alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Khatib Rasakan Hal Gaib Tidak Bisa Bicara Berada di Mimbar 

Mobile_AP_Rectangle 1

KLATEN, RADARJEMBER.ID- Mimbar kuno peninggalan Sunan Kalijaga itu masih tersimpan dan terawat di dalam Masjid Agung Kauman atau Masjid Agung Kajoran, di Dukuh Kauman, Desa jimbung, Kecamatan Kalikotes, Klaten, mimbar itu sendiri hingga detik ini tetap dipakai. Tidak saja mimbar terbuat dari kayu jati, namun lengkap dengan kursi dan tongkat khatib.

Mimbar itu berukuran panjang 100 sentimeter dan lebar 150 sentimeter dan memiliki tinggi 220 sentimeter, bagian atap mimbar itu ada penutup kaca transparan dan bagian puncak muka ada motif mahkota dari kayu jati. Pada dinding sisi kanan mimbar tersebut, terdapat ukiran gajah dan sisi kiri berpola sulur.

Dahulu kala, mimbar itu merupakan pemberian Sunan Kalijaga, Dirasa unik dan memiliki nilai sejarah, mimbar itu pernah ditawar orang asing seharga Rp1 miliar, ketika orang tersebut melihat dari dekat bangunan fisik itu, namun Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dan takmir masjid itu tidak mau melepas mimbar kuno itu .

Mobile_AP_Rectangle 2

Joko Ismanto, ketua takmir masjid mengatakan, hal maneh sering dialami oleh khatib ketika baru pertama kali naik ke mimbar itu.Para Khatib baru mengakui, seringkali mengalami hal gaib seperti sulit bicara untuk berkhotbah.Saat berada di ruangan masjid tersebut, khatib baru ini seperti biasa lancar bicara.

- Advertisement -

KLATEN, RADARJEMBER.ID- Mimbar kuno peninggalan Sunan Kalijaga itu masih tersimpan dan terawat di dalam Masjid Agung Kauman atau Masjid Agung Kajoran, di Dukuh Kauman, Desa jimbung, Kecamatan Kalikotes, Klaten, mimbar itu sendiri hingga detik ini tetap dipakai. Tidak saja mimbar terbuat dari kayu jati, namun lengkap dengan kursi dan tongkat khatib.

Mimbar itu berukuran panjang 100 sentimeter dan lebar 150 sentimeter dan memiliki tinggi 220 sentimeter, bagian atap mimbar itu ada penutup kaca transparan dan bagian puncak muka ada motif mahkota dari kayu jati. Pada dinding sisi kanan mimbar tersebut, terdapat ukiran gajah dan sisi kiri berpola sulur.

Dahulu kala, mimbar itu merupakan pemberian Sunan Kalijaga, Dirasa unik dan memiliki nilai sejarah, mimbar itu pernah ditawar orang asing seharga Rp1 miliar, ketika orang tersebut melihat dari dekat bangunan fisik itu, namun Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dan takmir masjid itu tidak mau melepas mimbar kuno itu .

Joko Ismanto, ketua takmir masjid mengatakan, hal maneh sering dialami oleh khatib ketika baru pertama kali naik ke mimbar itu.Para Khatib baru mengakui, seringkali mengalami hal gaib seperti sulit bicara untuk berkhotbah.Saat berada di ruangan masjid tersebut, khatib baru ini seperti biasa lancar bicara.

KLATEN, RADARJEMBER.ID- Mimbar kuno peninggalan Sunan Kalijaga itu masih tersimpan dan terawat di dalam Masjid Agung Kauman atau Masjid Agung Kajoran, di Dukuh Kauman, Desa jimbung, Kecamatan Kalikotes, Klaten, mimbar itu sendiri hingga detik ini tetap dipakai. Tidak saja mimbar terbuat dari kayu jati, namun lengkap dengan kursi dan tongkat khatib.

Mimbar itu berukuran panjang 100 sentimeter dan lebar 150 sentimeter dan memiliki tinggi 220 sentimeter, bagian atap mimbar itu ada penutup kaca transparan dan bagian puncak muka ada motif mahkota dari kayu jati. Pada dinding sisi kanan mimbar tersebut, terdapat ukiran gajah dan sisi kiri berpola sulur.

Dahulu kala, mimbar itu merupakan pemberian Sunan Kalijaga, Dirasa unik dan memiliki nilai sejarah, mimbar itu pernah ditawar orang asing seharga Rp1 miliar, ketika orang tersebut melihat dari dekat bangunan fisik itu, namun Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dan takmir masjid itu tidak mau melepas mimbar kuno itu .

Joko Ismanto, ketua takmir masjid mengatakan, hal maneh sering dialami oleh khatib ketika baru pertama kali naik ke mimbar itu.Para Khatib baru mengakui, seringkali mengalami hal gaib seperti sulit bicara untuk berkhotbah.Saat berada di ruangan masjid tersebut, khatib baru ini seperti biasa lancar bicara.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/