alexametrics
22.8 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Pertahankan Tradisi Bungkus Jajan Pakai Daun Pisang.

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Mahasiswa Prodi Teknologi Pangan Universitas Kristen Satya Wacana (KSW) mengadakan bazar makanan tradisional. Kegiatan tersebut cukup unik, semua makanan dibungkus memakai cara tradisional menggunakan daun pisang.

“Kami ingin mengenalkan kembali pada generasi muda tentang fungsi daun sebagai bahan pengemas makanan, ” kata Dosen Teknologi Pangan UKSW, Dhanang Puspita. Bazar digelar di halaman Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UKSW Salatiga.

Daun sebagai pengemas makanan terutama daun pisang bisa memberikan dan menambah aroma pada makanan. Selain itu sebagai penghias atau penambah estetika pada makanan. “Serta ingin mengembalikan daun sebagai pengemas tradisi Indonesia,” ujar Dhanang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pengemasan menggunakan daun di tradisi Jawa terdapat delapan hingga sembilan jenis pengemasan. Antara lain takir, pasung, pincuk, samir, sudi, tum, pinjung, sumpil, dan tempelang. Jenis pengemasan tersebut memiliki fungsi sendiri-sendiri sesuai apa yang ingin dibungkus.

- Advertisement -

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Mahasiswa Prodi Teknologi Pangan Universitas Kristen Satya Wacana (KSW) mengadakan bazar makanan tradisional. Kegiatan tersebut cukup unik, semua makanan dibungkus memakai cara tradisional menggunakan daun pisang.

“Kami ingin mengenalkan kembali pada generasi muda tentang fungsi daun sebagai bahan pengemas makanan, ” kata Dosen Teknologi Pangan UKSW, Dhanang Puspita. Bazar digelar di halaman Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UKSW Salatiga.

Daun sebagai pengemas makanan terutama daun pisang bisa memberikan dan menambah aroma pada makanan. Selain itu sebagai penghias atau penambah estetika pada makanan. “Serta ingin mengembalikan daun sebagai pengemas tradisi Indonesia,” ujar Dhanang.

Pengemasan menggunakan daun di tradisi Jawa terdapat delapan hingga sembilan jenis pengemasan. Antara lain takir, pasung, pincuk, samir, sudi, tum, pinjung, sumpil, dan tempelang. Jenis pengemasan tersebut memiliki fungsi sendiri-sendiri sesuai apa yang ingin dibungkus.

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Mahasiswa Prodi Teknologi Pangan Universitas Kristen Satya Wacana (KSW) mengadakan bazar makanan tradisional. Kegiatan tersebut cukup unik, semua makanan dibungkus memakai cara tradisional menggunakan daun pisang.

“Kami ingin mengenalkan kembali pada generasi muda tentang fungsi daun sebagai bahan pengemas makanan, ” kata Dosen Teknologi Pangan UKSW, Dhanang Puspita. Bazar digelar di halaman Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UKSW Salatiga.

Daun sebagai pengemas makanan terutama daun pisang bisa memberikan dan menambah aroma pada makanan. Selain itu sebagai penghias atau penambah estetika pada makanan. “Serta ingin mengembalikan daun sebagai pengemas tradisi Indonesia,” ujar Dhanang.

Pengemasan menggunakan daun di tradisi Jawa terdapat delapan hingga sembilan jenis pengemasan. Antara lain takir, pasung, pincuk, samir, sudi, tum, pinjung, sumpil, dan tempelang. Jenis pengemasan tersebut memiliki fungsi sendiri-sendiri sesuai apa yang ingin dibungkus.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/