alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Kulkas Jenazah Keluarkan Suara, Petugas Lari Ketakutan

Mobile_AP_Rectangle 1

MOJOKERTO, RADARJEMBER.ID – Kamar mayat RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto diselimuti berbagai cerita misteri. Penampakan sosok perempuan korban pembunuhan kerap terlihat ongkang-ongkang di meja otopsi.

BACA JUGA : Menanti Solusi Perhutani Ke Daerah Penghasil Kopi Hutan Desa Mulyorejo

Ada pula kesaksian teror suara ketukan dari lemari pendingin jenazah dan hal itu sampai membuat para penjaga terbirit-birit.Kisah ganjil di kamar mayat rumah sakit pelat merah itu tak terlepas dari keberadaannya sebagai tempat pemulasaraan jenazah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mulai dari jenazah kecelakaan, mayat tenggelam, mati tak wajar, hingga korban pembunuhan. Tubuh-tubuh tak bernyawa nan malang itu dievakuasi untuk keperluan identifikasi, otopsi, hingga perawatan jenazah sebelum dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan.

’’Proses identifikasi bergantung kondisi mayat. Kalau jenazahnya sudah rusak bisa sampai berhari-hari di sini,’’ terang Koordinator Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, Twinki Rahmad Sayogo.

Kamar mayat atau bernama resmi Instalasi Pemulasaraan Jenazah tersebut tak ubahnya tempat transit mereka yang meninggal secara tidak wajar. Ada yang hanya hitungan jam sudah bisa dibawa keluar lagi, tapi ada yang sampai berhari-hari.

Mayat terpaksa diinapkan karena identitasnya belum ketemu atau masih dibutuhkan untuk proses penyelidikan kepolisian. Twinki menyebut kedatangan mayat-mayat misterius inilah yang kerap meninggalkan cerita ganjil.

Sampai saat ini, sejumlah petugas piket mengaku kerap melihat sosok perempuan korban pembunuhan di Kecamatan Trawas. ’’Mayatnya di sini selama enam hari. Mayat tanpa identitas itu bikin suasana tidak enak,’’ tutur pria 48 tahun tersebut.

Kisah ganjil yang pernah didengar Twinki yakni suara ketukan dari dalam lemari pendingin jenazah. Kulkas yang saat itu dipakai untuk mengawetkan jasad janin berusia lima bulan hasil aborsi tersebut sering berbunyi sendiri.

’’Suara ketukan ini tidak wajar. Seperti glodak-glodak begitu. Petugas saat jaga malam baru tahu kalau di dalam ada orok,’’ terang Twinki.Dua peristiwa misterius paling terkenal itu juga dialami Hadi Sudigno.

- Advertisement -

MOJOKERTO, RADARJEMBER.ID – Kamar mayat RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto diselimuti berbagai cerita misteri. Penampakan sosok perempuan korban pembunuhan kerap terlihat ongkang-ongkang di meja otopsi.

BACA JUGA : Menanti Solusi Perhutani Ke Daerah Penghasil Kopi Hutan Desa Mulyorejo

Ada pula kesaksian teror suara ketukan dari lemari pendingin jenazah dan hal itu sampai membuat para penjaga terbirit-birit.Kisah ganjil di kamar mayat rumah sakit pelat merah itu tak terlepas dari keberadaannya sebagai tempat pemulasaraan jenazah.

Mulai dari jenazah kecelakaan, mayat tenggelam, mati tak wajar, hingga korban pembunuhan. Tubuh-tubuh tak bernyawa nan malang itu dievakuasi untuk keperluan identifikasi, otopsi, hingga perawatan jenazah sebelum dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan.

’’Proses identifikasi bergantung kondisi mayat. Kalau jenazahnya sudah rusak bisa sampai berhari-hari di sini,’’ terang Koordinator Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, Twinki Rahmad Sayogo.

Kamar mayat atau bernama resmi Instalasi Pemulasaraan Jenazah tersebut tak ubahnya tempat transit mereka yang meninggal secara tidak wajar. Ada yang hanya hitungan jam sudah bisa dibawa keluar lagi, tapi ada yang sampai berhari-hari.

Mayat terpaksa diinapkan karena identitasnya belum ketemu atau masih dibutuhkan untuk proses penyelidikan kepolisian. Twinki menyebut kedatangan mayat-mayat misterius inilah yang kerap meninggalkan cerita ganjil.

Sampai saat ini, sejumlah petugas piket mengaku kerap melihat sosok perempuan korban pembunuhan di Kecamatan Trawas. ’’Mayatnya di sini selama enam hari. Mayat tanpa identitas itu bikin suasana tidak enak,’’ tutur pria 48 tahun tersebut.

Kisah ganjil yang pernah didengar Twinki yakni suara ketukan dari dalam lemari pendingin jenazah. Kulkas yang saat itu dipakai untuk mengawetkan jasad janin berusia lima bulan hasil aborsi tersebut sering berbunyi sendiri.

’’Suara ketukan ini tidak wajar. Seperti glodak-glodak begitu. Petugas saat jaga malam baru tahu kalau di dalam ada orok,’’ terang Twinki.Dua peristiwa misterius paling terkenal itu juga dialami Hadi Sudigno.

MOJOKERTO, RADARJEMBER.ID – Kamar mayat RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto diselimuti berbagai cerita misteri. Penampakan sosok perempuan korban pembunuhan kerap terlihat ongkang-ongkang di meja otopsi.

BACA JUGA : Menanti Solusi Perhutani Ke Daerah Penghasil Kopi Hutan Desa Mulyorejo

Ada pula kesaksian teror suara ketukan dari lemari pendingin jenazah dan hal itu sampai membuat para penjaga terbirit-birit.Kisah ganjil di kamar mayat rumah sakit pelat merah itu tak terlepas dari keberadaannya sebagai tempat pemulasaraan jenazah.

Mulai dari jenazah kecelakaan, mayat tenggelam, mati tak wajar, hingga korban pembunuhan. Tubuh-tubuh tak bernyawa nan malang itu dievakuasi untuk keperluan identifikasi, otopsi, hingga perawatan jenazah sebelum dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan.

’’Proses identifikasi bergantung kondisi mayat. Kalau jenazahnya sudah rusak bisa sampai berhari-hari di sini,’’ terang Koordinator Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, Twinki Rahmad Sayogo.

Kamar mayat atau bernama resmi Instalasi Pemulasaraan Jenazah tersebut tak ubahnya tempat transit mereka yang meninggal secara tidak wajar. Ada yang hanya hitungan jam sudah bisa dibawa keluar lagi, tapi ada yang sampai berhari-hari.

Mayat terpaksa diinapkan karena identitasnya belum ketemu atau masih dibutuhkan untuk proses penyelidikan kepolisian. Twinki menyebut kedatangan mayat-mayat misterius inilah yang kerap meninggalkan cerita ganjil.

Sampai saat ini, sejumlah petugas piket mengaku kerap melihat sosok perempuan korban pembunuhan di Kecamatan Trawas. ’’Mayatnya di sini selama enam hari. Mayat tanpa identitas itu bikin suasana tidak enak,’’ tutur pria 48 tahun tersebut.

Kisah ganjil yang pernah didengar Twinki yakni suara ketukan dari dalam lemari pendingin jenazah. Kulkas yang saat itu dipakai untuk mengawetkan jasad janin berusia lima bulan hasil aborsi tersebut sering berbunyi sendiri.

’’Suara ketukan ini tidak wajar. Seperti glodak-glodak begitu. Petugas saat jaga malam baru tahu kalau di dalam ada orok,’’ terang Twinki.Dua peristiwa misterius paling terkenal itu juga dialami Hadi Sudigno.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/