alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Asap Mengepul Duit Terkumpul

Mobile_AP_Rectangle 1

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.ID- Bagi pengguna jalan tentu kepulan asap mungkin kerap dianggap mengganggu saat melintas di Jalur Pantura Dusun Parsean, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Sebab, di sepanjang jalan itu, berderet penjual ikan asap. Namun, asap itu bagi warga justru merupakan rezeki untuk mengangkat ekonomi mereka.

Karena berjualan tepat di tepi jalan, asap saat memanggang ikan pun kerap memenuhi badan jalan. Aroma ikan asap langsung tercium oleh pengguna jalan, menggugah selera siapapun ketika melintas. Membuat mereka tertarik berhenti sejenak, kemudian membeli beberapa  ekor ikan asap tersebut.

Seperti ditulis oleh Jawa Pos Radar Bromo, di lokasi tersebut tercatat terdapat 20 pedagang ikan asap  berjualan di tepi Jalan Raya Dringu tersebut. Baik pedagang dengan lapak kecil, hanya menjual ikan asap. Hingga pedagang yang sampai membangun warung dan menyediakan nasi dan lauk ikan asap.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selama Ramadan kemarin, warga yang membeli ikan asap selalu ramai tiap  harinya. Bahkan, lebih ramai dibanding tahun sebelumya saat pandemi Covid-19 sedang terjadi.Tidak jarang, pengendara kendaraan bermotor yang melintas berhenti dan membeli ikan asap di sana, sambil melepas lelah dan berbuka puasa di pinggir pantai. 

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh  Rofit, 38, warga Besuki, Kabupaten Situbondo.Ketika hendak  pulang ke Besuki.Melihat banyak pedagang ikan asap di sini, jadi tertarik membeli. Rencananya mau buat buka puasa di rumah nanti, ikan asap ini sangat menggoda dan bikin orang penasaran.

Rahmawati, salah satu pedagang ikan asap mengatakan, Ramadan memang selalu memberi keberkahan bagi para pedagang ikan asap. Tahun ini misalnya, pembeli yang datang jauh lebih ramai dibanding Ramadan tahun lalu. Kondisi itu pun sangat disyukuri hampir semua pedagang ikan asap di sana.

- Advertisement -

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.ID- Bagi pengguna jalan tentu kepulan asap mungkin kerap dianggap mengganggu saat melintas di Jalur Pantura Dusun Parsean, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Sebab, di sepanjang jalan itu, berderet penjual ikan asap. Namun, asap itu bagi warga justru merupakan rezeki untuk mengangkat ekonomi mereka.

Karena berjualan tepat di tepi jalan, asap saat memanggang ikan pun kerap memenuhi badan jalan. Aroma ikan asap langsung tercium oleh pengguna jalan, menggugah selera siapapun ketika melintas. Membuat mereka tertarik berhenti sejenak, kemudian membeli beberapa  ekor ikan asap tersebut.

Seperti ditulis oleh Jawa Pos Radar Bromo, di lokasi tersebut tercatat terdapat 20 pedagang ikan asap  berjualan di tepi Jalan Raya Dringu tersebut. Baik pedagang dengan lapak kecil, hanya menjual ikan asap. Hingga pedagang yang sampai membangun warung dan menyediakan nasi dan lauk ikan asap.

Selama Ramadan kemarin, warga yang membeli ikan asap selalu ramai tiap  harinya. Bahkan, lebih ramai dibanding tahun sebelumya saat pandemi Covid-19 sedang terjadi.Tidak jarang, pengendara kendaraan bermotor yang melintas berhenti dan membeli ikan asap di sana, sambil melepas lelah dan berbuka puasa di pinggir pantai. 

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh  Rofit, 38, warga Besuki, Kabupaten Situbondo.Ketika hendak  pulang ke Besuki.Melihat banyak pedagang ikan asap di sini, jadi tertarik membeli. Rencananya mau buat buka puasa di rumah nanti, ikan asap ini sangat menggoda dan bikin orang penasaran.

Rahmawati, salah satu pedagang ikan asap mengatakan, Ramadan memang selalu memberi keberkahan bagi para pedagang ikan asap. Tahun ini misalnya, pembeli yang datang jauh lebih ramai dibanding Ramadan tahun lalu. Kondisi itu pun sangat disyukuri hampir semua pedagang ikan asap di sana.

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.ID- Bagi pengguna jalan tentu kepulan asap mungkin kerap dianggap mengganggu saat melintas di Jalur Pantura Dusun Parsean, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Sebab, di sepanjang jalan itu, berderet penjual ikan asap. Namun, asap itu bagi warga justru merupakan rezeki untuk mengangkat ekonomi mereka.

Karena berjualan tepat di tepi jalan, asap saat memanggang ikan pun kerap memenuhi badan jalan. Aroma ikan asap langsung tercium oleh pengguna jalan, menggugah selera siapapun ketika melintas. Membuat mereka tertarik berhenti sejenak, kemudian membeli beberapa  ekor ikan asap tersebut.

Seperti ditulis oleh Jawa Pos Radar Bromo, di lokasi tersebut tercatat terdapat 20 pedagang ikan asap  berjualan di tepi Jalan Raya Dringu tersebut. Baik pedagang dengan lapak kecil, hanya menjual ikan asap. Hingga pedagang yang sampai membangun warung dan menyediakan nasi dan lauk ikan asap.

Selama Ramadan kemarin, warga yang membeli ikan asap selalu ramai tiap  harinya. Bahkan, lebih ramai dibanding tahun sebelumya saat pandemi Covid-19 sedang terjadi.Tidak jarang, pengendara kendaraan bermotor yang melintas berhenti dan membeli ikan asap di sana, sambil melepas lelah dan berbuka puasa di pinggir pantai. 

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh  Rofit, 38, warga Besuki, Kabupaten Situbondo.Ketika hendak  pulang ke Besuki.Melihat banyak pedagang ikan asap di sini, jadi tertarik membeli. Rencananya mau buat buka puasa di rumah nanti, ikan asap ini sangat menggoda dan bikin orang penasaran.

Rahmawati, salah satu pedagang ikan asap mengatakan, Ramadan memang selalu memberi keberkahan bagi para pedagang ikan asap. Tahun ini misalnya, pembeli yang datang jauh lebih ramai dibanding Ramadan tahun lalu. Kondisi itu pun sangat disyukuri hampir semua pedagang ikan asap di sana.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/