alexametrics
22.6 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Danai Musda Pakai Uang Suap

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Abdul Gafur Masud, Bupati nonaktif Penajem Pasir Utara (PPU) didakwa menerima suap Rp 5,7 miliar terkait proyek dan perizinan di wilayahnya. Bendahara DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah, disebut turut membantu dalam menampung uang suap diperoleh Abdul Gafur.

 

Abdul Gafur kerap menggunakan ATM Nur Afifah untuk transaksi keuangan, kebiasaan itu sering ia lakukan ketika menduduki posisi sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Persidangan terhadap Abdul Gafur Mas’ud digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda, Rabu (8/6) kemarin.

 

“Sejak tahun 2015 ketika terdakwa I Abdul Gafur Mas’ud menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Balikpapan, terdakwa I Abdul Gafur Mas’ud sering menggunakan ATM milik terdakwa II Nur Afifah Balqis untuk keperluan transaksi keuangannya,” sebagaimana ditulis dalam surat dakwaan, Kamis (9/8).

 

Abdul Gafur terpilih menjadi Bupati Penajam Paser Utara setelah diusung Partai Demokrat untuk periode jabatan 2018-2023. Abdul Gafur juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat.Dia kemudian mengangkat Nur Afifah sebagai Bendahara DPC Partai Demokrat Balikpapan. Pengangkatan Nur Afifah dilakukan, demi memudahkan koordinasi antara keduanya.

 

Abdul Gafur diduga meminta Nur Afifah untuk mengelola dana operasional pribadinya yang ditempatkan pada sejumlah rekening.

 

“Bahwa untuk menunjang kegiatan terdakwa I Abdul Gafur Mas’ud dalam kapasitas selaku Bupati PPU maupun Ketua DPC Partai Demokrat Kota Balikpapan, terdakwa I Abdul Gafur Mas’ud meminta terdakwa II Nur Afifah Balqis untuk mengelola dana operasional pribadi dengan cara menyimpan uang milik terdakwa I Abdul Gafur Mas’ud pada beberapa rekening milik terdakwa II Nur Afifah Balqis,” bunyi surat dakwaan.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Abdul Gafur Masud, Bupati nonaktif Penajem Pasir Utara (PPU) didakwa menerima suap Rp 5,7 miliar terkait proyek dan perizinan di wilayahnya. Bendahara DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah, disebut turut membantu dalam menampung uang suap diperoleh Abdul Gafur.

 

Abdul Gafur kerap menggunakan ATM Nur Afifah untuk transaksi keuangan, kebiasaan itu sering ia lakukan ketika menduduki posisi sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan.

Persidangan terhadap Abdul Gafur Mas’ud digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda, Rabu (8/6) kemarin.

 

“Sejak tahun 2015 ketika terdakwa I Abdul Gafur Mas’ud menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Balikpapan, terdakwa I Abdul Gafur Mas’ud sering menggunakan ATM milik terdakwa II Nur Afifah Balqis untuk keperluan transaksi keuangannya,” sebagaimana ditulis dalam surat dakwaan, Kamis (9/8).

 

Abdul Gafur terpilih menjadi Bupati Penajam Paser Utara setelah diusung Partai Demokrat untuk periode jabatan 2018-2023. Abdul Gafur juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat.Dia kemudian mengangkat Nur Afifah sebagai Bendahara DPC Partai Demokrat Balikpapan. Pengangkatan Nur Afifah dilakukan, demi memudahkan koordinasi antara keduanya.

 

Abdul Gafur diduga meminta Nur Afifah untuk mengelola dana operasional pribadinya yang ditempatkan pada sejumlah rekening.

 

“Bahwa untuk menunjang kegiatan terdakwa I Abdul Gafur Mas’ud dalam kapasitas selaku Bupati PPU maupun Ketua DPC Partai Demokrat Kota Balikpapan, terdakwa I Abdul Gafur Mas’ud meminta terdakwa II Nur Afifah Balqis untuk mengelola dana operasional pribadi dengan cara menyimpan uang milik terdakwa I Abdul Gafur Mas’ud pada beberapa rekening milik terdakwa II Nur Afifah Balqis,” bunyi surat dakwaan.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Abdul Gafur Masud, Bupati nonaktif Penajem Pasir Utara (PPU) didakwa menerima suap Rp 5,7 miliar terkait proyek dan perizinan di wilayahnya. Bendahara DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah, disebut turut membantu dalam menampung uang suap diperoleh Abdul Gafur.

 

Abdul Gafur kerap menggunakan ATM Nur Afifah untuk transaksi keuangan, kebiasaan itu sering ia lakukan ketika menduduki posisi sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan.

Persidangan terhadap Abdul Gafur Mas’ud digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda, Rabu (8/6) kemarin.

 

“Sejak tahun 2015 ketika terdakwa I Abdul Gafur Mas’ud menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Balikpapan, terdakwa I Abdul Gafur Mas’ud sering menggunakan ATM milik terdakwa II Nur Afifah Balqis untuk keperluan transaksi keuangannya,” sebagaimana ditulis dalam surat dakwaan, Kamis (9/8).

 

Abdul Gafur terpilih menjadi Bupati Penajam Paser Utara setelah diusung Partai Demokrat untuk periode jabatan 2018-2023. Abdul Gafur juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat.Dia kemudian mengangkat Nur Afifah sebagai Bendahara DPC Partai Demokrat Balikpapan. Pengangkatan Nur Afifah dilakukan, demi memudahkan koordinasi antara keduanya.

 

Abdul Gafur diduga meminta Nur Afifah untuk mengelola dana operasional pribadinya yang ditempatkan pada sejumlah rekening.

 

“Bahwa untuk menunjang kegiatan terdakwa I Abdul Gafur Mas’ud dalam kapasitas selaku Bupati PPU maupun Ketua DPC Partai Demokrat Kota Balikpapan, terdakwa I Abdul Gafur Mas’ud meminta terdakwa II Nur Afifah Balqis untuk mengelola dana operasional pribadi dengan cara menyimpan uang milik terdakwa I Abdul Gafur Mas’ud pada beberapa rekening milik terdakwa II Nur Afifah Balqis,” bunyi surat dakwaan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/