alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

 ASN Tulungagung Miliki Potensi Zakat Rp 15 Miliar

Mobile_AP_Rectangle 1

TULUNGAGUNG, RADARJEMBER.ID- Cukup besar mencapai  Rp15 Miliar itulah potensi zakat pendapatan dari aparatur sipil negara (ASN) serta pegawai badan usaha milik daerah (BUMD) beragama Islam di lingkup Pemkab Tulungagung, bila hal tersebut dimaksimalkan dan bisa disalurkan menjelang Hari raya Idul Fitri 1443 H.

Hal tersebut dibenarkan oleh Samsul Umam, Ketua Baznas, Tulungagung, terkait pemotongan zakat dari ASN langsung. Bahkan Baznas setempat telah melakukan studi banding ke beberapa daerah perihal zakat ASN tersebut, seperti di kota Surabaya, Trenggalek dan Tuban .

Untuk Tulungagung sendiri, peraturan bupati (perbup) zakat ASN sudah ada, namun belum berjalan maksimal. Memang sudah ada ASN melaksanakan zakat melalui Baznas Tulungagung, namun baru sekitar 1o persen atau Rp 2,2 miliar dan sebagian dari mereka merupakan ASN Kementerian Agama (Kemenag).

Mobile_AP_Rectangle 2

“Bila zakat ASN  Kabupaten Tulungagung ini dimaksimalkan bisa mencapai Rp.15 miliar , angka tersebut diperoleh setelah Baznas melakukan koordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Negara (BPKAD), bahwa ASN Tulungagung berjumlah sekitar 14 ribu,” terang Samsul.

Menurut Samsul, jumlah tersebut belum termasuk program pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Bila mereka itu dimasukan dat\lam data zakat seperti ASN tentu besaran nilai zakat Rp.15 miliar itu bisa terwujud, karena itu hal ini perlu disosialisasikan kembali.(*)

- Advertisement -

TULUNGAGUNG, RADARJEMBER.ID- Cukup besar mencapai  Rp15 Miliar itulah potensi zakat pendapatan dari aparatur sipil negara (ASN) serta pegawai badan usaha milik daerah (BUMD) beragama Islam di lingkup Pemkab Tulungagung, bila hal tersebut dimaksimalkan dan bisa disalurkan menjelang Hari raya Idul Fitri 1443 H.

Hal tersebut dibenarkan oleh Samsul Umam, Ketua Baznas, Tulungagung, terkait pemotongan zakat dari ASN langsung. Bahkan Baznas setempat telah melakukan studi banding ke beberapa daerah perihal zakat ASN tersebut, seperti di kota Surabaya, Trenggalek dan Tuban .

Untuk Tulungagung sendiri, peraturan bupati (perbup) zakat ASN sudah ada, namun belum berjalan maksimal. Memang sudah ada ASN melaksanakan zakat melalui Baznas Tulungagung, namun baru sekitar 1o persen atau Rp 2,2 miliar dan sebagian dari mereka merupakan ASN Kementerian Agama (Kemenag).

“Bila zakat ASN  Kabupaten Tulungagung ini dimaksimalkan bisa mencapai Rp.15 miliar , angka tersebut diperoleh setelah Baznas melakukan koordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Negara (BPKAD), bahwa ASN Tulungagung berjumlah sekitar 14 ribu,” terang Samsul.

Menurut Samsul, jumlah tersebut belum termasuk program pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Bila mereka itu dimasukan dat\lam data zakat seperti ASN tentu besaran nilai zakat Rp.15 miliar itu bisa terwujud, karena itu hal ini perlu disosialisasikan kembali.(*)

TULUNGAGUNG, RADARJEMBER.ID- Cukup besar mencapai  Rp15 Miliar itulah potensi zakat pendapatan dari aparatur sipil negara (ASN) serta pegawai badan usaha milik daerah (BUMD) beragama Islam di lingkup Pemkab Tulungagung, bila hal tersebut dimaksimalkan dan bisa disalurkan menjelang Hari raya Idul Fitri 1443 H.

Hal tersebut dibenarkan oleh Samsul Umam, Ketua Baznas, Tulungagung, terkait pemotongan zakat dari ASN langsung. Bahkan Baznas setempat telah melakukan studi banding ke beberapa daerah perihal zakat ASN tersebut, seperti di kota Surabaya, Trenggalek dan Tuban .

Untuk Tulungagung sendiri, peraturan bupati (perbup) zakat ASN sudah ada, namun belum berjalan maksimal. Memang sudah ada ASN melaksanakan zakat melalui Baznas Tulungagung, namun baru sekitar 1o persen atau Rp 2,2 miliar dan sebagian dari mereka merupakan ASN Kementerian Agama (Kemenag).

“Bila zakat ASN  Kabupaten Tulungagung ini dimaksimalkan bisa mencapai Rp.15 miliar , angka tersebut diperoleh setelah Baznas melakukan koordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Negara (BPKAD), bahwa ASN Tulungagung berjumlah sekitar 14 ribu,” terang Samsul.

Menurut Samsul, jumlah tersebut belum termasuk program pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Bila mereka itu dimasukan dat\lam data zakat seperti ASN tentu besaran nilai zakat Rp.15 miliar itu bisa terwujud, karena itu hal ini perlu disosialisasikan kembali.(*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/