alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Dua Tahun Sempat Mati Suri Kini Unjuk Gigi

Mobile_AP_Rectangle 1

TRENGGALEK, RADARJEMBER.ID- Kebijakan melonggarkan mudik Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah adalah momen paling dinanti bagi Fals Yudistira, pengelola Wisata Tebing Linggo (WTL) Desa Nglebo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenngalek. Melalui kebijakan itu, Fals berharap Lebaran ini bisa menjadi momen perekonomian warga lebih menggeliat.

Dua tahun telah berlalu, pandemi Covid-19 masih menampakkan bekas bagi sektor wisata. Selama itu, pemerintah menutup semua sektor wisata karena dinilai bisa memicu kerumunan hingga memunculkan klaster baru dari Covid-19. Kebijakan itu ironis, karena berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Kebijakan ketat itu memaksa orang tidak lagi lagi bisa beraktivitas seperti saat kondisi normal. Tak ayal, mata pencaharian masyarakat dan mengandalkan sektor wisata pun berhenti. Tentu, kondisi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian itu pun tak kalah ngeri seperti paparan virus tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Fals Yudistira, Ketua Pokdarwis Lambang Kuning, Desa Nglebo, Kecamatan Trenggalek, adalah satu di antara sekian masyarakat yang tak luput terdampak pandemi Covid-19. Selama dua tahun, wisata rintisan WTL seakan mati suri ketika mengikuti tiap kebijakan pemerintah, yang sesaat wisata boleh buka, sesat kemudian harus ditutup.

- Advertisement -

TRENGGALEK, RADARJEMBER.ID- Kebijakan melonggarkan mudik Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah adalah momen paling dinanti bagi Fals Yudistira, pengelola Wisata Tebing Linggo (WTL) Desa Nglebo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenngalek. Melalui kebijakan itu, Fals berharap Lebaran ini bisa menjadi momen perekonomian warga lebih menggeliat.

Dua tahun telah berlalu, pandemi Covid-19 masih menampakkan bekas bagi sektor wisata. Selama itu, pemerintah menutup semua sektor wisata karena dinilai bisa memicu kerumunan hingga memunculkan klaster baru dari Covid-19. Kebijakan itu ironis, karena berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Kebijakan ketat itu memaksa orang tidak lagi lagi bisa beraktivitas seperti saat kondisi normal. Tak ayal, mata pencaharian masyarakat dan mengandalkan sektor wisata pun berhenti. Tentu, kondisi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian itu pun tak kalah ngeri seperti paparan virus tersebut.

Fals Yudistira, Ketua Pokdarwis Lambang Kuning, Desa Nglebo, Kecamatan Trenggalek, adalah satu di antara sekian masyarakat yang tak luput terdampak pandemi Covid-19. Selama dua tahun, wisata rintisan WTL seakan mati suri ketika mengikuti tiap kebijakan pemerintah, yang sesaat wisata boleh buka, sesat kemudian harus ditutup.

TRENGGALEK, RADARJEMBER.ID- Kebijakan melonggarkan mudik Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah adalah momen paling dinanti bagi Fals Yudistira, pengelola Wisata Tebing Linggo (WTL) Desa Nglebo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenngalek. Melalui kebijakan itu, Fals berharap Lebaran ini bisa menjadi momen perekonomian warga lebih menggeliat.

Dua tahun telah berlalu, pandemi Covid-19 masih menampakkan bekas bagi sektor wisata. Selama itu, pemerintah menutup semua sektor wisata karena dinilai bisa memicu kerumunan hingga memunculkan klaster baru dari Covid-19. Kebijakan itu ironis, karena berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Kebijakan ketat itu memaksa orang tidak lagi lagi bisa beraktivitas seperti saat kondisi normal. Tak ayal, mata pencaharian masyarakat dan mengandalkan sektor wisata pun berhenti. Tentu, kondisi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian itu pun tak kalah ngeri seperti paparan virus tersebut.

Fals Yudistira, Ketua Pokdarwis Lambang Kuning, Desa Nglebo, Kecamatan Trenggalek, adalah satu di antara sekian masyarakat yang tak luput terdampak pandemi Covid-19. Selama dua tahun, wisata rintisan WTL seakan mati suri ketika mengikuti tiap kebijakan pemerintah, yang sesaat wisata boleh buka, sesat kemudian harus ditutup.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/