri) ini terpaksa mengungsi ke kampung gelap gulita itu setelah rumah lamanya tergerus longsor sepuluh tahun silam. ‘’Meski jauh dari tetangga, yang penting aman. Kami pasrah dengan keadaan,’’ tutur Sani, Senin (9/5)

Untuk bertahan hidup, Sani dan suaminya hanya mengandalkan kiriman uang dari cucunya yang merantau di luar Jawa. Untuk berbelanja ke pasar harus menempuh jarak 10 kilometer. Konsumsi harian seadanya dari tanaman yang dipetik di pekarangan rumah. ‘’Kami jarang beli beras. Sehari-hari makan gaplek (singkong, Red). Makan nasi kalau diberi pemerintah saja,’’ ujarnya.

- Advertisement -

PACITAN, RADARJEMBER.ID- Warga di Dusuin Sono, Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan seolah ’’terisolasi’’ lantaran aksesnya hanya berupa jalan setapak. Jalan masuk ke kampung itu dikepung hutan sepanjang kurang lebih satu setengah kilometer dari jalan terakhir yang dapat dilalui kendaraan roda dua. Betapa jauh dan sukarnya akses menuju pusat perekonomian dan pemerintahan setempat.

Meseran, 65, dan Sani, 60, tinggal di kampung itu sejak 12 tahun terakhir. Pasangan suami istri (pasutri) ini terpaksa mengungsi ke kampung gelap gulita itu setelah rumah lamanya tergerus longsor sepuluh tahun silam. ‘’Meski jauh dari tetangga, yang penting aman. Kami pasrah dengan keadaan,’’ tutur Sani, Senin (9/5)

Untuk bertahan hidup, Sani dan suaminya hanya mengandalkan kiriman uang dari cucunya yang merantau di luar Jawa. Untuk berbelanja ke pasar harus menempuh jarak 10 kilometer. Konsumsi harian seadanya dari tanaman yang dipetik di pekarangan rumah. ‘’Kami jarang beli beras. Sehari-hari makan gaplek (singkong, Red). Makan nasi kalau diberi pemerintah saja,’’ ujarnya.

PACITAN, RADARJEMBER.ID- Warga di Dusuin Sono, Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan seolah ’’terisolasi’’ lantaran aksesnya hanya berupa jalan setapak. Jalan masuk ke kampung itu dikepung hutan sepanjang kurang lebih satu setengah kilometer dari jalan terakhir yang dapat dilalui kendaraan roda dua. Betapa jauh dan sukarnya akses menuju pusat perekonomian dan pemerintahan setempat.

Meseran, 65, dan Sani, 60, tinggal di kampung itu sejak 12 tahun terakhir. Pasangan suami istri (pasutri) ini terpaksa mengungsi ke kampung gelap gulita itu setelah rumah lamanya tergerus longsor sepuluh tahun silam. ‘’Meski jauh dari tetangga, yang penting aman. Kami pasrah dengan keadaan,’’ tutur Sani, Senin (9/5)

Untuk bertahan hidup, Sani dan suaminya hanya mengandalkan kiriman uang dari cucunya yang merantau di luar Jawa. Untuk berbelanja ke pasar harus menempuh jarak 10 kilometer. Konsumsi harian seadanya dari tanaman yang dipetik di pekarangan rumah. ‘’Kami jarang beli beras. Sehari-hari makan gaplek (singkong, Red). Makan nasi kalau diberi pemerintah saja,’’ ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/