alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Tradisi  Unik Desa Ngasem Makan Bersama Gunakan Daun Pisang 

Mobile_AP_Rectangle 1

KARANGANYAR, RADARJEMBER.ID Makan bersama memakai nampan merupakan salah satu sunah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, melalui makan bersama tersebut selain menjalin keakraban  dan kekompakan namun juga bisa mendatangkan keberkahan.

Namun demikian makan bersama itu jangan sampai mendatangkan mudharat berujung mubazir, seperti makan berlebihan. Maka dianjurkan saat makan bersama itu, sajian makanan itu harus merata dan semua kebagian.

Tradisi makan bersama (kembulan) beralaskan selembar daun pisang tersebut sampai saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat di Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, bahkan kebiasan seperti dilakukan pula di pondok pesantren.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selama bulan Ramadan tradisi kembulan atau makan bersama itu terlihat saat berbuka puasa, bahkan makan tanpa menggunakan sendok tersebut terasa nikmat dan hal itu dipercaya oleh masyarakat dari aroma yang ditimbulkan oleh daun pisang.

Tidak sedikit dari mereka warga Desa Ngasem itu menggelar buka bersama (bukber) mengundang teman, sahabat dan kolega tanpa perlengkapan makan namun cukup beralaskan daun pisang sembari duduk di lantai berhadap-hadapan tersebut.

- Advertisement -

KARANGANYAR, RADARJEMBER.ID Makan bersama memakai nampan merupakan salah satu sunah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, melalui makan bersama tersebut selain menjalin keakraban  dan kekompakan namun juga bisa mendatangkan keberkahan.

Namun demikian makan bersama itu jangan sampai mendatangkan mudharat berujung mubazir, seperti makan berlebihan. Maka dianjurkan saat makan bersama itu, sajian makanan itu harus merata dan semua kebagian.

Tradisi makan bersama (kembulan) beralaskan selembar daun pisang tersebut sampai saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat di Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, bahkan kebiasan seperti dilakukan pula di pondok pesantren.

Selama bulan Ramadan tradisi kembulan atau makan bersama itu terlihat saat berbuka puasa, bahkan makan tanpa menggunakan sendok tersebut terasa nikmat dan hal itu dipercaya oleh masyarakat dari aroma yang ditimbulkan oleh daun pisang.

Tidak sedikit dari mereka warga Desa Ngasem itu menggelar buka bersama (bukber) mengundang teman, sahabat dan kolega tanpa perlengkapan makan namun cukup beralaskan daun pisang sembari duduk di lantai berhadap-hadapan tersebut.

KARANGANYAR, RADARJEMBER.ID Makan bersama memakai nampan merupakan salah satu sunah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, melalui makan bersama tersebut selain menjalin keakraban  dan kekompakan namun juga bisa mendatangkan keberkahan.

Namun demikian makan bersama itu jangan sampai mendatangkan mudharat berujung mubazir, seperti makan berlebihan. Maka dianjurkan saat makan bersama itu, sajian makanan itu harus merata dan semua kebagian.

Tradisi makan bersama (kembulan) beralaskan selembar daun pisang tersebut sampai saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat di Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, bahkan kebiasan seperti dilakukan pula di pondok pesantren.

Selama bulan Ramadan tradisi kembulan atau makan bersama itu terlihat saat berbuka puasa, bahkan makan tanpa menggunakan sendok tersebut terasa nikmat dan hal itu dipercaya oleh masyarakat dari aroma yang ditimbulkan oleh daun pisang.

Tidak sedikit dari mereka warga Desa Ngasem itu menggelar buka bersama (bukber) mengundang teman, sahabat dan kolega tanpa perlengkapan makan namun cukup beralaskan daun pisang sembari duduk di lantai berhadap-hadapan tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/