alexametrics
22.6 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Tuna Wisma Korban Tabrak Lari Tewas Setelah Dirawat 13 Hari

Mobile_AP_Rectangle 1

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.ID- Betapa malang nasib dialami Eva Zakiyah 42. Beralamatkan Jalan Hangtuah II, Gadingrejo, Kota Pasuruan tersebut, menjadi korban tabrak lari. Sabtu (23/7) silam dia menjadi korban tabrak lari di Jalan Panglima Sudirman Kraksaan.

BACA JUGA : Lolos Hukuman Mati Tetap Ajukan Banding

Usai kecelakaan, dia langsung dilarikan ke RSUD Waluyo Jati. Namun selang 13 hari kemudian, nyawanya tak mampu diselamatkan. Dia meninggal dunia Jumat (5/8) pagi kemarin.Koordinator kamar mayat RSUD Waluyo Jati, Mujino, Eva diketahui meninggal sekitar pukul 08.00.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat itu dia dirawat di Ruang Asoka. “Kemungkinan besar penyebab meninggalnya adalah gegar otak yang dialami saat kecelakaan,” kata Mujino.Selama masa perawatan, tak ada satupun keluarga yang datang.

Bahkan pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Probolinggo untuk menghubungi keluarga korban“Identitas jelas dari pasien baru kami dapatkan setelah melakukan pemeriksaan sidik jari di Polres Probolinggo.

Nah dari pihak kepolisian, sedang menghubungi Satlantas Kota Pasuruan yang menjadi tempat tinggal korban,” ujar Mujino. Korban diketahui selama ini merupakan seorang tunawisma, hingga kemudian ia tertabrak kendaraan dan pemilik kendaraan memilih kabur (*)

- Advertisement -

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.ID- Betapa malang nasib dialami Eva Zakiyah 42. Beralamatkan Jalan Hangtuah II, Gadingrejo, Kota Pasuruan tersebut, menjadi korban tabrak lari. Sabtu (23/7) silam dia menjadi korban tabrak lari di Jalan Panglima Sudirman Kraksaan.

BACA JUGA : Lolos Hukuman Mati Tetap Ajukan Banding

Usai kecelakaan, dia langsung dilarikan ke RSUD Waluyo Jati. Namun selang 13 hari kemudian, nyawanya tak mampu diselamatkan. Dia meninggal dunia Jumat (5/8) pagi kemarin.Koordinator kamar mayat RSUD Waluyo Jati, Mujino, Eva diketahui meninggal sekitar pukul 08.00.

Saat itu dia dirawat di Ruang Asoka. “Kemungkinan besar penyebab meninggalnya adalah gegar otak yang dialami saat kecelakaan,” kata Mujino.Selama masa perawatan, tak ada satupun keluarga yang datang.

Bahkan pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Probolinggo untuk menghubungi keluarga korban“Identitas jelas dari pasien baru kami dapatkan setelah melakukan pemeriksaan sidik jari di Polres Probolinggo.

Nah dari pihak kepolisian, sedang menghubungi Satlantas Kota Pasuruan yang menjadi tempat tinggal korban,” ujar Mujino. Korban diketahui selama ini merupakan seorang tunawisma, hingga kemudian ia tertabrak kendaraan dan pemilik kendaraan memilih kabur (*)

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.ID- Betapa malang nasib dialami Eva Zakiyah 42. Beralamatkan Jalan Hangtuah II, Gadingrejo, Kota Pasuruan tersebut, menjadi korban tabrak lari. Sabtu (23/7) silam dia menjadi korban tabrak lari di Jalan Panglima Sudirman Kraksaan.

BACA JUGA : Lolos Hukuman Mati Tetap Ajukan Banding

Usai kecelakaan, dia langsung dilarikan ke RSUD Waluyo Jati. Namun selang 13 hari kemudian, nyawanya tak mampu diselamatkan. Dia meninggal dunia Jumat (5/8) pagi kemarin.Koordinator kamar mayat RSUD Waluyo Jati, Mujino, Eva diketahui meninggal sekitar pukul 08.00.

Saat itu dia dirawat di Ruang Asoka. “Kemungkinan besar penyebab meninggalnya adalah gegar otak yang dialami saat kecelakaan,” kata Mujino.Selama masa perawatan, tak ada satupun keluarga yang datang.

Bahkan pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Probolinggo untuk menghubungi keluarga korban“Identitas jelas dari pasien baru kami dapatkan setelah melakukan pemeriksaan sidik jari di Polres Probolinggo.

Nah dari pihak kepolisian, sedang menghubungi Satlantas Kota Pasuruan yang menjadi tempat tinggal korban,” ujar Mujino. Korban diketahui selama ini merupakan seorang tunawisma, hingga kemudian ia tertabrak kendaraan dan pemilik kendaraan memilih kabur (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/