alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Manfaatkan Papan Skateboard Bekas Jadi Jam Tangan

Mobile_AP_Rectangle 1

SOLO, RADARJEMBER.ID- Nama Andhika Praditya (28) merupakan sosok pemuda kreatif di Solo, Jawa Tengah, karena ia berhasil memproduksi jam tangan berbahan limbah kayu bekas papan skateboard. Tidak saja jam tangan tapi ia berhasil menggagas pembuatan jam tangan dari bahan serupa, bahkan kedua kerajinan tersebut memiliki nilai jual tinggi dan digemari oleh orang Eropa.

Bukan tanpa alasan bila Andhika membuat jam tangan dan kacamata tersebut dari bahan skateboard bekas, papan luncur itu terbuat bahan kayu berlapis dan memiliki aneka warna serta kualitas kayu cukup kuat.Selain itu orang mancanegara lebih menyukai bahan terbuat dari kayu, ketimbang bahan lain seperti logam dan plastik karena kayu lebih ramah lingkungan.

“Ekspor jam tangan dan kacamata kayu dari limbah skateboard ini telah menembus negara-negara di eropa, seperti Inggris, Jerman, Belgia dan Perancis, orang di negara itu lebih suka produk daur ulang ramah lingkungan. Selain itu, mereka beranggapan barang kerajinan dari skateboard ini cukup unik.”kata Andhika. 

Mobile_AP_Rectangle 2

Proses produksi jam tangan bekas tersebut di kios milik pemuda tersebut, dilakukan di Pasar Elektronik dan Pakain Bekas (Elpabes), lantai II, Banjarsari, Solo. Pengerjaan jam tangan skateboard itu dilakukan menggunakan mesin Computer Numerical Control (CNC) berukuran mini, agar lebih presisi dan cepat. 

Andhika sendiri telah menekuni pembuatan jam tangan mulai tujuh tahun 2015 atau tujuh tahun lalu, memang untuk membikin jam tangan dan kaca mata itu modal utama adalah ketelitian dan keterampilan.Dalam satu bulan Andhika mampu menghasilkan rata-rata 10 hingga lima unit jam tangan kayu skateboard, untuk urusan bahan baku ia tidak mengalami kesulitan.

“Saya ini kan juga menjadi anggota komunitas skateboard Solo, ketika skateboard miliki teman komunitas rusak atau usang. Untuk biaya ongkos produksi jam tangan ini mencapai Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu, sedangkan harga jual satu unit jam tangan  skateboard ini antara Rp 500 ribu sampai Rp 650 ribu,” imbuh dia.

- Advertisement -

SOLO, RADARJEMBER.ID- Nama Andhika Praditya (28) merupakan sosok pemuda kreatif di Solo, Jawa Tengah, karena ia berhasil memproduksi jam tangan berbahan limbah kayu bekas papan skateboard. Tidak saja jam tangan tapi ia berhasil menggagas pembuatan jam tangan dari bahan serupa, bahkan kedua kerajinan tersebut memiliki nilai jual tinggi dan digemari oleh orang Eropa.

Bukan tanpa alasan bila Andhika membuat jam tangan dan kacamata tersebut dari bahan skateboard bekas, papan luncur itu terbuat bahan kayu berlapis dan memiliki aneka warna serta kualitas kayu cukup kuat.Selain itu orang mancanegara lebih menyukai bahan terbuat dari kayu, ketimbang bahan lain seperti logam dan plastik karena kayu lebih ramah lingkungan.

“Ekspor jam tangan dan kacamata kayu dari limbah skateboard ini telah menembus negara-negara di eropa, seperti Inggris, Jerman, Belgia dan Perancis, orang di negara itu lebih suka produk daur ulang ramah lingkungan. Selain itu, mereka beranggapan barang kerajinan dari skateboard ini cukup unik.”kata Andhika. 

Proses produksi jam tangan bekas tersebut di kios milik pemuda tersebut, dilakukan di Pasar Elektronik dan Pakain Bekas (Elpabes), lantai II, Banjarsari, Solo. Pengerjaan jam tangan skateboard itu dilakukan menggunakan mesin Computer Numerical Control (CNC) berukuran mini, agar lebih presisi dan cepat. 

Andhika sendiri telah menekuni pembuatan jam tangan mulai tujuh tahun 2015 atau tujuh tahun lalu, memang untuk membikin jam tangan dan kaca mata itu modal utama adalah ketelitian dan keterampilan.Dalam satu bulan Andhika mampu menghasilkan rata-rata 10 hingga lima unit jam tangan kayu skateboard, untuk urusan bahan baku ia tidak mengalami kesulitan.

“Saya ini kan juga menjadi anggota komunitas skateboard Solo, ketika skateboard miliki teman komunitas rusak atau usang. Untuk biaya ongkos produksi jam tangan ini mencapai Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu, sedangkan harga jual satu unit jam tangan  skateboard ini antara Rp 500 ribu sampai Rp 650 ribu,” imbuh dia.

SOLO, RADARJEMBER.ID- Nama Andhika Praditya (28) merupakan sosok pemuda kreatif di Solo, Jawa Tengah, karena ia berhasil memproduksi jam tangan berbahan limbah kayu bekas papan skateboard. Tidak saja jam tangan tapi ia berhasil menggagas pembuatan jam tangan dari bahan serupa, bahkan kedua kerajinan tersebut memiliki nilai jual tinggi dan digemari oleh orang Eropa.

Bukan tanpa alasan bila Andhika membuat jam tangan dan kacamata tersebut dari bahan skateboard bekas, papan luncur itu terbuat bahan kayu berlapis dan memiliki aneka warna serta kualitas kayu cukup kuat.Selain itu orang mancanegara lebih menyukai bahan terbuat dari kayu, ketimbang bahan lain seperti logam dan plastik karena kayu lebih ramah lingkungan.

“Ekspor jam tangan dan kacamata kayu dari limbah skateboard ini telah menembus negara-negara di eropa, seperti Inggris, Jerman, Belgia dan Perancis, orang di negara itu lebih suka produk daur ulang ramah lingkungan. Selain itu, mereka beranggapan barang kerajinan dari skateboard ini cukup unik.”kata Andhika. 

Proses produksi jam tangan bekas tersebut di kios milik pemuda tersebut, dilakukan di Pasar Elektronik dan Pakain Bekas (Elpabes), lantai II, Banjarsari, Solo. Pengerjaan jam tangan skateboard itu dilakukan menggunakan mesin Computer Numerical Control (CNC) berukuran mini, agar lebih presisi dan cepat. 

Andhika sendiri telah menekuni pembuatan jam tangan mulai tujuh tahun 2015 atau tujuh tahun lalu, memang untuk membikin jam tangan dan kaca mata itu modal utama adalah ketelitian dan keterampilan.Dalam satu bulan Andhika mampu menghasilkan rata-rata 10 hingga lima unit jam tangan kayu skateboard, untuk urusan bahan baku ia tidak mengalami kesulitan.

“Saya ini kan juga menjadi anggota komunitas skateboard Solo, ketika skateboard miliki teman komunitas rusak atau usang. Untuk biaya ongkos produksi jam tangan ini mencapai Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu, sedangkan harga jual satu unit jam tangan  skateboard ini antara Rp 500 ribu sampai Rp 650 ribu,” imbuh dia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/