alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Setelah Anjlok, Harga Serapan Jagung di NTB Capai Rp 4.000 Per Kilogram

Mobile_AP_Rectangle 1

MATARAM, RADARJEMBER.ID – Setelah sebelumnya sempat anjlok, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Fathul Gani Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan rata-rata serapan harga jagung di wilayah itu mulai membaik.

BACA JUGA : Meski Tiket Pre-Sale Habis di Beberapa Daerah, Hanung Tak Patok Target

“Rata-rata harga serapan jagung petani di NTB saat ini di atas Rp 4.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai sudah memberi keuntungan bagi petani, terlebih harga serapan itu jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 3.150 per kilogram,” katanya di Mataram, Senin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Fathul mengatakan, saat ini sejumlah perusahaan sedang melakukan pembelian di lapangan dengan harga di atas Rp 4.000 per kilogram. “Jadi, meskipun usulan ekspor ditolak oleh pemerintah pusat, namun penyerapan komoditas jagung petani dipastikan lancar,” ujarnya.

Harga jagung, kata Fathul, di gudang PT Seger misalnya saat ini mencapai Rp 4.200 per kilogram, UD Subur Sumbawa Rp 4.250 per kilogram, UD Pemuda Kreatif di Kabupaten Bima Rp 4.400 per kilogram, dan perusahaan di Kabupaten Dompu Rp 4.200 per kilogram.

“Itu artinya dengan posisi harga Rp 4000-an itu sebenarnya sudah visible sekali. Semua pihak diuntungkan, baik petani jagung maupun perusahaan yang menggunakan bahan baku dari jagung,” terangnya.

Fathul mengatakan, selain perusahaan swasta yang melakukan pembelian jagung petani, Perum Bulog NTB juga memiliki penugasan untuk menyerap jagung petani di atas Rp 4.000 per kilogram dengan target sekitar 5.000 ton tahun ini bahkan lebih.

- Advertisement -

MATARAM, RADARJEMBER.ID – Setelah sebelumnya sempat anjlok, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Fathul Gani Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan rata-rata serapan harga jagung di wilayah itu mulai membaik.

BACA JUGA : Meski Tiket Pre-Sale Habis di Beberapa Daerah, Hanung Tak Patok Target

“Rata-rata harga serapan jagung petani di NTB saat ini di atas Rp 4.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai sudah memberi keuntungan bagi petani, terlebih harga serapan itu jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 3.150 per kilogram,” katanya di Mataram, Senin.

Fathul mengatakan, saat ini sejumlah perusahaan sedang melakukan pembelian di lapangan dengan harga di atas Rp 4.000 per kilogram. “Jadi, meskipun usulan ekspor ditolak oleh pemerintah pusat, namun penyerapan komoditas jagung petani dipastikan lancar,” ujarnya.

Harga jagung, kata Fathul, di gudang PT Seger misalnya saat ini mencapai Rp 4.200 per kilogram, UD Subur Sumbawa Rp 4.250 per kilogram, UD Pemuda Kreatif di Kabupaten Bima Rp 4.400 per kilogram, dan perusahaan di Kabupaten Dompu Rp 4.200 per kilogram.

“Itu artinya dengan posisi harga Rp 4000-an itu sebenarnya sudah visible sekali. Semua pihak diuntungkan, baik petani jagung maupun perusahaan yang menggunakan bahan baku dari jagung,” terangnya.

Fathul mengatakan, selain perusahaan swasta yang melakukan pembelian jagung petani, Perum Bulog NTB juga memiliki penugasan untuk menyerap jagung petani di atas Rp 4.000 per kilogram dengan target sekitar 5.000 ton tahun ini bahkan lebih.

MATARAM, RADARJEMBER.ID – Setelah sebelumnya sempat anjlok, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Fathul Gani Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan rata-rata serapan harga jagung di wilayah itu mulai membaik.

BACA JUGA : Meski Tiket Pre-Sale Habis di Beberapa Daerah, Hanung Tak Patok Target

“Rata-rata harga serapan jagung petani di NTB saat ini di atas Rp 4.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai sudah memberi keuntungan bagi petani, terlebih harga serapan itu jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 3.150 per kilogram,” katanya di Mataram, Senin.

Fathul mengatakan, saat ini sejumlah perusahaan sedang melakukan pembelian di lapangan dengan harga di atas Rp 4.000 per kilogram. “Jadi, meskipun usulan ekspor ditolak oleh pemerintah pusat, namun penyerapan komoditas jagung petani dipastikan lancar,” ujarnya.

Harga jagung, kata Fathul, di gudang PT Seger misalnya saat ini mencapai Rp 4.200 per kilogram, UD Subur Sumbawa Rp 4.250 per kilogram, UD Pemuda Kreatif di Kabupaten Bima Rp 4.400 per kilogram, dan perusahaan di Kabupaten Dompu Rp 4.200 per kilogram.

“Itu artinya dengan posisi harga Rp 4000-an itu sebenarnya sudah visible sekali. Semua pihak diuntungkan, baik petani jagung maupun perusahaan yang menggunakan bahan baku dari jagung,” terangnya.

Fathul mengatakan, selain perusahaan swasta yang melakukan pembelian jagung petani, Perum Bulog NTB juga memiliki penugasan untuk menyerap jagung petani di atas Rp 4.000 per kilogram dengan target sekitar 5.000 ton tahun ini bahkan lebih.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/