alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Tiga Provinsi Masuk Zona Merah PMK

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID-Tren penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak masih tinggi. Karena itu, lalu lintas angkutan ternak terus dibatasi.Hewan dari pulau masuk kategori merah dilarang masuk ke pulau lain.

BACA JUGA : Khofifah Ajak Pengusaha Arab Saudi Ke Jatim Untuk Berinvestasi

Wisnu Wasisa Putra Kepala Pusat Karantina Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Wisnu Wasisa Putra mengatakan, pemerintah menetapkan zonasi pulau warna merah dan hijau terkait kasus PMK.

Mobile_AP_Rectangle 2

Adapun Zona hijau adalah pulau belum ditemui kasus PMK, sedangkan zona merah adalah 70 persen provinsi di pulau tersebut terkonfirmasi kasus PMK, sehingga aktivisan pengiriman ternak dari zona tersebut dilarang.

”Saat ini kita tahu ada pulau yang lebih dari 70 persen provinsinya PMK, yaitu Pulau Jawa, Sumatera, dan Lombok,” kata Wisnu kemarin (6/7). Dia menjelaskan, hewan ternak dari pulau hijau bisa dilalulintaskan ke pulau zona hijau dan zona merah.

Sedangkan hewan ternak dari zona merah tidak boleh dikirim ke pulau zona hijau dan zona merah.Pada tingkat lebih kecil lagi ada provinsi merah, yaitu provinsi yang 50 persen kabupaten/kota di dalamnya terkonfirmasi kasus PMK.

Kemudian provinsi hijau yang sama sekali belum ada kasus PMK. Wisnu menjelaskan, pengawasan lalu lintas pergerakan hewan ternak di lapangan diawasi secara berjenjang. Mulai oleh Satgas Penanganan PMK level provinsi sampai di tingkat kabupaten, kota, dan kecamatan.
.
Lalu lintas hewan diawali karantina 14 hari di titik pintu keluar,” katanya. Setelah mengantongi dokumen-dokumen persyaratan kesehatan, hewan dan sudah dikarantina selama 14 hari itu bisa dikirim ke daerah tujuan.

Ahli virologi dari Universitas Udayana I Gusti Ngurah Mahardika mengungkapkan, dalam kondisi persebaran yang cukup parah saat ini, langkah ideal adalah melakukan pembatasan berupa standstill order.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID-Tren penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak masih tinggi. Karena itu, lalu lintas angkutan ternak terus dibatasi.Hewan dari pulau masuk kategori merah dilarang masuk ke pulau lain.

BACA JUGA : Khofifah Ajak Pengusaha Arab Saudi Ke Jatim Untuk Berinvestasi

Wisnu Wasisa Putra Kepala Pusat Karantina Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Wisnu Wasisa Putra mengatakan, pemerintah menetapkan zonasi pulau warna merah dan hijau terkait kasus PMK.

Adapun Zona hijau adalah pulau belum ditemui kasus PMK, sedangkan zona merah adalah 70 persen provinsi di pulau tersebut terkonfirmasi kasus PMK, sehingga aktivisan pengiriman ternak dari zona tersebut dilarang.

”Saat ini kita tahu ada pulau yang lebih dari 70 persen provinsinya PMK, yaitu Pulau Jawa, Sumatera, dan Lombok,” kata Wisnu kemarin (6/7). Dia menjelaskan, hewan ternak dari pulau hijau bisa dilalulintaskan ke pulau zona hijau dan zona merah.

Sedangkan hewan ternak dari zona merah tidak boleh dikirim ke pulau zona hijau dan zona merah.Pada tingkat lebih kecil lagi ada provinsi merah, yaitu provinsi yang 50 persen kabupaten/kota di dalamnya terkonfirmasi kasus PMK.

Kemudian provinsi hijau yang sama sekali belum ada kasus PMK. Wisnu menjelaskan, pengawasan lalu lintas pergerakan hewan ternak di lapangan diawasi secara berjenjang. Mulai oleh Satgas Penanganan PMK level provinsi sampai di tingkat kabupaten, kota, dan kecamatan.
.
Lalu lintas hewan diawali karantina 14 hari di titik pintu keluar,” katanya. Setelah mengantongi dokumen-dokumen persyaratan kesehatan, hewan dan sudah dikarantina selama 14 hari itu bisa dikirim ke daerah tujuan.

Ahli virologi dari Universitas Udayana I Gusti Ngurah Mahardika mengungkapkan, dalam kondisi persebaran yang cukup parah saat ini, langkah ideal adalah melakukan pembatasan berupa standstill order.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID-Tren penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak masih tinggi. Karena itu, lalu lintas angkutan ternak terus dibatasi.Hewan dari pulau masuk kategori merah dilarang masuk ke pulau lain.

BACA JUGA : Khofifah Ajak Pengusaha Arab Saudi Ke Jatim Untuk Berinvestasi

Wisnu Wasisa Putra Kepala Pusat Karantina Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Wisnu Wasisa Putra mengatakan, pemerintah menetapkan zonasi pulau warna merah dan hijau terkait kasus PMK.

Adapun Zona hijau adalah pulau belum ditemui kasus PMK, sedangkan zona merah adalah 70 persen provinsi di pulau tersebut terkonfirmasi kasus PMK, sehingga aktivisan pengiriman ternak dari zona tersebut dilarang.

”Saat ini kita tahu ada pulau yang lebih dari 70 persen provinsinya PMK, yaitu Pulau Jawa, Sumatera, dan Lombok,” kata Wisnu kemarin (6/7). Dia menjelaskan, hewan ternak dari pulau hijau bisa dilalulintaskan ke pulau zona hijau dan zona merah.

Sedangkan hewan ternak dari zona merah tidak boleh dikirim ke pulau zona hijau dan zona merah.Pada tingkat lebih kecil lagi ada provinsi merah, yaitu provinsi yang 50 persen kabupaten/kota di dalamnya terkonfirmasi kasus PMK.

Kemudian provinsi hijau yang sama sekali belum ada kasus PMK. Wisnu menjelaskan, pengawasan lalu lintas pergerakan hewan ternak di lapangan diawasi secara berjenjang. Mulai oleh Satgas Penanganan PMK level provinsi sampai di tingkat kabupaten, kota, dan kecamatan.
.
Lalu lintas hewan diawali karantina 14 hari di titik pintu keluar,” katanya. Setelah mengantongi dokumen-dokumen persyaratan kesehatan, hewan dan sudah dikarantina selama 14 hari itu bisa dikirim ke daerah tujuan.

Ahli virologi dari Universitas Udayana I Gusti Ngurah Mahardika mengungkapkan, dalam kondisi persebaran yang cukup parah saat ini, langkah ideal adalah melakukan pembatasan berupa standstill order.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/