Gedung empat lantai yang ambruk gedung ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (6/1/2020). Terlihat bangunan itu menimpa minimarket Alfamart yang berada di lantai dasar. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com – Robohnya bangunan 4 lantai di kawasan Slipi, Jakarta Barat belum diketahui penyebabnya. Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. Pemeriksaan kepada sejumlah saksi mulai dilakukan.

IKLAN

“Pemilik gedungnya sedang proses pemeriksaan,” kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Teuku Arsya Khadafi saat dikonfirmasi, Selasa (7/1).

Selain pemilik gedung, penyidik juga meminta keterangan kepada para karyawan yang bekerja di gedung tersebut. Keterangan dari mereka dianggap penting guna mengungkap penyebab robohnya bangunan tersebut.

“Total saksi yang diperiksa ada 5 orang (yakni) karyawan dan pemilik gedung,” terang Arsya.

Dia menyebut, penyidik juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini penyidik menunggu hasil pemeriksaan dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).

Petugas berjaga -jaga di sekitaran gedung ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (6/1/2020). Terlihat bangunan itu menimpa minimarket Alfamart yang berada di lantai dasar. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Sebelumnya, Direktur Operasi Badan SAR Nasional, Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama menilai kontruksi bangunan yang roboh di Jalan Kota Bambu Selatan I Blok Tali Nomor 15, Palmerah, Jakarta Barat sudah rapuh. Sehingga membahayakan apabila dijadikan hunian.

“Tulang-tulang gedung tidak menyambung satu sama lain ini. Ini juga sudah terlalu lama dan kelihatan beton sudah lapuk dan basah. Dari engineering kita, Damkar dan Basarnas menilai tidak aman,” ucap Budi di lokasi, Senin (6/1).

Lebih lanjut, Budi menyebut, dari pendataannya sudah ada 11 korban dalam peristiwa ini. Tercatat pula ada beberapa orang yang diketahui bukan berasal dari dalam bangunan yang roboh.

“Yang 3 (korban luka) lagi melintas. Ojol (ojek online) itu sudah kita evakuasi ke Rumah Sakit. Dua lansia. Jadi clear,” jelasnya.

Sisanya yakni 8 orang adalah karyawan yang bekerja di dalam bangunan itu. Lima orang diantaranya sempat terjebak di lantai 2 bangunan. Namun, saat dievakuasi petugas, mereka tidak mengalami luka-luka.

Sedangkan, 3 orang lainnya adalah karyawan Alfamart yang lokasinya di lantai dasar. Saat kejadian mereka berhasil menyelamatkan diri. “Itu 3 orang dapat lakukan evakuasi mandiri yang jaga toko,” pungkas Budi.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan