alexametrics
22.9 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Buang Sial Pakai Kesenian Tradisional

Mobile_AP_Rectangle 1

MADIUN, RADARJEMBER.ID-Tradisi tolak balak (buang sial) menggunakan kesenian tradisional tetap saja dilakukan, seperti tolak balak di Madiun. Di kabupaten tersebut kesenian asli dongkrek masih lestari, berhasil bertahan menghadapi gempuran arus modernisasi.

BACA JUGA : Pemerintah Cabut Izin Serta Blokir Rekening ACT

Hal Itu seperti terlihat di area persawahan Desa/Kecamatan Mejayan, sejumlah petani menggelar selamatan sekaligus pementasan kesenian asli Kabupaten Madiun tersebut.Mereka berharap tanaman sawah tidak diganggu hama, sehingga petani di desa tersebut bisa menikmati hasil.

Mobile_AP_Rectangle 2

‘’Syukuran dan pertunjukan dongkrek ini dilakukan agar tanaman kami terhindar dari pagebluk atau hama-hama yang sedang mewabah, tolak bala ini telah berjalan turun temurun’’ kata Ketua Gapoktan Desa Mejayan Sartono.

Meski bertempat di area persawahan, seni dongkrek itu mengusung peranti lengkap. Tiap pemain menjalankan peran masing-masing. Mulai genderuwo sampai tokoh kakek-kakek dan perempuan diwujudkan dalam topeng dan kostum khusus.

Suara khas krek dari alat musik yang dimainkan pun terdengar nyaring mengiringi pertunjukan. ‘’Setahun sekali dilakukan kirab dongkrek ke sawah seperti ini. Waktunya menyesuaikan,’’ ungkap Sartono.

- Advertisement -

MADIUN, RADARJEMBER.ID-Tradisi tolak balak (buang sial) menggunakan kesenian tradisional tetap saja dilakukan, seperti tolak balak di Madiun. Di kabupaten tersebut kesenian asli dongkrek masih lestari, berhasil bertahan menghadapi gempuran arus modernisasi.

BACA JUGA : Pemerintah Cabut Izin Serta Blokir Rekening ACT

Hal Itu seperti terlihat di area persawahan Desa/Kecamatan Mejayan, sejumlah petani menggelar selamatan sekaligus pementasan kesenian asli Kabupaten Madiun tersebut.Mereka berharap tanaman sawah tidak diganggu hama, sehingga petani di desa tersebut bisa menikmati hasil.

‘’Syukuran dan pertunjukan dongkrek ini dilakukan agar tanaman kami terhindar dari pagebluk atau hama-hama yang sedang mewabah, tolak bala ini telah berjalan turun temurun’’ kata Ketua Gapoktan Desa Mejayan Sartono.

Meski bertempat di area persawahan, seni dongkrek itu mengusung peranti lengkap. Tiap pemain menjalankan peran masing-masing. Mulai genderuwo sampai tokoh kakek-kakek dan perempuan diwujudkan dalam topeng dan kostum khusus.

Suara khas krek dari alat musik yang dimainkan pun terdengar nyaring mengiringi pertunjukan. ‘’Setahun sekali dilakukan kirab dongkrek ke sawah seperti ini. Waktunya menyesuaikan,’’ ungkap Sartono.

MADIUN, RADARJEMBER.ID-Tradisi tolak balak (buang sial) menggunakan kesenian tradisional tetap saja dilakukan, seperti tolak balak di Madiun. Di kabupaten tersebut kesenian asli dongkrek masih lestari, berhasil bertahan menghadapi gempuran arus modernisasi.

BACA JUGA : Pemerintah Cabut Izin Serta Blokir Rekening ACT

Hal Itu seperti terlihat di area persawahan Desa/Kecamatan Mejayan, sejumlah petani menggelar selamatan sekaligus pementasan kesenian asli Kabupaten Madiun tersebut.Mereka berharap tanaman sawah tidak diganggu hama, sehingga petani di desa tersebut bisa menikmati hasil.

‘’Syukuran dan pertunjukan dongkrek ini dilakukan agar tanaman kami terhindar dari pagebluk atau hama-hama yang sedang mewabah, tolak bala ini telah berjalan turun temurun’’ kata Ketua Gapoktan Desa Mejayan Sartono.

Meski bertempat di area persawahan, seni dongkrek itu mengusung peranti lengkap. Tiap pemain menjalankan peran masing-masing. Mulai genderuwo sampai tokoh kakek-kakek dan perempuan diwujudkan dalam topeng dan kostum khusus.

Suara khas krek dari alat musik yang dimainkan pun terdengar nyaring mengiringi pertunjukan. ‘’Setahun sekali dilakukan kirab dongkrek ke sawah seperti ini. Waktunya menyesuaikan,’’ ungkap Sartono.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/