alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Oleh-Oleh Jateng Disukai Wisatawan Jabar

Mobile_AP_Rectangle 1

BANYUMAS, RADARJEMBER.ID- Kunjungan ke Kampung Nopia Desa Pekunden, Kecamatan/Kabupaten Banyumas di masa libur lebaran meningkat. Pengunjung membeli nopia untuk oleh-oleh dan mereka membeli panganan tersebut tidak sedikit, justru makanan asal Banyumas tersebut lebih digemari oleh wisatawan dari Jawa Barat .

Agus Silo, Ketua RT 3 RW 4, peningkatan penjualan nopia mencapai sekitar 50 persen dari hari normal. Guna mengantisipasi kehabisan barang maka memperbanyak stok. Selain enak dan berasa manis, harga kue tradisional tersebut tidaklah mahal dan wajar bila diboirong oleh pelancong.

“Stok tambah dua kali lipat dari hari biasanya. Etalase sampai tidak muat kalau dipajang semua. Hal ini berbeda saat pandemi berkecamuk hebat di dua tahun terakhir ini, sepi dan omzet penjualan nopia turun drastis. Apalagi saat itu orang dilarang mudik, jadi produsen nopia terpaksa gigit jari,” ujar Agus.

- Advertisement -

BANYUMAS, RADARJEMBER.ID- Kunjungan ke Kampung Nopia Desa Pekunden, Kecamatan/Kabupaten Banyumas di masa libur lebaran meningkat. Pengunjung membeli nopia untuk oleh-oleh dan mereka membeli panganan tersebut tidak sedikit, justru makanan asal Banyumas tersebut lebih digemari oleh wisatawan dari Jawa Barat .

Agus Silo, Ketua RT 3 RW 4, peningkatan penjualan nopia mencapai sekitar 50 persen dari hari normal. Guna mengantisipasi kehabisan barang maka memperbanyak stok. Selain enak dan berasa manis, harga kue tradisional tersebut tidaklah mahal dan wajar bila diboirong oleh pelancong.

“Stok tambah dua kali lipat dari hari biasanya. Etalase sampai tidak muat kalau dipajang semua. Hal ini berbeda saat pandemi berkecamuk hebat di dua tahun terakhir ini, sepi dan omzet penjualan nopia turun drastis. Apalagi saat itu orang dilarang mudik, jadi produsen nopia terpaksa gigit jari,” ujar Agus.

BANYUMAS, RADARJEMBER.ID- Kunjungan ke Kampung Nopia Desa Pekunden, Kecamatan/Kabupaten Banyumas di masa libur lebaran meningkat. Pengunjung membeli nopia untuk oleh-oleh dan mereka membeli panganan tersebut tidak sedikit, justru makanan asal Banyumas tersebut lebih digemari oleh wisatawan dari Jawa Barat .

Agus Silo, Ketua RT 3 RW 4, peningkatan penjualan nopia mencapai sekitar 50 persen dari hari normal. Guna mengantisipasi kehabisan barang maka memperbanyak stok. Selain enak dan berasa manis, harga kue tradisional tersebut tidaklah mahal dan wajar bila diboirong oleh pelancong.

“Stok tambah dua kali lipat dari hari biasanya. Etalase sampai tidak muat kalau dipajang semua. Hal ini berbeda saat pandemi berkecamuk hebat di dua tahun terakhir ini, sepi dan omzet penjualan nopia turun drastis. Apalagi saat itu orang dilarang mudik, jadi produsen nopia terpaksa gigit jari,” ujar Agus.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/