alexametrics
22.7 C
Jember
Sunday, 7 August 2022

Tabur Tanah Liat Wujud Protes Warga Sikapi Jalan Rusak

Mobile_AP_Rectangle 1

PASURUAN, RADARJEMBER.ID – Baru saja reda protes warga Desa Kedungboto soal jalan rusak. Jumat (5/8), ganti warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, yang meluapkan kekecewaan kepada Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan. Jalan Selokambang, Desa Gununggangsir, rusak parah.

BACA JUGA : Trauma Ada Pembakaran Susulan, Warga Mulyorejo Jember Kemasi Perabotan

Warga mengungkapkan protes dengan mengguyurkan tanah liat ke jalanan. Khususnya, ke lubang-lubang aspal menganga. ”Padahal, usulan sudah kami layangkan berkali-kali. Tapi, sampai sekarang tidak ada perbaikan,” ujar Kepala Desa Gununggangsir HM. Yasin saat ditemui di lokasi jalan rusak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, guyuran urukan tanah liat itu tidak hanya bertujuan menutupi lubang jalan, tetapi juga bentuk sindiran kepada pemerintah. Sebab, jalan yang sudah lama rusak tidak kunjung diperbaiki.Yasin menjelaskan, kurang lebih 4 tahun lamanya jalan penghubung Gununggangsir–Bangil tersebut rusak.

Selama itu pula, dinas terkait seolah cuek. Tidak segera turun tangan. Padahal, kerusakan jalan itu sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Rawan terjadi kecelakaan.”Tadi malam ada pengendara motor yang jatuh. Gara-gara terperosok lubang jalan,” ungkap dia.Kejadian  itu memantik reaksi warga setempat.

Warga bersama kepala desa sepakat mengadakan aksi. Mereka menggelontorkan tanah liat ke lubang-lubang di Jalan Selokambang. Lubang itu harus segera ditutup.”Kalau korban berjatuhan, siapa yang akan bertanggung jawab,” imbuh Yasin. Dengan protes cara unik itulah, diharapkan segera ada perhatian dan perbaikan dilakukan.(*)

- Advertisement -

PASURUAN, RADARJEMBER.ID – Baru saja reda protes warga Desa Kedungboto soal jalan rusak. Jumat (5/8), ganti warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, yang meluapkan kekecewaan kepada Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan. Jalan Selokambang, Desa Gununggangsir, rusak parah.

BACA JUGA : Trauma Ada Pembakaran Susulan, Warga Mulyorejo Jember Kemasi Perabotan

Warga mengungkapkan protes dengan mengguyurkan tanah liat ke jalanan. Khususnya, ke lubang-lubang aspal menganga. ”Padahal, usulan sudah kami layangkan berkali-kali. Tapi, sampai sekarang tidak ada perbaikan,” ujar Kepala Desa Gununggangsir HM. Yasin saat ditemui di lokasi jalan rusak.

Menurut dia, guyuran urukan tanah liat itu tidak hanya bertujuan menutupi lubang jalan, tetapi juga bentuk sindiran kepada pemerintah. Sebab, jalan yang sudah lama rusak tidak kunjung diperbaiki.Yasin menjelaskan, kurang lebih 4 tahun lamanya jalan penghubung Gununggangsir–Bangil tersebut rusak.

Selama itu pula, dinas terkait seolah cuek. Tidak segera turun tangan. Padahal, kerusakan jalan itu sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Rawan terjadi kecelakaan.”Tadi malam ada pengendara motor yang jatuh. Gara-gara terperosok lubang jalan,” ungkap dia.Kejadian  itu memantik reaksi warga setempat.

Warga bersama kepala desa sepakat mengadakan aksi. Mereka menggelontorkan tanah liat ke lubang-lubang di Jalan Selokambang. Lubang itu harus segera ditutup.”Kalau korban berjatuhan, siapa yang akan bertanggung jawab,” imbuh Yasin. Dengan protes cara unik itulah, diharapkan segera ada perhatian dan perbaikan dilakukan.(*)

PASURUAN, RADARJEMBER.ID – Baru saja reda protes warga Desa Kedungboto soal jalan rusak. Jumat (5/8), ganti warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, yang meluapkan kekecewaan kepada Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan. Jalan Selokambang, Desa Gununggangsir, rusak parah.

BACA JUGA : Trauma Ada Pembakaran Susulan, Warga Mulyorejo Jember Kemasi Perabotan

Warga mengungkapkan protes dengan mengguyurkan tanah liat ke jalanan. Khususnya, ke lubang-lubang aspal menganga. ”Padahal, usulan sudah kami layangkan berkali-kali. Tapi, sampai sekarang tidak ada perbaikan,” ujar Kepala Desa Gununggangsir HM. Yasin saat ditemui di lokasi jalan rusak.

Menurut dia, guyuran urukan tanah liat itu tidak hanya bertujuan menutupi lubang jalan, tetapi juga bentuk sindiran kepada pemerintah. Sebab, jalan yang sudah lama rusak tidak kunjung diperbaiki.Yasin menjelaskan, kurang lebih 4 tahun lamanya jalan penghubung Gununggangsir–Bangil tersebut rusak.

Selama itu pula, dinas terkait seolah cuek. Tidak segera turun tangan. Padahal, kerusakan jalan itu sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Rawan terjadi kecelakaan.”Tadi malam ada pengendara motor yang jatuh. Gara-gara terperosok lubang jalan,” ungkap dia.Kejadian  itu memantik reaksi warga setempat.

Warga bersama kepala desa sepakat mengadakan aksi. Mereka menggelontorkan tanah liat ke lubang-lubang di Jalan Selokambang. Lubang itu harus segera ditutup.”Kalau korban berjatuhan, siapa yang akan bertanggung jawab,” imbuh Yasin. Dengan protes cara unik itulah, diharapkan segera ada perhatian dan perbaikan dilakukan.(*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/