alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

 Panen Duit Berkat Sapu Lidi

Mobile_AP_Rectangle 1

CIREBON, RADARJEMBER.ID- Penyapu koin Jembatan Sewo menjadi pemandangan tersendiri di Jalur Pantura Subang menuju Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, puluhan warga berbaris di sekitar Jembatan Sewo, berbekal sapu lidi. Penyapu koin tersebut bakal berlarian ke tengah jalan, ketika ada pemudik melemparkan uang seperti saat musim liburan Lebaran kali ini.

Tradisi penyapu koin Jembatan Sewo memang sudah ada sejak dulu. Diawali mitos bahwa mereka saat melintas ke arah Jawa Tengah (Jateng) harus melemparkan uang receh agar tidak tertimpa sial.Juga agar terhindar dari marabahaya sepanjang perjalanan baik mudik ataupun tujuan lainnya. Kendati demikian, tradisi ini juga membahayakan pengguna jalan.

Penyapu koin di Jembatan Sewo tidak lepas dari mitos horor sungai besar yang mengalir tepat di bawahnya.Sungai itu, diyakini tempat bersemayam arwah Saedah dan Saeni. Kakak beradik yang tewas karena kecelakaan di sungai itu.Saedah dikisahkan sebagai penari Ronggeng yang tewas di sungai itu. Karenanya, mereka yang melintas mesti melemparkan saweran.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

- Advertisement -

CIREBON, RADARJEMBER.ID- Penyapu koin Jembatan Sewo menjadi pemandangan tersendiri di Jalur Pantura Subang menuju Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, puluhan warga berbaris di sekitar Jembatan Sewo, berbekal sapu lidi. Penyapu koin tersebut bakal berlarian ke tengah jalan, ketika ada pemudik melemparkan uang seperti saat musim liburan Lebaran kali ini.

Tradisi penyapu koin Jembatan Sewo memang sudah ada sejak dulu. Diawali mitos bahwa mereka saat melintas ke arah Jawa Tengah (Jateng) harus melemparkan uang receh agar tidak tertimpa sial.Juga agar terhindar dari marabahaya sepanjang perjalanan baik mudik ataupun tujuan lainnya. Kendati demikian, tradisi ini juga membahayakan pengguna jalan.

Penyapu koin di Jembatan Sewo tidak lepas dari mitos horor sungai besar yang mengalir tepat di bawahnya.Sungai itu, diyakini tempat bersemayam arwah Saedah dan Saeni. Kakak beradik yang tewas karena kecelakaan di sungai itu.Saedah dikisahkan sebagai penari Ronggeng yang tewas di sungai itu. Karenanya, mereka yang melintas mesti melemparkan saweran.

 

CIREBON, RADARJEMBER.ID- Penyapu koin Jembatan Sewo menjadi pemandangan tersendiri di Jalur Pantura Subang menuju Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, puluhan warga berbaris di sekitar Jembatan Sewo, berbekal sapu lidi. Penyapu koin tersebut bakal berlarian ke tengah jalan, ketika ada pemudik melemparkan uang seperti saat musim liburan Lebaran kali ini.

Tradisi penyapu koin Jembatan Sewo memang sudah ada sejak dulu. Diawali mitos bahwa mereka saat melintas ke arah Jawa Tengah (Jateng) harus melemparkan uang receh agar tidak tertimpa sial.Juga agar terhindar dari marabahaya sepanjang perjalanan baik mudik ataupun tujuan lainnya. Kendati demikian, tradisi ini juga membahayakan pengguna jalan.

Penyapu koin di Jembatan Sewo tidak lepas dari mitos horor sungai besar yang mengalir tepat di bawahnya.Sungai itu, diyakini tempat bersemayam arwah Saedah dan Saeni. Kakak beradik yang tewas karena kecelakaan di sungai itu.Saedah dikisahkan sebagai penari Ronggeng yang tewas di sungai itu. Karenanya, mereka yang melintas mesti melemparkan saweran.

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/