alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Kembali Ditangkap Polisi Gara-Gara Edarkan Sabu Usai Jalani Hukuman

Mobile_AP_Rectangle 1

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.IDBelum genap satu Minggu Popong Sulaiman, 36, menghirup udara bebas. Tapi pria asal Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, dibekuk Satresnarkoba Polres Probolinggo, akhir pekan kemarin.

Dia dibekuk karena terlibat peredaran obat keras berbahaya (okerbaya).Sebelumnya Popong merupakan seorang residivis atas kasus kepemilikan jenis sabu-sabu (SS). Kemudian menjalani hukuman di Rutan Kelas II A Kraksaan. Dia bebas sekitar sepekan lalu.

Di sisi lain polisi melakukan pengembangan kasus. Hasilnya, ternyata Popong juga menjadi pengedar okerbaya. Inilah yang membuat Popong dibekuk lagi. Polisi menangkap Popong di rumahnya di Desa Alassumur Kulon.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Tersangka baru saja bebas menjalani hukuman, kembali kami amankan karena kasus peredaran gelap pil okerbaya yang terjadi pada Juni 2021 silam,” kata Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi.

Arsya menjelaskan total pil okerbaya yang diamankan yakni 3.304 butir pil jenis Dextromethorphan dan 160 butir pil jenis Trihexyphenidyl. Ribuan pil tersebut telah dibagi dalam beberapa paket.

Polisi juga mengamankan uang tunai hasil penjualan gelap okerbaya sejumlah enam ratus ribu rupiah.Akibat ulahnya, tersangka diancam dengan pasal 197 sub pasal 196 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.(*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Polres Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo

Sumber Berita: Jawa Pos Radar Bromo

 

 

- Advertisement -

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.IDBelum genap satu Minggu Popong Sulaiman, 36, menghirup udara bebas. Tapi pria asal Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, dibekuk Satresnarkoba Polres Probolinggo, akhir pekan kemarin.

Dia dibekuk karena terlibat peredaran obat keras berbahaya (okerbaya).Sebelumnya Popong merupakan seorang residivis atas kasus kepemilikan jenis sabu-sabu (SS). Kemudian menjalani hukuman di Rutan Kelas II A Kraksaan. Dia bebas sekitar sepekan lalu.

Di sisi lain polisi melakukan pengembangan kasus. Hasilnya, ternyata Popong juga menjadi pengedar okerbaya. Inilah yang membuat Popong dibekuk lagi. Polisi menangkap Popong di rumahnya di Desa Alassumur Kulon.

“Tersangka baru saja bebas menjalani hukuman, kembali kami amankan karena kasus peredaran gelap pil okerbaya yang terjadi pada Juni 2021 silam,” kata Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi.

Arsya menjelaskan total pil okerbaya yang diamankan yakni 3.304 butir pil jenis Dextromethorphan dan 160 butir pil jenis Trihexyphenidyl. Ribuan pil tersebut telah dibagi dalam beberapa paket.

Polisi juga mengamankan uang tunai hasil penjualan gelap okerbaya sejumlah enam ratus ribu rupiah.Akibat ulahnya, tersangka diancam dengan pasal 197 sub pasal 196 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.(*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Polres Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo

Sumber Berita: Jawa Pos Radar Bromo

 

 

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.IDBelum genap satu Minggu Popong Sulaiman, 36, menghirup udara bebas. Tapi pria asal Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, dibekuk Satresnarkoba Polres Probolinggo, akhir pekan kemarin.

Dia dibekuk karena terlibat peredaran obat keras berbahaya (okerbaya).Sebelumnya Popong merupakan seorang residivis atas kasus kepemilikan jenis sabu-sabu (SS). Kemudian menjalani hukuman di Rutan Kelas II A Kraksaan. Dia bebas sekitar sepekan lalu.

Di sisi lain polisi melakukan pengembangan kasus. Hasilnya, ternyata Popong juga menjadi pengedar okerbaya. Inilah yang membuat Popong dibekuk lagi. Polisi menangkap Popong di rumahnya di Desa Alassumur Kulon.

“Tersangka baru saja bebas menjalani hukuman, kembali kami amankan karena kasus peredaran gelap pil okerbaya yang terjadi pada Juni 2021 silam,” kata Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi.

Arsya menjelaskan total pil okerbaya yang diamankan yakni 3.304 butir pil jenis Dextromethorphan dan 160 butir pil jenis Trihexyphenidyl. Ribuan pil tersebut telah dibagi dalam beberapa paket.

Polisi juga mengamankan uang tunai hasil penjualan gelap okerbaya sejumlah enam ratus ribu rupiah.Akibat ulahnya, tersangka diancam dengan pasal 197 sub pasal 196 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.(*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Polres Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo

Sumber Berita: Jawa Pos Radar Bromo

 

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/