alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Kusir Andong Panen Untung Hingga Seratus Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

“Dulu pas bulan puasa sepi sekali. Satu pun tidak ada muatan yang naik. Apalagi yang wisata juga tidak ada yang masuk sini. Tapi saat lebaran kemarin bahkan sampai nolak-nolak penumpang. Sehari bisa 8 kali putaran, kalau hari biasa cuma satu atau dua. Kalau sepi ya tidak menarik penumpang sekalipun,” ujar Margiyono.

Margiyono menambahkan, kebanyakan penumpangnya merupakan wisatawan luar Kota Jogja. Menurutnya, penumpang tak terlalu banyak menawar harga. Berapapun tarif yang Margiyono berikan, para penumpang akan tetap menggunakan jasanya dengan senang hati. “Kalau yang di dalam Jogja ini sudah jarang yang naik andong. Makanya kalau penumpang dari luar Kota Jogja, tarif berapa saja tidak akan ditawar,” kata dia.(*)

Penulis: Winardyasto
Fotografi: Alfi Annissa Karin/Radar Jogja
Sumber Berita: Radar Jogja

- Advertisement -

“Dulu pas bulan puasa sepi sekali. Satu pun tidak ada muatan yang naik. Apalagi yang wisata juga tidak ada yang masuk sini. Tapi saat lebaran kemarin bahkan sampai nolak-nolak penumpang. Sehari bisa 8 kali putaran, kalau hari biasa cuma satu atau dua. Kalau sepi ya tidak menarik penumpang sekalipun,” ujar Margiyono.

Margiyono menambahkan, kebanyakan penumpangnya merupakan wisatawan luar Kota Jogja. Menurutnya, penumpang tak terlalu banyak menawar harga. Berapapun tarif yang Margiyono berikan, para penumpang akan tetap menggunakan jasanya dengan senang hati. “Kalau yang di dalam Jogja ini sudah jarang yang naik andong. Makanya kalau penumpang dari luar Kota Jogja, tarif berapa saja tidak akan ditawar,” kata dia.(*)

Penulis: Winardyasto
Fotografi: Alfi Annissa Karin/Radar Jogja
Sumber Berita: Radar Jogja

“Dulu pas bulan puasa sepi sekali. Satu pun tidak ada muatan yang naik. Apalagi yang wisata juga tidak ada yang masuk sini. Tapi saat lebaran kemarin bahkan sampai nolak-nolak penumpang. Sehari bisa 8 kali putaran, kalau hari biasa cuma satu atau dua. Kalau sepi ya tidak menarik penumpang sekalipun,” ujar Margiyono.

Margiyono menambahkan, kebanyakan penumpangnya merupakan wisatawan luar Kota Jogja. Menurutnya, penumpang tak terlalu banyak menawar harga. Berapapun tarif yang Margiyono berikan, para penumpang akan tetap menggunakan jasanya dengan senang hati. “Kalau yang di dalam Jogja ini sudah jarang yang naik andong. Makanya kalau penumpang dari luar Kota Jogja, tarif berapa saja tidak akan ditawar,” kata dia.(*)

Penulis: Winardyasto
Fotografi: Alfi Annissa Karin/Radar Jogja
Sumber Berita: Radar Jogja

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/