alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Sungai Jadi Sasaran Buang Sampah Aliran sungai Brantas

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Aliran sungai Brantas di Kota Kediri jadi “tempat sampah” dadakan, hal tersebut dikarenakan perilaku tidak terpuji membuang sampah sembarangan. Setidaknya ada lima titik gundukan sampah di tepi sungai yang ditemukan di sepanjang Kelurahan Ringinanom dan Kelurahan Bandarkidul.

Anang Kurniawan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Kota Kediri membenarkan hal tersebut. Saat susur sungai bersama wali kota memang ditemukan ada beberapa titik TPS (tempat pembuangan sampah, Red) liar di sepanjang sungai Brantas, hal ini lantas meninggalkan kesan sungai tersebut kumuh dan bau.

Mendapati temuan tersebut, Anang menjelaskan, pihaknya langsung turun ke lokasi. Kepada petugas DLHKP, warga mengaku membuang sampah di tepi sungai Brantas karena di Kelurahan Ringinanom tidak ada TPS. Demikian juga jawaban warga di Kelurahan Bandarkidul.Diakui Anang, di Kelurahan Ringinanom memang tidak ada TPS khusus.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selama ini warga membuang sampah ke beberapa TPS di sekitarnya. Mulai di TPS Kaliombo, Kemasan, dan TPS Pasar Bandar. Padahal, tempat tinggal mereka jauh dari lokasi tersebut. Di sisi lain, rumah warga di Kelurahan Ringinanom berbatasan langsung dengan sungai Brantas. Kondisi itulah membuat warga membuang sampah di tepi sungai, hingga memunculkan sejumlah TPS liar di sana.

Merespons hal tersebut, Anang menjelaskan, tahun depan DLHKP berencana membuat TPS mini di Kelurahan Ringinanom. Mereka juga menyiapkan armada mini berupa motor roda tiga agar bisa menjangkau daerah sempit tersebut.Khusus untuk tumpukan sampah di Kelurahan Bandarkidul, Mojoroto, DLHKP akan menutup tempat sampah di sana.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Aliran sungai Brantas di Kota Kediri jadi “tempat sampah” dadakan, hal tersebut dikarenakan perilaku tidak terpuji membuang sampah sembarangan. Setidaknya ada lima titik gundukan sampah di tepi sungai yang ditemukan di sepanjang Kelurahan Ringinanom dan Kelurahan Bandarkidul.

Anang Kurniawan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Kota Kediri membenarkan hal tersebut. Saat susur sungai bersama wali kota memang ditemukan ada beberapa titik TPS (tempat pembuangan sampah, Red) liar di sepanjang sungai Brantas, hal ini lantas meninggalkan kesan sungai tersebut kumuh dan bau.

Mendapati temuan tersebut, Anang menjelaskan, pihaknya langsung turun ke lokasi. Kepada petugas DLHKP, warga mengaku membuang sampah di tepi sungai Brantas karena di Kelurahan Ringinanom tidak ada TPS. Demikian juga jawaban warga di Kelurahan Bandarkidul.Diakui Anang, di Kelurahan Ringinanom memang tidak ada TPS khusus.

Selama ini warga membuang sampah ke beberapa TPS di sekitarnya. Mulai di TPS Kaliombo, Kemasan, dan TPS Pasar Bandar. Padahal, tempat tinggal mereka jauh dari lokasi tersebut. Di sisi lain, rumah warga di Kelurahan Ringinanom berbatasan langsung dengan sungai Brantas. Kondisi itulah membuat warga membuang sampah di tepi sungai, hingga memunculkan sejumlah TPS liar di sana.

Merespons hal tersebut, Anang menjelaskan, tahun depan DLHKP berencana membuat TPS mini di Kelurahan Ringinanom. Mereka juga menyiapkan armada mini berupa motor roda tiga agar bisa menjangkau daerah sempit tersebut.Khusus untuk tumpukan sampah di Kelurahan Bandarkidul, Mojoroto, DLHKP akan menutup tempat sampah di sana.

RADARJEMBER.ID – Aliran sungai Brantas di Kota Kediri jadi “tempat sampah” dadakan, hal tersebut dikarenakan perilaku tidak terpuji membuang sampah sembarangan. Setidaknya ada lima titik gundukan sampah di tepi sungai yang ditemukan di sepanjang Kelurahan Ringinanom dan Kelurahan Bandarkidul.

Anang Kurniawan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Kota Kediri membenarkan hal tersebut. Saat susur sungai bersama wali kota memang ditemukan ada beberapa titik TPS (tempat pembuangan sampah, Red) liar di sepanjang sungai Brantas, hal ini lantas meninggalkan kesan sungai tersebut kumuh dan bau.

Mendapati temuan tersebut, Anang menjelaskan, pihaknya langsung turun ke lokasi. Kepada petugas DLHKP, warga mengaku membuang sampah di tepi sungai Brantas karena di Kelurahan Ringinanom tidak ada TPS. Demikian juga jawaban warga di Kelurahan Bandarkidul.Diakui Anang, di Kelurahan Ringinanom memang tidak ada TPS khusus.

Selama ini warga membuang sampah ke beberapa TPS di sekitarnya. Mulai di TPS Kaliombo, Kemasan, dan TPS Pasar Bandar. Padahal, tempat tinggal mereka jauh dari lokasi tersebut. Di sisi lain, rumah warga di Kelurahan Ringinanom berbatasan langsung dengan sungai Brantas. Kondisi itulah membuat warga membuang sampah di tepi sungai, hingga memunculkan sejumlah TPS liar di sana.

Merespons hal tersebut, Anang menjelaskan, tahun depan DLHKP berencana membuat TPS mini di Kelurahan Ringinanom. Mereka juga menyiapkan armada mini berupa motor roda tiga agar bisa menjangkau daerah sempit tersebut.Khusus untuk tumpukan sampah di Kelurahan Bandarkidul, Mojoroto, DLHKP akan menutup tempat sampah di sana.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/