alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Pendeta Tewas Tenggelam di Pantai

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Nasib naas menimpa seorang pria dan merupakan Vikaris Pendeta di GMIM Imanuel Sumarayar, Vio Maki. Dirinya saat itu melakukan tamasya bersama sejumlah pemuda. Asik berenang, korban dan satu rekannya diduga terseret ombak, namun sayangnya korban tewas meski telah dicoba dilarikan ke RS Budi Setia Langowan di hari ke lima Lebaran.

Menurut Hukum Tua Desa Bukit Tinggi Sulawesi UtaraJerry Kawung, kejadian naas tersebut terjadi sekira pukul 15.00 Wita, dan terjadi di Pantai Tanjung Bukit Tinggi Sulawesi Utara. Kejadian tersebut di wilayah Pantai Tanjung Bukit Tinggi Sulawesi Utara, selama ini menjadi salah satu tujuan wisata, pada saat momentum Lebaran pantai itu dipadati pengunjung.

Pemerintah Desa Bukit Tinggi Sulawesi Utara turut ikut merasakan sedih dan turut berdukacita karena pendeta tersebut tewas tenggelam, kedepan bakal lebih memperketat keamanan pantai. Bahkan Pemerintah Desa (Pemdes) Bukit Tinggi Sulawesi Utara bakal menyiagakan perangkat desa ataupun masyarakat untuk mengawasi wisatawan mandi di pantai itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Tentu kami sangat berduka karena pendeta meninggal di Pantai Tanjung Bukit Tinggi Sulawesi Utara, agar kejadian serupa tidak terulang lagi maka penjagaan akan lebih ditingkatkan. Pengunjung diharapkan untuk menjaga keselamatan mereka, jangan mandi di tengah laut demi keselamatan.”ungkap Kawung.(*)

Penulis: Winardyasto

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Nasib naas menimpa seorang pria dan merupakan Vikaris Pendeta di GMIM Imanuel Sumarayar, Vio Maki. Dirinya saat itu melakukan tamasya bersama sejumlah pemuda. Asik berenang, korban dan satu rekannya diduga terseret ombak, namun sayangnya korban tewas meski telah dicoba dilarikan ke RS Budi Setia Langowan di hari ke lima Lebaran.

Menurut Hukum Tua Desa Bukit Tinggi Sulawesi UtaraJerry Kawung, kejadian naas tersebut terjadi sekira pukul 15.00 Wita, dan terjadi di Pantai Tanjung Bukit Tinggi Sulawesi Utara. Kejadian tersebut di wilayah Pantai Tanjung Bukit Tinggi Sulawesi Utara, selama ini menjadi salah satu tujuan wisata, pada saat momentum Lebaran pantai itu dipadati pengunjung.

Pemerintah Desa Bukit Tinggi Sulawesi Utara turut ikut merasakan sedih dan turut berdukacita karena pendeta tersebut tewas tenggelam, kedepan bakal lebih memperketat keamanan pantai. Bahkan Pemerintah Desa (Pemdes) Bukit Tinggi Sulawesi Utara bakal menyiagakan perangkat desa ataupun masyarakat untuk mengawasi wisatawan mandi di pantai itu.

“Tentu kami sangat berduka karena pendeta meninggal di Pantai Tanjung Bukit Tinggi Sulawesi Utara, agar kejadian serupa tidak terulang lagi maka penjagaan akan lebih ditingkatkan. Pengunjung diharapkan untuk menjaga keselamatan mereka, jangan mandi di tengah laut demi keselamatan.”ungkap Kawung.(*)

Penulis: Winardyasto

RADARJEMBER.ID – Nasib naas menimpa seorang pria dan merupakan Vikaris Pendeta di GMIM Imanuel Sumarayar, Vio Maki. Dirinya saat itu melakukan tamasya bersama sejumlah pemuda. Asik berenang, korban dan satu rekannya diduga terseret ombak, namun sayangnya korban tewas meski telah dicoba dilarikan ke RS Budi Setia Langowan di hari ke lima Lebaran.

Menurut Hukum Tua Desa Bukit Tinggi Sulawesi UtaraJerry Kawung, kejadian naas tersebut terjadi sekira pukul 15.00 Wita, dan terjadi di Pantai Tanjung Bukit Tinggi Sulawesi Utara. Kejadian tersebut di wilayah Pantai Tanjung Bukit Tinggi Sulawesi Utara, selama ini menjadi salah satu tujuan wisata, pada saat momentum Lebaran pantai itu dipadati pengunjung.

Pemerintah Desa Bukit Tinggi Sulawesi Utara turut ikut merasakan sedih dan turut berdukacita karena pendeta tersebut tewas tenggelam, kedepan bakal lebih memperketat keamanan pantai. Bahkan Pemerintah Desa (Pemdes) Bukit Tinggi Sulawesi Utara bakal menyiagakan perangkat desa ataupun masyarakat untuk mengawasi wisatawan mandi di pantai itu.

“Tentu kami sangat berduka karena pendeta meninggal di Pantai Tanjung Bukit Tinggi Sulawesi Utara, agar kejadian serupa tidak terulang lagi maka penjagaan akan lebih ditingkatkan. Pengunjung diharapkan untuk menjaga keselamatan mereka, jangan mandi di tengah laut demi keselamatan.”ungkap Kawung.(*)

Penulis: Winardyasto

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/