28.7 C
Jember
Sunday, 28 May 2023

Banjir Besar Landa Seoul Korea, WNI Dipastikan Tak Terdampak

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Banjir besar yang melanda Seoul, Korea Selatan, membuat sebagian daerah terdampak antara lain melanda daerah Incheon, Seoul, sebagian daerah di Provinsi Gyeonggi dan Gangwon. Sebanyak 36.399 Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di Korea Selatan, dipastikan tak terdampak, hal ini dikatakan Kementerian Luar Negeri RI.

BACA JUGA : Kemudahan Layanan Klinik Psikologi Rumah Sakit Bina Sehat

Juru Bicara Kemenlu RI Teuku Faizasyah mengatakan KBRI Seoul telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan menghubungi simpul-simpul masyarakat Indonesia. Dia belum merinci berapa jumlah anak, lansia, dan ibu hamil yang menetap di sana.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Hingga saat ini tidak terdapat WNI yang terdampak langsung akibat bencana banjir tersebut,” katanya kepada JawaPos.com, Selasa (9/8).

Tercatat 36.399 orang WNI yang menetap di Korea Selatan, berdasar database KBRI Seoul. Masyarakat Indonesia di Korea Selatan diminta terus memantau informasi dan petunjuk dari otoritas setempat. Hotline KBRI Seoul dapat dihubungi di nomor +82 10-5394-2546.

Awal Mula Banjir Besar

Sebelumnya Administrasi Meteorologi Korea (KMA) menyarankan orang untuk menjauh dari sungai dan waduk, serta waspada terhadap tanah longsor seperti dilansir dari Korea Joongangdaily, Senin (8/8).

Peringatan sudah disampaikan KMA bahwa hujan lebat untuk sebagian besar wilayah Seoul dan provinsi timur laut Gangwon akan terjadi.

Wilayah Seoul yang lebih besar ikut terdampak termasuk Seoul, kota Incheon dan provinsi Gyeonggi di sekitarnya. Peringatan hujan deras dikeluarkan oleh KMA ketika curah hujan diprediksi melebihi 60 milimeter dalam 3 jam atau 110 milimeter dalam 12 jam. Peringatan hujan deras lainnya juga dikeluarkan saat curah hujan diprediksi melebihi 90 milimeter dalam tiga jam atau 180 milimeter dalam 12 jam.

Pada Senin (8/8) pukul 14.00 waktu setempat, sekitar 65,5 milimeter hujan turun di Seoul. Lalu Yeoncheon dan Pocheon, keduanya di Gyeonggi, masing-masing 171 milimeter dan 139,5 milimeter hujan. Otoritas cuaca memperingatkan Korea Utara juga kemungkinan akan mengalami hujan deras sepekan dan mungkin menyebabkan banjir di beberapa daerah jika Sungai Imjin, Sungai Hantan, dan Sungai Bukhan meluap. (*)

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : jawa pos Allkpop

Sumber Berita : jawapos.com

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Banjir besar yang melanda Seoul, Korea Selatan, membuat sebagian daerah terdampak antara lain melanda daerah Incheon, Seoul, sebagian daerah di Provinsi Gyeonggi dan Gangwon. Sebanyak 36.399 Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di Korea Selatan, dipastikan tak terdampak, hal ini dikatakan Kementerian Luar Negeri RI.

BACA JUGA : Kemudahan Layanan Klinik Psikologi Rumah Sakit Bina Sehat

Juru Bicara Kemenlu RI Teuku Faizasyah mengatakan KBRI Seoul telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan menghubungi simpul-simpul masyarakat Indonesia. Dia belum merinci berapa jumlah anak, lansia, dan ibu hamil yang menetap di sana.

“Hingga saat ini tidak terdapat WNI yang terdampak langsung akibat bencana banjir tersebut,” katanya kepada JawaPos.com, Selasa (9/8).

Tercatat 36.399 orang WNI yang menetap di Korea Selatan, berdasar database KBRI Seoul. Masyarakat Indonesia di Korea Selatan diminta terus memantau informasi dan petunjuk dari otoritas setempat. Hotline KBRI Seoul dapat dihubungi di nomor +82 10-5394-2546.

Awal Mula Banjir Besar

Sebelumnya Administrasi Meteorologi Korea (KMA) menyarankan orang untuk menjauh dari sungai dan waduk, serta waspada terhadap tanah longsor seperti dilansir dari Korea Joongangdaily, Senin (8/8).

Peringatan sudah disampaikan KMA bahwa hujan lebat untuk sebagian besar wilayah Seoul dan provinsi timur laut Gangwon akan terjadi.

Wilayah Seoul yang lebih besar ikut terdampak termasuk Seoul, kota Incheon dan provinsi Gyeonggi di sekitarnya. Peringatan hujan deras dikeluarkan oleh KMA ketika curah hujan diprediksi melebihi 60 milimeter dalam 3 jam atau 110 milimeter dalam 12 jam. Peringatan hujan deras lainnya juga dikeluarkan saat curah hujan diprediksi melebihi 90 milimeter dalam tiga jam atau 180 milimeter dalam 12 jam.

Pada Senin (8/8) pukul 14.00 waktu setempat, sekitar 65,5 milimeter hujan turun di Seoul. Lalu Yeoncheon dan Pocheon, keduanya di Gyeonggi, masing-masing 171 milimeter dan 139,5 milimeter hujan. Otoritas cuaca memperingatkan Korea Utara juga kemungkinan akan mengalami hujan deras sepekan dan mungkin menyebabkan banjir di beberapa daerah jika Sungai Imjin, Sungai Hantan, dan Sungai Bukhan meluap. (*)

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : jawa pos Allkpop

Sumber Berita : jawapos.com

RADARJEMBER.ID – Banjir besar yang melanda Seoul, Korea Selatan, membuat sebagian daerah terdampak antara lain melanda daerah Incheon, Seoul, sebagian daerah di Provinsi Gyeonggi dan Gangwon. Sebanyak 36.399 Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di Korea Selatan, dipastikan tak terdampak, hal ini dikatakan Kementerian Luar Negeri RI.

BACA JUGA : Kemudahan Layanan Klinik Psikologi Rumah Sakit Bina Sehat

Juru Bicara Kemenlu RI Teuku Faizasyah mengatakan KBRI Seoul telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan menghubungi simpul-simpul masyarakat Indonesia. Dia belum merinci berapa jumlah anak, lansia, dan ibu hamil yang menetap di sana.

“Hingga saat ini tidak terdapat WNI yang terdampak langsung akibat bencana banjir tersebut,” katanya kepada JawaPos.com, Selasa (9/8).

Tercatat 36.399 orang WNI yang menetap di Korea Selatan, berdasar database KBRI Seoul. Masyarakat Indonesia di Korea Selatan diminta terus memantau informasi dan petunjuk dari otoritas setempat. Hotline KBRI Seoul dapat dihubungi di nomor +82 10-5394-2546.

Awal Mula Banjir Besar

Sebelumnya Administrasi Meteorologi Korea (KMA) menyarankan orang untuk menjauh dari sungai dan waduk, serta waspada terhadap tanah longsor seperti dilansir dari Korea Joongangdaily, Senin (8/8).

Peringatan sudah disampaikan KMA bahwa hujan lebat untuk sebagian besar wilayah Seoul dan provinsi timur laut Gangwon akan terjadi.

Wilayah Seoul yang lebih besar ikut terdampak termasuk Seoul, kota Incheon dan provinsi Gyeonggi di sekitarnya. Peringatan hujan deras dikeluarkan oleh KMA ketika curah hujan diprediksi melebihi 60 milimeter dalam 3 jam atau 110 milimeter dalam 12 jam. Peringatan hujan deras lainnya juga dikeluarkan saat curah hujan diprediksi melebihi 90 milimeter dalam tiga jam atau 180 milimeter dalam 12 jam.

Pada Senin (8/8) pukul 14.00 waktu setempat, sekitar 65,5 milimeter hujan turun di Seoul. Lalu Yeoncheon dan Pocheon, keduanya di Gyeonggi, masing-masing 171 milimeter dan 139,5 milimeter hujan. Otoritas cuaca memperingatkan Korea Utara juga kemungkinan akan mengalami hujan deras sepekan dan mungkin menyebabkan banjir di beberapa daerah jika Sungai Imjin, Sungai Hantan, dan Sungai Bukhan meluap. (*)

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : jawa pos Allkpop

Sumber Berita : jawapos.com

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca