alexametrics
20.8 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Lolos Hukuman Mati Tetap Ajukan Banding

Mobile_AP_Rectangle 1

MALANG, RADARJEMBER.ID – Mereka belum puas meski Pengadilan Tinggi Surabaya telah mengubah putusan Pengadilan Negeri Kepanjen dari hukuman mati ke hukuman seumur hidup. Seperti diberitakan sebelumnya, Puji dan kawan-kawannya divonis hukuman mati pada 13 Mei 2022.

BACA JUGA : Lecehkan Lima Bocah Tetangganya, Lansia 60 Tahun di Jember Dipolisikan

Ketua Majelis Hakim I Putu Gede Astawa menyatakan para terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tanpa berpikir panjang, hari itu juga Puji dan dua kawannya menyatakan banding. Proses banding kasus itu tak membutuhkan waktu terlalu lama.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hanya sekitar dua bulan. Pada 21 Juli 2022, Pengadilan Tinggi Surabaya mengubah hukuman mati menjadi pidana penjara seumur hidup. Berkas putusan itu juga sudah sampai ke pihak terdakwa maupun kejaksaan. Kasubsi Prapenuntutan Seksi Pidana Umum Kejari Kabupaten Malang Anjar Rudi Admoko SH mengatakan bahwa salinan putusan mereka terima.

Sejatinya jaksa, tidak perlu mengajukan kasasi. Sebab putusan PT Surabaya dengan tuntutan yang mereka ajukan saat sidang di Pengadilan Negeri Kepanjen. Namun kasasi akhirnya dilakukan untuk mengikuti langkah hukum para terdakwa. Terkait alasan para terdakwa meminta Kasasi, Anjar mengingat kembali pembelaan mereka sebelum divonis pidana mati.

”Mereka mengatakan tidak bersalah. Merasa barang bukti narkoba merupakan titipan, bukan milik mereka,” ujar dia. Dalam berkas dakwaan disebutkan bahwa kasus narkotika jenis sabu-sabu dengan barang bukti besar itu terjadi pada Oktober 2021. Tiga terdakwa adalah warga asal Kecamatan Lawang, dan Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Barang bukti berupa 14,5 kg sabu-sabu dikirim dari Kota Medan menuju Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang lewat jalur ekspedisi. Ketiganya ditangkap petugas Bareskrim Mabes Polri dan sempat melalui serangkaian drama kabur dan tangkap kembali. Salah satu rekan mereka, Dian Iron, ditembak mati polisi karena melawan.

Menyisakan tiga orang untuk dibawa ke meja hijau. Dalam sidang, Puji dan dua kawannya mengaku bahwa sabu-sabu itu milik orang bernama Adi yang kini berada di dalam lembaga pemasyarakatan. Hingga kemarin, ketua LBH Peradi Malang Raya Iwan Kuswardi SH mengaku belum menerima salinan putusan PT.

“Kami selaku lembaga yang diberi kuasa dari para terdakwa belum menerima salinan,” terang dia melalui sambungan telepon. Iwan menduga pemberitahuan putusan banding tersebut langsung diberikan kepada terdakwa. Kuat dugaan ada kesalahan prosedur yang dilakukan oleh PN Kepanjen. “SOP nya putusan itu diberikan kepada yang diberikan kuasa oleh terdakwa, tidak bisa langsung,” ujarnya.

- Advertisement -

MALANG, RADARJEMBER.ID – Mereka belum puas meski Pengadilan Tinggi Surabaya telah mengubah putusan Pengadilan Negeri Kepanjen dari hukuman mati ke hukuman seumur hidup. Seperti diberitakan sebelumnya, Puji dan kawan-kawannya divonis hukuman mati pada 13 Mei 2022.

BACA JUGA : Lecehkan Lima Bocah Tetangganya, Lansia 60 Tahun di Jember Dipolisikan

Ketua Majelis Hakim I Putu Gede Astawa menyatakan para terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tanpa berpikir panjang, hari itu juga Puji dan dua kawannya menyatakan banding. Proses banding kasus itu tak membutuhkan waktu terlalu lama.

Hanya sekitar dua bulan. Pada 21 Juli 2022, Pengadilan Tinggi Surabaya mengubah hukuman mati menjadi pidana penjara seumur hidup. Berkas putusan itu juga sudah sampai ke pihak terdakwa maupun kejaksaan. Kasubsi Prapenuntutan Seksi Pidana Umum Kejari Kabupaten Malang Anjar Rudi Admoko SH mengatakan bahwa salinan putusan mereka terima.

Sejatinya jaksa, tidak perlu mengajukan kasasi. Sebab putusan PT Surabaya dengan tuntutan yang mereka ajukan saat sidang di Pengadilan Negeri Kepanjen. Namun kasasi akhirnya dilakukan untuk mengikuti langkah hukum para terdakwa. Terkait alasan para terdakwa meminta Kasasi, Anjar mengingat kembali pembelaan mereka sebelum divonis pidana mati.

”Mereka mengatakan tidak bersalah. Merasa barang bukti narkoba merupakan titipan, bukan milik mereka,” ujar dia. Dalam berkas dakwaan disebutkan bahwa kasus narkotika jenis sabu-sabu dengan barang bukti besar itu terjadi pada Oktober 2021. Tiga terdakwa adalah warga asal Kecamatan Lawang, dan Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Barang bukti berupa 14,5 kg sabu-sabu dikirim dari Kota Medan menuju Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang lewat jalur ekspedisi. Ketiganya ditangkap petugas Bareskrim Mabes Polri dan sempat melalui serangkaian drama kabur dan tangkap kembali. Salah satu rekan mereka, Dian Iron, ditembak mati polisi karena melawan.

Menyisakan tiga orang untuk dibawa ke meja hijau. Dalam sidang, Puji dan dua kawannya mengaku bahwa sabu-sabu itu milik orang bernama Adi yang kini berada di dalam lembaga pemasyarakatan. Hingga kemarin, ketua LBH Peradi Malang Raya Iwan Kuswardi SH mengaku belum menerima salinan putusan PT.

“Kami selaku lembaga yang diberi kuasa dari para terdakwa belum menerima salinan,” terang dia melalui sambungan telepon. Iwan menduga pemberitahuan putusan banding tersebut langsung diberikan kepada terdakwa. Kuat dugaan ada kesalahan prosedur yang dilakukan oleh PN Kepanjen. “SOP nya putusan itu diberikan kepada yang diberikan kuasa oleh terdakwa, tidak bisa langsung,” ujarnya.

MALANG, RADARJEMBER.ID – Mereka belum puas meski Pengadilan Tinggi Surabaya telah mengubah putusan Pengadilan Negeri Kepanjen dari hukuman mati ke hukuman seumur hidup. Seperti diberitakan sebelumnya, Puji dan kawan-kawannya divonis hukuman mati pada 13 Mei 2022.

BACA JUGA : Lecehkan Lima Bocah Tetangganya, Lansia 60 Tahun di Jember Dipolisikan

Ketua Majelis Hakim I Putu Gede Astawa menyatakan para terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tanpa berpikir panjang, hari itu juga Puji dan dua kawannya menyatakan banding. Proses banding kasus itu tak membutuhkan waktu terlalu lama.

Hanya sekitar dua bulan. Pada 21 Juli 2022, Pengadilan Tinggi Surabaya mengubah hukuman mati menjadi pidana penjara seumur hidup. Berkas putusan itu juga sudah sampai ke pihak terdakwa maupun kejaksaan. Kasubsi Prapenuntutan Seksi Pidana Umum Kejari Kabupaten Malang Anjar Rudi Admoko SH mengatakan bahwa salinan putusan mereka terima.

Sejatinya jaksa, tidak perlu mengajukan kasasi. Sebab putusan PT Surabaya dengan tuntutan yang mereka ajukan saat sidang di Pengadilan Negeri Kepanjen. Namun kasasi akhirnya dilakukan untuk mengikuti langkah hukum para terdakwa. Terkait alasan para terdakwa meminta Kasasi, Anjar mengingat kembali pembelaan mereka sebelum divonis pidana mati.

”Mereka mengatakan tidak bersalah. Merasa barang bukti narkoba merupakan titipan, bukan milik mereka,” ujar dia. Dalam berkas dakwaan disebutkan bahwa kasus narkotika jenis sabu-sabu dengan barang bukti besar itu terjadi pada Oktober 2021. Tiga terdakwa adalah warga asal Kecamatan Lawang, dan Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Barang bukti berupa 14,5 kg sabu-sabu dikirim dari Kota Medan menuju Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang lewat jalur ekspedisi. Ketiganya ditangkap petugas Bareskrim Mabes Polri dan sempat melalui serangkaian drama kabur dan tangkap kembali. Salah satu rekan mereka, Dian Iron, ditembak mati polisi karena melawan.

Menyisakan tiga orang untuk dibawa ke meja hijau. Dalam sidang, Puji dan dua kawannya mengaku bahwa sabu-sabu itu milik orang bernama Adi yang kini berada di dalam lembaga pemasyarakatan. Hingga kemarin, ketua LBH Peradi Malang Raya Iwan Kuswardi SH mengaku belum menerima salinan putusan PT.

“Kami selaku lembaga yang diberi kuasa dari para terdakwa belum menerima salinan,” terang dia melalui sambungan telepon. Iwan menduga pemberitahuan putusan banding tersebut langsung diberikan kepada terdakwa. Kuat dugaan ada kesalahan prosedur yang dilakukan oleh PN Kepanjen. “SOP nya putusan itu diberikan kepada yang diberikan kuasa oleh terdakwa, tidak bisa langsung,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/