alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 12 August 2022

Oknum Polisi Terlibat Kredit Fiktif Menghilang

Mobile_AP_Rectangle 1

MATARAM, RADARJEMBER.ID-Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) belum bisa memeriksa oknum polisi berinisial IMS. Terakhir, oknum polisi itu diduga terlibat kredit fiktif pada salah satu bank daerah di Loteng itu dikabarkan menghilang.

”Keberadaannya kami tidak tahu,” kata Kasi Pidsus Kejari Loteng Bratha Hariputra, Jumat (5/8).Sebelumnya, penyidik Kejari Loteng sudah tiga kali melayangkan panggilan terhadap mantan bendahara pada salah satu satker di Polda NTB itu.

Panggilan terakhir dilayangkan sebulan lalu.Kejari Loteng pun sudah berkoordinasi dengan Polres Bima Kota, tempat terakhir IMS bertugas. Tetapi Polres Bima Kota menyatakan IMS sudah tidak pernah masuk kantor.

Mobile_AP_Rectangle 2

Keberadaan diatidak diketahui.IMS terseret kasus tersebut karena dia sebagai pemohon kredit. Total kredit  dimohonkan Rp 2,3 miliar.Untuk mendapatkan kredit tersebut, IMS selaku bendahara pada salah satu satker di Polda NTB mencatut nama 193 anggota.

Padahal seluruh anggota tersebut tidak pernah mengajukan kredit.Dalam kasus tersebut penyidik Kejari Loteng telah menetapkan dua tersangka.Yakni mantan Kasi Pemasaran Agus Fanahesa dan Account Officer H Jauhari.

Kini, kedua tersangka tinggal menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Mataram. ”Kalau dua tersangka berkasnya sudah kita serahkan ke pengadilan untuk proses penuntutan,” kata Bratha. (*)

- Advertisement -

MATARAM, RADARJEMBER.ID-Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) belum bisa memeriksa oknum polisi berinisial IMS. Terakhir, oknum polisi itu diduga terlibat kredit fiktif pada salah satu bank daerah di Loteng itu dikabarkan menghilang.

”Keberadaannya kami tidak tahu,” kata Kasi Pidsus Kejari Loteng Bratha Hariputra, Jumat (5/8).Sebelumnya, penyidik Kejari Loteng sudah tiga kali melayangkan panggilan terhadap mantan bendahara pada salah satu satker di Polda NTB itu.

Panggilan terakhir dilayangkan sebulan lalu.Kejari Loteng pun sudah berkoordinasi dengan Polres Bima Kota, tempat terakhir IMS bertugas. Tetapi Polres Bima Kota menyatakan IMS sudah tidak pernah masuk kantor.

Keberadaan diatidak diketahui.IMS terseret kasus tersebut karena dia sebagai pemohon kredit. Total kredit  dimohonkan Rp 2,3 miliar.Untuk mendapatkan kredit tersebut, IMS selaku bendahara pada salah satu satker di Polda NTB mencatut nama 193 anggota.

Padahal seluruh anggota tersebut tidak pernah mengajukan kredit.Dalam kasus tersebut penyidik Kejari Loteng telah menetapkan dua tersangka.Yakni mantan Kasi Pemasaran Agus Fanahesa dan Account Officer H Jauhari.

Kini, kedua tersangka tinggal menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Mataram. ”Kalau dua tersangka berkasnya sudah kita serahkan ke pengadilan untuk proses penuntutan,” kata Bratha. (*)

MATARAM, RADARJEMBER.ID-Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) belum bisa memeriksa oknum polisi berinisial IMS. Terakhir, oknum polisi itu diduga terlibat kredit fiktif pada salah satu bank daerah di Loteng itu dikabarkan menghilang.

”Keberadaannya kami tidak tahu,” kata Kasi Pidsus Kejari Loteng Bratha Hariputra, Jumat (5/8).Sebelumnya, penyidik Kejari Loteng sudah tiga kali melayangkan panggilan terhadap mantan bendahara pada salah satu satker di Polda NTB itu.

Panggilan terakhir dilayangkan sebulan lalu.Kejari Loteng pun sudah berkoordinasi dengan Polres Bima Kota, tempat terakhir IMS bertugas. Tetapi Polres Bima Kota menyatakan IMS sudah tidak pernah masuk kantor.

Keberadaan diatidak diketahui.IMS terseret kasus tersebut karena dia sebagai pemohon kredit. Total kredit  dimohonkan Rp 2,3 miliar.Untuk mendapatkan kredit tersebut, IMS selaku bendahara pada salah satu satker di Polda NTB mencatut nama 193 anggota.

Padahal seluruh anggota tersebut tidak pernah mengajukan kredit.Dalam kasus tersebut penyidik Kejari Loteng telah menetapkan dua tersangka.Yakni mantan Kasi Pemasaran Agus Fanahesa dan Account Officer H Jauhari.

Kini, kedua tersangka tinggal menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Mataram. ”Kalau dua tersangka berkasnya sudah kita serahkan ke pengadilan untuk proses penuntutan,” kata Bratha. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/